Umuh Kritik Penyeleksian Anggota Komite KLB PSSI

PSSI segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara. Ada tiga agenda yang akan dibahas dalam kongres kali ini. Tiga agenda itu ialah pengesahan revisi statuta PSSI, pengesahan revisi kode pemilihan PSSI serta memilih anggota Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan.
Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan dibuat untuk menjaring calon ketua umum PSSI. Kebetulan, kongres PSSI untuk pemilihan ketua akan berlangsung pada Januari tahun depan.
Menariknya, nama-nama calon ketua serta wakil Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan sudah tersebar di dunia maya. Tragisnya, beberapa nama pernah tersandung kasus hukum baik di dalam maupun di luar dunia sepak bola.
Seperti calon wakil ketua pemilihan yang tersebar yakni Denny Azani Latief. Pria yang pernah menjadi anggota organisasi masyarakat (ormas) ini tersangkut kasus penggelapan uang dan divonis tiga tahun penjara.
Lalu, ada Togar Manahan Nero, yang dikabarkan menjadi calon ketua komite banding. Togar pernah dihukum PSSI karena masalah suap klub Medan Jaya.
Nah, salah satu anggota voters, Persib Bandung, berkomentar perihal tersebut. Persib yang diwakili Umuh Muchtar menyayangkan bila anggota komite pemilihan pernah tersandung kasus hukum.
"Soal komite pemilihan nanti saja. Kita liat KLB. Tapi kalau menurut saya cuma orang sakit aja yang ajukan anggota komite pemilihan bekas tersangkut hukum," ujar Umuh di Mercure Hotel Ancol.
"Ya Harus dilihat dulu. Harus mikir semua harus lebih baik ke depan. Saya mau PSSI sekarang bisa jernih bawa kebaikan," lanjutnya.
Saat ini, PSSI masih melakukan kongres untuk memilih anggota komite pemilihan dan komite banding. Kongres kali ini juga dihadiri oleh perwakilan FIFA dan AFC
