kumparan
15 Feb 2019 15:48 WIB

Retrospeksi Julen Lopetegui akan 2018 yang Penuh Turbulensi

Ekspresi kecut Lopetegui di bench Madrid. Foto: Paul Hanna/Reuters
Empat bulan sudah berlalu sejak Julen Lopetegui dipecat oleh Real Madrid dan baru kali ini dia mau angkat bicara. Menurut Lopetegui, dia gagal di Real Madrid karena tak memiliki banyak waktu.
ADVERTISEMENT
Sejak mulai bertugas pada awal musim 2018/19, Lopetegui hanya menangani Real Madrid dalam 14 pertandingan. Dalam kurun waktu tersebut Real menelan enam kekalahan. Puncaknya, pada laga El Clasico menghadapi Barcelona, Los Blancos kalah telak 1-5. Lopetegui pun tak lagi mendapat ampun.
"Aku tak punya waktu. Barangkali, itulah penjelasan terbaik yang bisa kuberikan," kata Lopetegui dalam wawancara dengan BBC.
"Kami mengawali musim dengan baik, tim bermain dengan baik, tetapi kemudian kami mengalami tiga pekan yang luar biasa buruk. Di masa-masa seperti itu kamu cuma bisa berharap bisa memiliki waktu untuk memikirkan solusi karena itu semua tidak akan berlangsung sepanjang musim. Kami yakin situasi itu akan bisa dilewati," tambahnya.
Pelatih Real Madrid, Santiago Solari. Foto: REUTERS/Juan Medina
Posisi Lopetegui kemudian digantikan oleh Santiago Solari yang sebelumnya menjabat sebagai entrenador Castilla. Di bawah Solari, Real membaik. Mereka kini kembali ke jalur juara dengan menduduki peringkat kedua La Liga di bawah Barcelona yang unggul enam poin. Lalu, di babak 16 besar Liga Champions, Solari membawa Real menang 2-1 atas Ajax di leg pertama.
ADVERTISEMENT
Melihat Real Madrid sudah membaik, Lopetegui pun ikut senang. "Aku menghormati sang pelatih baru dan para staf baru yang dia bawa. Dan aku sangat mencintai pemain-pemain yang ada. Mereka selalu bersikap baik saat bersamaku," kata mantan pelatih Porto itu.
"Aku takkan pernah bicara hal buruk soal Real Madrid. Buat semua pelatih, bisa menangani klub itu adalah pengalaman yang fantastis. Aku berharap aku punya lebih banyak waktu tetapi sekarang aku harus melihat ke depan," tambahnya.
Empat belas pertandingan yang penuh turbulensi itu bukan satu-satunya pengalaman buruk Lopetegui pada 2018. Proses penunjukan Lopetegui sebagai pelatih Real Madrid itu tadi sebelumnya sudah menuai kontroversi yang cukup besar. Sebab, penunjukan tersebut dilakukan hanya beberapa hari jelang Piala Dunia 2018 dimulai. Hal itu membuat Presiden RFEF Luis Rubiales mengamuk dan langsung memecatnya.
ADVERTISEMENT
Ya, ketika itu Lopetegui masih berstatus sebagai pelatih Timnas Spanyol. Dengan rapor apik selama berlaga di kualifikasi, La Furia Roja pun datang ke Rusia sebagai salah satu unggulan. Namun, kepergian Lopetegui merusak segalanya. Spanyol harus pulang lebih awal usai ditundukkan tuan rumah via adu penalti di babak 16 besar.
Kekecewaan Timnas Spanyol Usai Gagal di Rusia Foto: AP/Victor Caivano
"Sama sekali tidak mudah bagiku. Kami sudah bekerja keras selama dua tahun dan kami siap menjalani Piala Dunia yang hebat," kenang Lopetegui.
"Dua bulan sebelumnya aku meneken kontrak dengan Spanyol dan mereka menyantumkan klausul pembelian kontrak. Itu ide Luis Rubiales sendiri. Aku pun sudah setuju tetapi kemudian tawaran itu datang. Momen itu sama sekali tidak disengaja. Aku menyanggupi tetapi aku tahu bahwa saat itu Piala Dunia adalah tanggung jawabku."
ADVERTISEMENT
"Merahasiakan kabar itu selama sebulan adalah hal mustahil. Kami semua yakin bahwa jalan terbaik adalah dengan mengumumkan lewat konferensi pers dan menutup semua masalah di sana. Setelah itu, baru aku bisa fokus ke Piala Dunia."
"Ketika kuberi tahu, para pemain menyambut keputusan tersebut dengan baik. Kami berlatih dengan sangat baik dan kami semua merasa bahagia, tetapi kemudian presiden mengambil keputusan lain."
"Itu adalah momen yang sangat sulit dan aku takkan melupakannya. Itu betul-betul tidak adil. Lima jam perjalanan dari Moskow ke Madrid, aku cuma diam. Namun, yah, begitulah hidup," tandas Lopetegui.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan