Kumparan Logo

Pecel Pincuk Kalibata, Pionir Sajian Pecel khas Madiun di Ibu Kota

kumparanFOODverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pecel pincuk Kalibata Foto: Fauzan Dwi Anangga/ kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pecel pincuk Kalibata Foto: Fauzan Dwi Anangga/ kumparan

Menemukan hidangan pecel khas Madiun di ibu kota tak begitu sukar, tapi jarang yang cita rasanya masih autentik. Beberapa mungkin telah memodifikasi bumbunya, mengingat segelintir bahan perlu didatangkan dari daerah asalnya. Jelas, bukan suatu hal yang mudah.

Namun, di tengah keriuhan Jakarta, ada satu tempat makan enak yang menyajikan pecel Madiun dengan cita rasa asli. Pecel Pincuk Kalibata, namanya.

Menempati salah satu bangunan di kawasan kuliner Taman Makam Pahlawan Kalibata, rupanya tempat makan ini merupakan salah satu pionir pecel di Jakarta.

Tempatnya memang sederhana dan tak begitu luas, namun para pengunjungnya datang silih berganti tiada henti. Di salah satu sisi dindingnya, terpampang foto beberapa figur publik yang pernah berkunjung ke Pecel Pincuk Kalibata.

Pecel pincuk Kalibata Foto: Fauzan Dwi Anangga/ kumparan

Mulai dari pakar kuliner Bondan Winarno, Sisca Soewitomo, pejabat negara Tjahjo Kumolo, dan sederet selebriti.

Menurut penuturan Sandhyarta, sang pemilik, bisnis pecel pincuk ini ia teruskan dari sang ibu, yang sudah berjualan sejak tahun 1998. Resep yang dipakainya adalah pecel khas Kediri, dengan cita rasa cenderung asin.

"Ciri khasnya ya, dari bumbu yang dipakai. Bumbunya bumbu komplit, ada kulit daun jeruk, kencur, bawang putih, bawang merah, asam, terasi. Semuanya dipakai," ungkapnya kepada kumparan.

Selain itu, tersedia pula beragam pilihan lauk sebagai teman menyantap pecel. Ada telur puyuh, ati ampela, tempe goreng, dan aneka gorengan.

Pecel Pincuk Kalibata Foto: Safira Maharani/ kumparan

Bahkan, ada makanan khas Jawa Timur lainnya seperti mendol --olahan dari kedelai yang hampir basi dan digoreng-- serta gembus, ampas kedelai yang dijadikan mendoan.

Seporsi nasi pecel (Rp 17 ribu) tersaji di atas piring beralaskan daun pisang. Awalnya, pecel disajikan di atas pincuk (daun pisang yang dibentuk kerucut).

Namun, seiring dengan perubahan konsep ruangan yang menggunakan meja, pincuk tersebut diganti dengan piring supaya lebih mudah disantap.

Pecel pincuk Kalibata Foto: Fauzan Dwi Anangga/ kumparan

Porsinya cukup besar, dengan saus kacang yang melimpah. Sayurannya direbus dalam waktu yang pas, menghasilkan tekstur renyah, tak terlalu lembek, namun tetap empuk. Variasinya cukup beragam; daun singkong, pepaya, kenikir, taoge, dan kacang panjang.

Bumbunya cenderung encer, dengan warna cokelat terang. Jejak rasa khas kencur langsung terasa di cecapan pertama, diiringi dengan gurihnya kacang dan rempah lainnya.

Yang membuatnya makin istimewa, adalah tambahan sambal tumpang sebagai campuran. Komposisi bahannya cukup unik, terbuat dari tempe busuk yang dicampur dengan cabai, bawang merah, bawang putih, kunyit, daun jeruk, dan garam.

Pecel Pincuk Kalibata Foto: Safira Maharani/ kumparan

Menghasilkan paduan rasa gurih, pedas, dan agak asam.

Yang tak kalah menarik, adalah sajian mendolnya. Butiran kedelainya masih terasa, membuatnya terasa renyah. Samar-samar, tercecap rasa pedas khas rempah yang dibarengi dengan rasa gurih.

Dalam sepiring sajian pecel pincuk ini, tersimpan ciri khas kuliner Jawa Timur yang begitu kental, memuaskan perut yang lapar dan memanjakan indera pengecap.

Pecel Pincuk Kalibata

Alamat: Jl. TMP Kalibata Kemendagri Arah Utara No.Samping, RT.6/RW.4, Dari Pos, Polisi, Kota Jakarta Selatan

Jam buka: Setiap hari, (pukul 07.00 - 20.00 WIB)

embed from external kumparan