Pratinjau Timnas Indonesia: Manfaatkan Celah di Sisi Kiri UEA

Timnas Indonesia akan melanjutkan kiprah mereka di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Kali ini Timnas Uni Emirat Arab (UEA) yang siap menjegal.
Timnas menyambut laga ini dengan luka. Di dua laga sebelumnya, mereka tunduk di hadapan Timnas Thailand dan Timnas Malaysia.
Kekalahan ini terasa semakin menyesakkan bagi Timnas karena terjadi di kandang sendiri. Sebaliknya, UEA datang dengan kepercayaan diri karena berhasil menundukkan Malaysia di laga tandang.
Kondisi mental yang berbeda ini kemungkinan akan memberikan pengaruh bagi permainan kedua tim. Meski begitu, bukan berarti Timnas tidak bisa menundukkan UEA.
Melihat rekor pertemuan, Timnas bisa dibilang berimbang dengan UEA. Melansir situs 11vs11, keduanya sudah bertemu selama empat kali. Keduanya sama-sama menang dua kali.
Jadi, semestinya Timnas tidak perlu takut dengan UEA. Toh, UEA juga memiliki kelemahan yang bisa dieksploitasi di balik kekuatan mereka sebagai salah satu tim dari Jazirah Arab. Apa sajakah itu?
***
UEA dikenal memiliki pemain-pemain dengan kecepatan dan stamina prima. Hal ini dikarenakan tempaan cuaca panas yang acap menerpa.
Teraktual, mengutip laman resmi PSSI, suhu di Dubai berada di kisaran 35 hingga 38 derajat celcius saat Timnas berlatih. Bayangkan, setiap hari para pemain UEA berlatih dan bertanding di dengan suhu seperti itu.
Tak heran jika para pemain UEA memiliki kondisi fisik yang apik. Meski begitu, bukan berarti UEA tanpa cela.
Hal itu tampak ketika mereka bersua Malaysia. Sisi kiri pertahanan UEA yang dikawal oleh Walid Abbas beberapa kali kecolongan oleh kombinasi Matthew Davies dan Mohamadou Sumareh. Gol yang diciptakan Syafiq Ahmad bahkan bermula dari pergerakan di posisi tersebut.
Hal ini dikarenakan Abbas acap out of position dan terlalu merapat ke tengah. Hal itu membuat Sumareh dan Davies leluasa mengacak-ngacak sisi kiri UEA, ditopang pula oleh manuver Brendan Gan di lini tengah.
Berduel dengan Malaysia, para pemain UEA cukup kerepotan menghadapi permainan lawan yang terorganisir rapi. Duet bek tengah Malaysia menjadi salah satu faktor.
Khalifa Al-Hammadi dan Mohammed Al-Attas yang jadi pemegang komando pertahanan masih berusia di bawah 23 tahun dan memiliki kondisi fisik yang betul-betul prima.
Kelemahan-kelemahan itu bisa dimanfaatkan Timnas. Siapa pun pemain depan Timnas yang dipasang Simon McMenemy, harus lihai melakukan kombinasi untuk membongkar pertahanan UEA.
Dua bek sayap Timnas--terutama bek sayap kanan--juga tidak boleh takut untuk membantu serangan. Di sini, Putu Gede Juni Antara maupun Gavin Kwan akan menjadi sosok kunci, mengingat keduanya punya daya serang yang baik.
Namun, skuat 'Garuda' mesti waspada terhadap lini serang UEA. Laiknya Yordania yang mengalahkan Timnas pada Juni 2019, UEA juga memiliki skema penyerangan yang apik. Kombinasi serangan mereka berpadu dengan kecepatan dan tinggi badan para pemainnya.
Dua gol ke gawang Malaysia adalah buktinya. Dua gol masing-masing via sundulan dan adu lari yang dimenangi, menjadi tanda bahwa tinggi badan dan kecepatan pemain UEA memang berbahaya. Ali Mabkhout dan Omar Abdulrahman perlu mendapat perhatian khusus di sini.
Untuk menghentikan penyerangan UEA, Timnas bisa meniru cara Malaysia. Mereka menutup ruang gerak Mabkhout serta ruang gerak para gelandang serang UEA. Intinya, bertahan serapi mungkin adalah hal yang mesti dilakukan Timnas.
Intinya, skuat 'Garuda' tidak perlu takut kepada UEA. Namun, Timnas juga tidak boleh alpa dengan pekerjaan rumah mereka sendiri, yang sudah terlihat dalam dua laga terakhir Pra-Piala Dunia 2022.
***
Di babak pertama laga lawan Malaysia dan Thailand, Timnas mampu bertahan dengan rapi. Namun, ujiannya bermula dari sini. Skuat 'Merah Putih' masih memiliki pekerjaan rumah soal daya tahan. Stamina para pemain acap menurun di babak kedua.
Kesimpulannya: Stamina jadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian khusus karena fokus para pemain kerap hilang saat laga memasuki menit 60.
Bukan cuma itu, para pemain Timnas acap tak mampu bereaksi terhadap perubahan taktik lawan. Paling kentara ketika menghadapi Malaysia. Timnas kebingungan saat 'Harimau Malaya' mulai bermain lebih menyerang.
Ketika melawan Thailand, Timnas kebingungan saat tekanan dari para pemain 'Gajah Putih' jadi lebih agresif. Adaptasi dan reaksi terhadap perubahan skema lawan ini harus diperbaiki.
Jika ini sudah dibenahi, Timnas punya kans untuk mengimbangi atau malah menundukkan UEA di kandangnya.
***
Laga Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Timnas Uni Emirat Arab dan Timnas Indonesia akan digelar pada Kamis (10/10/2019) di Stadion Al Maktoum. Sepak mula berlangsung pada 23.00 WIB.
