kumparan
1 Mei 2018 14:50 WIB

Spasojevic Masih Butuh Adaptasi dengan Permainan Timnas

Ilija Spasojevic (Foto: Nugroho Sejati/kumparan)
Lini depan Timnas Indonesia tengah menjadi sorotan. Bertanding dua kali dalam ajang PSSI Anniversary Cup 2018, tak ada satu gol pun yang berhasil dicetak oleh anak-anak didik Luis Milla.
ADVERTISEMENT
Padahal, dalam pertandingan menghadapi Bahrain dan Korea Utara, Indonesia mencatatkan 31 attempts dengan 11 yang mengarah ke gawang. Nahas, dari sekian banyak peluang itu, tak ada yang bisa menghasilkan gol.
Timnas Indonesia memanggil tiga nama penyerang dalam turnamen kali ini: Ilham Udin Armayn, Ilija Spasojevic, dan Lerby Eliandry. Bahkan, pada pertandingan perdana melawan Bahrain, Milla memainkan tiga penyerang sekaligus. Pelatih asal Spanyol itu memainkan Lerby sejak menit awal. Baru pada babak kedua, Milla memasukkan Spasojevic dan Ilham.
Pada laga kedua melawan Korea Utara, Milla melakukan perubahan. Spasojevic dimainkan sejak menit awal. Penyerang berusia 30 tahun itu dibantu Saddil Ramdani, Septian David, dan Febri Haryadi di lini depan. Tapi, penyerang naturalisasi asal Serbia ini tetap saja gagal menorehkan gol.
ADVERTISEMENT
Spaso terang kecewa dengan catatan ini. Penyerang Bali United itu mengaku masih menyesuaikan diri dengan permainan rekan-rekannya.
"Tentu saja sebagai striker kami mau mencetak gol di setiap pertandingan, tapi inilah sepakbola. Kami dapat peluang, mereka dapat peluang, dan hasil 0-0 ini jadi adil," ucap Spasojevic.
"Selalu berusaha agar bisa lebih bagus lagi. Tapi, tahun ini pertama kali saya main untuk Timnas lagi. Kemarin (menghadapi Bahrain -red) cuma sebentar, karena pertandingan terakhir saya di Aceh. Jadi, saya masih beradapatasi lagi," tutur Spaso menambahkan.
Timnas Indonesia vs Timnas Korea Utara. (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
Penampilan Spaso sejak dinaturalisasi memang tidak bisa dibilang buruk. Pemain yang ikut membantu Persib menjuarai Piala Presiden 2015 itu sudah mencetak tiga gol setelah resmi menjadi WNI.
ADVERTISEMENT
Kesuburan Spaso pun kembali dituntut pada pertandingan ketiga menghadapi Uzbekistan, Kamis (3/5/2018). Gol akan menjadi pembuktian bila lini depan Indonesia memang sedang tidak mengalami masalah.
Nah, bisakah Spaso membuktikan hal tersebut? Inilah pertanyaan yang sedapat-dapatnya harus dijawab Spaso lewat golnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan