kumparan
23 Feb 2019 14:45 WIB

Pandangan Juergen Klopp Terhadap Manchester United Kini

Juergen Klopp pimpin sesi latihan Liverpool jelang melawan Napoli. Foto: Paul ELLIS / AFP
Manchester United sekarang sudah berubah. Setidaknya, itulah yang ada di benak pelatih Liverpool, Juergen Klopp.
ADVERTISEMENT
Liverpool akan berhadapan dengan Manchester United dalam laga pekan 27 Premier League 2018/19. Jelang pertandingan yang dihelat di Stadion Old Trafford, Minggu (24/2/2019) malam WIB tersebut, berbagai persiapan sudah dilakukan oleh 'Si Merah' untuk meraih kemenangan.
Namun, selain melakukan persiapan, Klopp tak segan melemparkan pujian kepada seterunya. Selain mengungkapkan keyakinannya bahwa Ole Gunnar Solskjaer akan tetap jadi pelatih United musim depan, pelatih asal Jerman itu juga mengaku sudah banyak perubahan yang terjadi di tubuh United semenjak Solskjaer jadi pelatih.
"Gaya main mereka sekarang benar-benar berbeda. Tapi, jika saya mengatakan ini, maka orang mungkin akan bilang bahwa saya tidak menghormati Jose Mourinho (pelatih United sebelumnya). Saya tekankan, ia tetaplah pelatih yang luar biasa," ujar Klopp dilansir situs resmi Liverpool.
ADVERTISEMENT
Klopp menjelaskan juga bahwa sejak kedatangan Solskjaer, beberapa pemain menampilkan performa yang berbeda. Ia melihat kembali sosok Paul Pogba yang apik seperti beberapa musim sebelumnya. Ia juga bisa melihat sosok Herrera yang luar biasa dalam mengawal lini tengah 'Iblis Merah'.
Selain itu, pelatih yang pernah menangani Borussia Dortmund itu juga mengakui bahwa Solskjaer sukses menghidupkan potensi para pemain United sekarang. Beberapa pemain yang mampu tampil apik setelah Solskjaer mulai menangani United adalah Marcus Rashford dan Paul Pogba. Kedua pemain itu jadi motor serangan United.
"Terkadang memang harus seperti itu. Dalam sepak bola, perubahan harus dilakukan, salah satunya adalah mengganti pelatih. Hal ini yang dilakukan United dan itu membantu, meski untuk beberapa klub lain, hasilnya belum tentu sama," ungkap Klopp.
ADVERTISEMENT
"United memang memiliki banyak rencana cadangan yang bisa mereka terapkan untuk meraih hasil positif. Selain aktif menyerang, mereka juga bisa bertahan dengan baik, dan menerapkan tekanan tinggi dalam beberapa momen tertentu. Ya, itu bagus buat mereka," tambahnya.
Dari 13 laga yang sudah ia jalani sebagai pelatih United, bukan berarti Solskjaer tidak memiliki cela. Cela tersebut muncul ketika United dikalahkan oleh Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2018/19. Kala itu, United takluk 0-2 dari PSG lewat dua gol dari Kylian Mbappe dan Presnel Kimpembe.
Dari sini, banyak yang menyebut bahwa PSG memiliki sebuah cetak biru yang bisa digunakan oleh tim lain untuk mengalahkan United. Namun, Klopp memiliki pandangan yang sedikit berbeda. Menurutnya, rencana yang diterapkan PSG belum tentu bekerja jika tim lain yang melakukannya karena situasi antara satu pertandingan dengan pertandingan lain itu berbeda.
ADVERTISEMENT
Para pemain Paris Saint-Germain meryakan gol ke gawang Manchester United. Foto: Reuters/Jason Cairnduff
"Anda bisa melihat ketika laga melawan Chelsea, United bisa bermain dengan sangat baik tanpa (Anthony) Martial dan (Jesse) Lingard, karena strategi yang Solskjaer terapkan cocok untuk (Juan) Mata dan (Romelu) Lukaku. Ketika melawan PSG, situasi memang sedikit berbeda untuk United," ujar Klopp.
"Ketika itu, para pemain sedikit kaget dengan perubahan susunan pemain dan PSG sukses memanfaatkan itu. PSG dapat mencetak gol di saat yang tepat, dan menerapkan strategi yang bagus dengan materi pemain yang mereka miliki. Namun, bukan berarti hal yang sama akan terjadi kembali," lanjutnya.
Kemenangan dalam laga ini akan berarti banyak bagi Liverpool. Selain membuka peluang untuk melengserkan Manchester City dari posisi puncak klasemen Premier League, kemenangan di laga ini juga dapat memperbaiki mental mereka usai di laga Liga Champions kemarin mereka ditahan imbang Bayern Muenchen.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan