Mencuci Piring Dapat Mengurangi Stres

Bagi kebanyakan orang, mencuci piring mungkin menjadi hal paling menjemukan dan melelahkan. Apalagi bila tak punya mesin pencuci piring dan harus mencuci setumpuk piring kotor secara manual, membayangkannya saja sudah merasa letih.
Ujung-ujungnya, piring-piring bekas makan hanya ditumpuk begitu saja di wastafel, sampai niat untuk mencucinya terkumpul. Padahal, kegiatan mencuci piring sejatinya dapat membantu mengurangi stres, lho.
Bagaimana bisa?

Sebuah penelitian di Universitas Florida mengungkapkan, mencuci piring bisa meningkatkan inspirasi sebanyak 25 persen dan menurunkan kecemasan hingga 75 persen. Dalam penelitian tersebut, sebanyak 51 mahasiswa diinstruksikan untuk mencuci piring dengan penuh perhatian dan fokus, tanpa ada tekanan sedikit pun.
Hasilnya, mereka yang mencuci piring sepenuh hati merasa lebih lega ketimbang responden yang hanya melakukannya secara asal-asalan. Saat melakukan sesuatu dengan santai, tanpa tekanan dan mengikuti aliran nafas, kegiatan apapun—tak terkecuali mencuci piring tak akan terasa berat.
Bila dipikir secara logis, kenapa kita harus memusingkan hal-hal sepele yang malah akan membuat stres
“Saya tertarik pada kenyataan bahwa kegiatan sehari-hari dapat digunakan untuk meningkatkan perhatian dan fokus—mindfullness, sehingga meningkatkan rasa kesejahteraan dan kepuasan secara menyeluruh,” ungkap Adam Hanley, salah satu tim peneliti seperti dikutip dari Time.

Meski demikian, penurunan tingkat stres tersebut hanya bisa dirasakan bila kegiatan mencuci piring dilakukan saat kita fokus pada aroma sabun, merasakan suhu dari air, dan menyentuh piring-piring kotor. Konsep ini juga bisa diterapkan dalam kegiatan sehari-hari selain mencuci piring.
“Kegiatan sehari-hari yang menggunakan pendekatan intensitas dan kesadaran atau fokus pada apa yang sedang dilakukannya, dapat meningkatkan kualitas kesadaran diri,” pungkas tim peneliti dalam kesimpulan studi tersebut.
