kumparan
8 Jul 2019 19:02 WIB

Tak Sekadar Juara, AS Menciptakan Sejarah di Piala Dunia Wanita 2019

Amerika Serikat juara Piala Dunia Wanita 2019. Foto: REUTERS/Bernadett Szabo
Begitu banyak sejarah yang terukir dalam perjalanan Timnas Amerika Serikat menjuarai Piala Dunia Wanita 2019. Bahkan, standar baru telah diciptakan Megan Rapinoe cs. semenjak pertandingan pertama babak grup melawan Timnas Thailand.
ADVERTISEMENT
Laga yang digelar di Stade Auguste-Delaune II ini berakhir dengan kemenangan telak Amerika 13-0. Sebelumnya, tidak ada pertandingan sepak bola di Piala Dunia Wanita yang berakhir dengan jumlah gol sebanyak ini.
Untuk Alex Morgan, kemenangan telak atas Thailand memberikan kesan khusus. Pasalnya, wakil kapten Amerika asal California ini berhasil mencetak lima gol. Sepanjang sejarah Piala Dunia wanita, hanya Michelle Akers -- yang juga striker berkebangsaan Amerika -- yang pernah mencetak lima gol dalam satu pertandingan (1991).
Setelah awalan yang meyakinkan, Amerika terus tampil menjanjikan. Jika mengikutsertakan hasil kemenangan 2-0 atas Timnas Belanda di partai final, berarti Amerika telah mencetak 26 gol di final Piala Dunia Wanita, yang kali ini digelar di Prancis.
ADVERTISEMENT
Sepanjang sejarah turnamen ini, tidak pernah ada tim yang bisa mencetak sebanyak itu gol kecuali Amerika. Tak mengherankan, mengingat pasukan pasukan Jill Ellis ini memang diberkahi sejumlah pemain yang andal mencetak gol.
Para pemain Timnas Amerika Serikat bergerombol. Foto: AFP/Franck Fife
Selain Morgan yang telah mencetak 6 gol, ada sang kapten Megan Rapinoe yang mencuri perhatian publik karena jumlah golnya sama dengan Morgan. Disusul Carli Lloyd dan Rose Lavelle yang mencetak 3 gol di turnamen ini. Khusus nama yang terakhir, ada catatan spesial untuknya karena mencetak gol pada menit ke-69 di laga final kali ini.
Kini Lavelle layak menyandang status sebagai pemain kedua termuda Amerika yang sukses mencetak gol di final Piala Dunia Wanita. Usia perempuan kelahiran Ohio ini saat mencetak gol itu ialah 24 tahun 54 tahun. Lantas, siapakah yang termuda? Dialah Alex Morgan, dan usianya baru 22 tahun 15 hari saat tampil di final Piala Dunia 2011.
ADVERTISEMENT
Selain puja puji kepada pemain, apresiasi juga patut diberikan kepada Jill Ellis. Karena di tangan pelatih Tim Wanita Amerika sejak 2014 inilah The Stars and Stripes bisa menjuarai dua Piala Dunia Wanita edisi terkini, tentu saja, secara back-to-back. Sebelumnya, tidak ada pelatih yang bisa mewujudkan mimpi gila ini.
Lebih dari itu semua, kini Amerika berstatus sebagai kampiun Piala Dunia Wanita empat kali. Dan tidak ada tim yang lebih sukses di kancah sepak bola wanita pada level internasional dibandingkan Amerika.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan