kumparan
13 Des 2017 15:06 WIB

Indonesia jadi Negara dengan Tingkat Konsumsi Susu Terendah se-ASEAN

Ilustrasi anak minum susu (Foto: Thinkstock)
Susu adalah salah satu sumber pangan kaya gizi yang sangat dibutuhkan untuk membantu proses perkembangan tubuh. Khususnya untuk anak-anak, susu mempunyai berjuta kandungan nutrisi yang sangat bermanfaat untuk melengkapi gizi yang sangat dibutuhkan anak-anak pada masa tumbuh kembangnya.
ADVERTISEMENT
Salah satu kandungan susu yang sudah dikenal banyak orang adalah kalsium yang sangat berguna untuk mempercepat pertumbuhan tulang. Tapi ternyata di dalam segelas susu murni, terkandung berbagai zat bermanfaat lainnya seperti vitamin B 12 dan potasium. Kedua kandungan ini berfungsi untuk merangsang perkembangan kognitif otak dan memperbaiki dan mempercepat sel-sel otot yang telah rusak.
Akan tetapi, kandungan susu yang sangat kaya masih belum menjadi perhatian utama bagi masyarakat Indonesia khususnya para orang tua. Kurangnya kepedulian terhadap pentingnya mengkonsumsi susu setiap hari membuat Indonesia jauh tertinggal dari Negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina.
Konferensi media gemar minum susu. (Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparan)
Berdasarkan data yang dihimpun oleh perusahaan riset pasar global, Mintel, Malaysia menempati posisi pertama sebagai Negara dengan konsumsi susu tertinggi di ASEAN. Sebanyak 50,9 liter susu dikonsumsi untuk satu orang setiap tahunnya. Peringkat ke-2 disusul Thailand dengan konsumsi 33,7 liter per orang per tahun, dan Filipina di peringkat ke-3 dengan tingkat konsumsi 22,1 liter setiap tahunnya. Bagaimana dengan di Indonesia?
ADVERTISEMENT
“Konsumsi susu di Indonesia adalah yang paling rendah. Dan ini punya korelasi sangat erat dengan besarnya masalah kesehatan yang muncul pada anak-anak,” ujar Emilia E. Achmadi MS., RDN selaku pakar gizi saat ditemui di Konferensi Media Tetra Pak Indonesia Susu Bergizi Kesukaan Anak di Plataran Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu(13/12).
Padahal, dalam laporan yang dirilis oleh USDA Foreign Agricultural Service pada 2016, jumlah konsumsi susu di Indonesia terus meningkat. Jumlah rata-ratanya 5 persen setiap tahunnya.
Konferensi susu bergizi kesukaan anak. (Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparan)
Hal ini cukup mengejutkan, mengingat susu adalah minuman sekaligus makanan paling lengkap kandungan nutrisinya dan sangat mudah diserap oleh tubuh sehingga dapat dikonsumsi oleh segala umur. Bahkan saking besarnya manfaat susu, anak yang baru lahir sampai dengan usia 12 tahun dapat tetap berkembang secara sempurna walaupun hanya mengkonsumsi susu murni.
ADVERTISEMENT
Namun walaupun sangat bermanfaat, konsumsi susu juga harus diperhatikan dosisnya karena jika terlalu banyak konsumsi susu juga kurang baik. Konsumsi susu yang berlebihan menyebabkan anak cepat merasa kenyang sehingga tidak memberi kesempatan kepada sumber makanan bergizi lain untuk diserap ke dalam tubuh anak-anak.
Untuk Anak usia 2 sampai 4 tahun disarankan mengkonsumsi susu sebanyak 500 ml setiap hari, umur 4 sampai 8 600 ml, dan 750 ml untuk anak dengan usia di atas 8 tahun. Kebutuhan anak akan asupan nutrisi yang diperoleh dari susu akan semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia sang anak.
Susu (Foto: Pexels)
Sebaliknya, kebutuhan asupan susu akan kembali berkurang ketika memasuki usia dewasa karena semakin beragamnya tambahan suplemen dan sumber kalsium yang berasal bahan makanan tambahan lainnya.
ADVERTISEMENT
“Usia 20 tahun, 30 tahun, berapa tahun pun usia manusia. Tetap membutuhkan susu untuk melengkapi asupan gizi yang dibutuhkan setiap hari," lanjutnya lagi.
Selain itu, jangan lupa untuk selalu melengkapi asupan gizi dengan bahan makanan lain seperti aneka sayur dan protein hewani sehingga manfaat susu akan semakin lengkap. Konsumsi susu dilengkapi dengan makanan bergizi setiap hari akan membuat pertumbuhan dan kemampuan kognitif anak berkembang secara maksimal.
“Kita harus makan segala, kita manusia diciptakan sebagai omnivora. Kita makan sayur, daging, dan sebagai pelengkap piramida makanan yang seimbang ditutup dengan segelas susu,” tutup Emilia.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan