kumparan
31 Des 2018 7:15 WIB

Solskjaer: Rashford Berpotensi Jadi Penyerang Terbaik Dunia

Rashford saat menendang bola. (Foto: Reuters/Jason Cairnduff)
Paul Pogba boleh jadi nama paling bersinar di tiga laga teraktual Manchester United. Terlebih, di bawah arahan juru taktik anyar Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, gelandang 25 tahun itu sudah menorehkan catatan bagus: empat gol dan tiga assist.
ADVERTISEMENT
Tetapi, cerita tak melulu soal kegemilangan Pogba. Di laga United menghadapi Bournemouth pada pekan ke-20 Premier League 2018/19, Minggu (30/12/2018), ada pemain lain yang patut diapresiasi, Marcus Rashford.
Nama pemuda binaan akademi 'Iblis Merah' itu juga ikut bersinar di bawah era baru Solksjear. Dari tiga laga yang telah dijalani, Rashford selalu menjadi pilihan utama di lini depan baik lewat pakem 4-2-3-1 kala menghadapi Cardiff City ataupun menghadapi Huddersfield Town lewat pakem 4-3-3.
Pemain United dan Bournemouth berduel. (Foto: REUTERS/Phil Noble)
Di laga menghadapi Bournemouth, Rashford membuka aksi saat laga menginjak menit kelima. Menerima sodoran Ashley Young di sisi kiri pertahanan tim lawan, Rashford sukses melewati penjagaan Nathan Ake dan Charlie Daniels sebelum melepaskan umpan kepada Pobga guna membuka keran gol pertama United.
ADVERTISEMENT
Kejelian Rashford tak hanya soal umpan. Mendapat tugas sebagai target man, pemuda 21 tahun kelahiran Manchester ini juga piawai dalam mencari ruang. Salah satu contoh adalah kala Anthony Martial yang bermain di sisi sayap kiri berpindah posisi ke arah sebaliknya. Di sana, Rashford yang berada di belakang dua kawalan bek Bournemouth menjatuhkan badan menyongsong umpan dan menyudahinya menjadi gol.
Atas penampilannya ini, ganjaran pujian kemudian lahir dari sang juru latih. Menurut Solkjaer, Rashford menunjukkan perkembangan yang membuatnya geleng-geleng kepala. Sejak kedatangan Solkjaer, Rashford sudah mengemas dua gol dalam tiga laga.
''Saya pikir Rashford sudah berbeda kelas sejak saya datang. Tingkat kerjanya (Rashford) tidak bisa dipercaya. Dia mengejar bola, menutup ruang gerak lawan, dan berlari dari belakang ke depan,'' ujar Solskjaer, mengutip situs resmi klub.
ADVERTISEMENT
Sepanjang musim ini, merujuk catatan Squawka, Rashford lebih piawai dalam mencatatakan assist ketimbang gol. Selama 18 kali turun gelanggang di Premier League, Rashford sudah menorehkan enam assist berbanding lima gol. Catatan ini terbilang ciamik dengan melihat musim 2015/16 lalu, ia hanya menorehkan dua assist. Musim berikutnya, 2016/17, sebanyak satu assist, lalu di musim 2017/18 ia membukukan tiga assist.
''Satu yang paling saya sorot di laga kali ini adalah assist-nya untuk Pogba. Sangat bagus. Ketika seharusnya ia tak melewati Nathan Ake dan langsung saja memberikan umpan silang, tetapi dia justru juga melewati Daniels. Itu luar biasa dan saya pikir Rashford berpotensi menjadi penyerang terbaik di dunia,'' tutup pelatih asal Norwegia ini.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan