Pembelaan untuk Immobile dan Pujian kepada Kean dari Mancini

24 Maret 2019 12:33 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Penyerang Timnas Italia, Ciro Immobile, coba melewati adangan pemain Finlandia. Foto: REUTERS/Jennifer Lorenzini
zoom-in-whitePerbesar
Penyerang Timnas Italia, Ciro Immobile, coba melewati adangan pemain Finlandia. Foto: REUTERS/Jennifer Lorenzini
ADVERTISEMENT
Puasa gol Ciro Immobile di Timnas Italia terus berlanjut. Tak ada namanya terpampang di papan skor Stadion Friuli saat Italia mengalahkan Finlandia di kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup J, Minggu (24/3/2019), dengan skor 2-0.
ADVERTISEMENT
Tercatat Immobile belum jua mencetak gol untuk Gli Azzuri dalam 10 pertandingan terakhir. Golnya ke gawang Israel pada 5 September 2017 lalu di kualifikasi Piala Dunia 2018, menjadi kali terakhir pemain yang merumput bersama Lazio itu melesakkan gol di level Timnas.
Kritik pun dilayangkan pada sosok berusia 29 tahun ini. Terlebih, Immobile adalah salah satu pemain senior yang kini jadi andalan Roberto Mancini untuk mengisi pos penyerang. Namun, Mancini langsung pasang badan terkait belum terlihatnya ketajaman sang penyerang.
Menurut mantan arsitek Inter Milan ini, Immobile kesulitan sepanjang laga karena Finlandia menerapkan sepak bola negatif dalam skema 5-3-1-1. Bagi Mancini, bukan cuma Immobile saja yang kesulitan, tetapi permainan Italia sebagai tim kerap tak maksimal menghadapi pertahanan rapat lawan.
ADVERTISEMENT
"Ketika penyerang mencari sebuah kesempatan mencetak gol, hal itu tak akan datang tiba-tiba. Tunggu saja, gol dari dia akan datang. Tidak mudah buat Immobile karena selalu ada lima sampai enam pemain menjaganya. Kami harus bermain melebar untuk menciptakan ruang," kata Mancini kepada Rai Sport.
"Laga ini tidak mudah karena Finlandia langsung menumpuk lima pemain bertahan, jadi sulit untuk menembus mereka. Kami membuat beberapa kesalahan sejak awal, tapi lebih baik di babak kedua dan menciptakan banyak peluang mencetak gol," tambah pria berusia 54 tahun itu.
Moise Kean merayakan gol pertamanya untuk Timnas Italia. Foto: REUTERS/Jennifer Lorenzini
Beruntung bagi Italia, ketika sosok senior macam Immobile kesulitan di depan gawang lalwan, muncul pemain-pemain muda yang akhirnya jadi penentu kemenangan mereka di Stadion Friuli. Mereka adalah Nicollo Barella dan Moise Kean.
ADVERTISEMENT
Barella menjadi pemecah kebuntuan saat mencetak gol pertama di menit tujuh, kemudian Kean memastikan kemenangan Italia lewat golnya di menit 74. Menariknya, baik bagi Barella dan Kean, gol ini merupakan lesakan perdana bagi Italia.
Khusus Kean yang kini berusia 19 tahun 23 hari, ia menjadi pemain termuda kedua yang pernah mencetak gol bagi Italia. Untuk pemain termuda yang mencetak gol bagi Italia adalah Bruno Nicole yang terjadi pada 1958 saat berusia 18 tahun 258 hari.
Mancini kala mendampingi Italia di laga uji tanding. Foto: AFP/John Thys
Mancini jelas bungah dengan lahirnya gol Italia dari para youngstar. Kesempatan Kean dan Barella untuk memberi bukti lagi pun terbuka saat Italia menjamu Listenstaina di laga kedua kualifikasi Piala Eropa 2020, Rabu (27/3) dini hari WIB.
ADVERTISEMENT
"Kean punya kualitas, sangat potensial dan semua hal ke depannya tergantung pada dirinya sendiri. Tidak sulit untuk melihat talenta yang ada di diri Kean atau Nicolo Zaionolo juga. Jadi memanggil mereka ke Timnas bukan suatu risiko. Tapi, kami kudu berbenah dan menyadari bahwa setiap laga itu sulit," tutup Mancini.