Menikmati Makanan Khas Tiongkok dengan Sentuhan Modern dari Chef Foong

15 Maret 2019 17:01 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Hidangan Pearl Chinese Restaurant Foto: Toshiko/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hidangan Pearl Chinese Restaurant Foto: Toshiko/kumparan
ADVERTISEMENT
Negeri Tiongkok punya banyak makanan khas yang unik dan menggugah selera. Tidak heran, banyak sekali orang Indonesia yang juga hobi makan kuliner khas Tiongkok. Di review makanan kali ini, kami mampir ke Pearl Chinese Restaurant untuk mencicipi hidangan Tiongkok baru di sana.
ADVERTISEMENT
Hidangan baru ini tentu spesial karena Pearl Chinese Restaurant baru saja menunjuk Daniel Foong sebagai Executive Chinese Chef.
Chef Daniel Foong. Foto: Dok. JW Marriott
Lahir dan dibesarkan di Pahang, Malaysia, Chef Foong tertarik pada dunia kuliner sejak ia berusia 14 tahun. Selama lebih dari 23 tahun berkarier, Chef Foong memiliki pengalaman menyajikan kuliner Tiongkok di berbagai negara; termasuk Malaysia, Makau, Hong Kong, China, Singapura, Indonesia dan Vietnam.
Tidak hanya berpengalaman di berbagai hotel bintang lima, Chef Foong juga pernah berkarier di kapal pesiar dan resort; di antaranya Norwegian Cruise Line China, Genting Resort 
World Singapore & Malaysia, The Venetian Macao dan Four Seasons Jakarta.

Suasana makan di Pearl Chinese Restaurant

Pearl Chinese Restaurant, JW Marriott. Foto: Dok. JW Marriott
Kami disambut dengan nuansa merah keemasan yang juga jadi lambang peruntungan di China. Berada di lantai dua JW Marriott Hotel Jakarta, restoran ini cocok untuk makan siang atau pun makan malam bersama keluarga.
ADVERTISEMENT
Ruangan makan kami cukup besar; muat hingga 100 orang. Bagi yang ingin suasana makannya lebih intim, ada empat private dining room untuk kamu dan keluarga pilih.
Wok baked lamb rack with hot bean sauce. Foto: Toshiko/kumparan
Menu kreasi Chef Foong yang pertama kami coba adalah pan fried foie gras with peking duck and crispy beancurd sheet.
Perpaduan foie gras dengan daging bebeknya terasa sempurna. Kebetulan, daging peking yang saya dapatkan adalah yang bagian lembutnya --bagian paha dengan kulitnya-- sehingga bumbunya benar-benar menyerap sempurna. Hidangan ini sangat cocok untuk menjadi pembuka.
Pan fried foie gras with peking duck and crispy beancurd sheet Foto: Toshiko/kumparan
Setelah nasi datang, saya tertarik untuk mencoba baked chilean sea bass with Hong Kong peanut sauce. Sajian ini menarik karena memadukan ikan sea bass yang lembut, dengan saus kacang, dan salad buah. Ya, salad buah.
Baked chilean sea bass with Hong Kong peanut sauce. Foto: Toshiko/kumparan
Mungkin, kalau kamu makan ketiga elemen tersebut secara terpisah, membayangkan perpaduannya akan terasa aneh. Namun, menikmati perpaduan ketiganya secara bersamaan, justru membawa petualangan rasa yang kaya di lidah. Bahkan, menikmatinya dengan nasi pun terasa menggoda.
ADVERTISEMENT
Mewakili sajian ayam, saya mencoba braised chicken with fresh ginseng in claypot. Kuliner Tiongkok terkenal dengan 'rasa seperti di rumah'-nya dan sajian ini mewakilinya. Rasa ginseng yang light menyeruak seketika saya mencicipi sajian ini. Saya lebih suka menikmatinya dengan  kecap asin dan potongan cabai; sama seperti yang diajarkan ibu saya sedari kecil.
Braised chicken with fresh ginseng in claypot. Foto: Toshiko/kumparan
"Rasanya kayak masakan popo (nenek)," ungkap salah satu rekan makan saya kala itu.
Kemudian yang paling ditunggu pun muncul, yaitu wok baked lamb rack with hot bean sauce. Sajian daging domba memang adalah yang paling tricky. Pertama, dagingnya sendiri harus segar dan kedua proses pengolahannya harus tepat, sehingga menghasilkan daging yang lembut.
Wok baked lamb rack with hot bean sauce. Foto: Toshiko/kumparan
Saya mendapati olahan domba yang menjawab kedua hal tersebut. Dagingnya terasa lembut dengan tingkat kematangan yang sungguh pas. Saya pun tidak mencium ada bau aneh sedikit pun.
ADVERTISEMENT
Ditambah hot bean sauce dengan rasa manis gurih yang meresap hingga ke dalam, hidangan ini jadi primadona. Sesama rekan jurnalis yang makan bersama di sana juga memberikan catatan positif soal hidangan ini.
Rasanya agak kurang makan hidangan Tiongkok bila tidak makan sapo tahu. Setuju? Pearl Chinese Restaurant punya makanan spesial lainnya, yaitu homemade spinach bean curd with seafood served in claypot. Sajian ini bikin makan siang saya jadi makin lengkap.
Homemade spinach bean curd with seafood served in claypot. Foto: Toshiko/kumparan
Homemade tofunya dilapisi bayam. Sungguh lembut, namun cukup kokoh untuk diangkat dengan sumpit. Saat tofunya pecah di mulut, rasa kedelainya pun masih sangat kental; sekilas kamu akan merasa 'creamy' di lidah.
Sebagai penutup, saya dihidangi lemongrass jelly with dragon fruit and kaffir lime. Setengah potong buah naga segar dengan warna ungu yang cantik diisi dengan jeli manis lembut. Di sampingnya terdapat kaffir lime, saya pun memerasnya ke atas hidangan itu.
Lemongrass jelly with dragon fruit and kaffir lime. Foto: Toshiko/kumparan
Menutup makan siang dengan dessert ini adalah pilihan tepat. Pasalnya, kami telah banyak makan daging, dan rasanya sebuah penutup yang ringan dan segar sekaligus bisa mencuci mulut dengan sempurna.
ADVERTISEMENT

Apa yang membuat menu baru Pearl Chinese Restaurant spesial?

Homemade spinach bean curd with seafood served in claypot. Foto: Toshiko/kumparan
Chef Daniel Foong tetap mempertahankan rasa serta metode masak tradisional khas Tiongkok. Salah satunya, ia masih memasak dengan wok --sebutan wajan khas China.
Kendati demikian, presentasi moderen serta perpaduan yang unik --salah satunya ikan sea bass dengan salad buah-- jadi nilai lebih. Rasa dari perpaduan makanannya membawa petualangan rasa unik yang mungkin belum pernah kamu coba sebelumnya.
Pearl Chinese Restaurant
Alamat: Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No.1, RT.5/RW.2, Kuningan, Kuningan Tim., Kecamatan Setiabudi, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12950