Kumparan Logo

Penyebab Mulut Berbau seperti Cat Kuku Saat Kurangi Makan Karbohidrat

kumparanFOODverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bau mulut (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bau mulut (Foto: Thinkstock)

Mengurangi karbohidrat dilakukan antara lain sebagai ikhtiar menurunkan berat badan, namun efek sampingnya adalah munculnya bau mulut. Mengapa bisa demikian?

Tubuh kita mendapat energi dari berbagai sumber makanan, termasuk karbohidrat, lemak, dan protein. Yang dipecah pertama kali untuk menjadi energi adalah karbohidrat atau glukosa, baru kemudian lemak. Maka ketika kamu menjalani diet keto atau membatasi asupan karbohidrat, tubuh lantas menggunakan cadangan lemak untuk menghasilkan energi.

Dikutip dari American Journal of Clinical Nutrition, asam lemak kemudian diubah menjadi keton. Ini merupakan bahan kimia yang diproduksi secara alami oleh tubuh ketika membakar lemak untuk energi, termasuk beta hydroxybutyrate, acetoacetate, dan acetone.

Nah, acetone sendiri merupakan bahan dalam pembuatan cat kuku maupun penghapus cat kuku. Sehingga mereka yang sedang diet keto dan napasnya berbau seperti cat kuku pun disebut mengalami napas keto. Napas keto sering dideskripsikan mirip dengan bau logam, tapi ada juga yang bilang bau napasnya seperti bau buah.

Biasanya bau mulut seperti ini kuat tercium saat kamu baru memulai diet keto atau diet rendah karbohidrat lainnya. Tapi bau mulut yang khas ini bisa juga tercium saat seseorang puasa, kelaparan, melakukan olahraga yang berkepanjangan, mengonsumsi alkohol, serta diabetes tipe 1 yang tak tertangani.

Diet keto. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Diet keto. (Foto: Thinkstock)

Tapi tenang, setelah tubuh bisa menyesuaikan dengan asupan karbohidrat yang lebih rendah, bau mulut yang mirip bau cat kuku ini akan berkurang. Demikian penjelasan dari The Daily Meal.

Mengatasi Bau Mulut

Jika kamu sekarang sedang diet rendah karbohidrat, maka beberapa cara ini bisa membantu mengurangi bau mulut, seperti dikutip dari Health Line:

1. Menambah asupan cairan

Aseton dan keton akan dikeluarkan melalui pernapasan dan urine, maka itu minumlah cairan lebih banyak untuk meningkatkan frekuensi buang air kecil. Pokoknya jaga tubuh kamu terhidrasi dengan baik ya.

2. Makan lebih sedikit protein

Protein memang penting dalam diet rendah karbohidrat, tapi bisa menyumbang bau mulut. Soalnya saat tubuh memecah protein, maka akan menghasilkan amonia yang bikin bau mulut.

Agar bau mulut berkurang, kamu bisa meningkatkan asupan lemak sehat yang bisa didapat dari alpukat, kacang dan minyak zaitun.

Gosok gigi secara rutin menghindarkan bau mulut. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Gosok gigi secara rutin menghindarkan bau mulut. (Foto: Thinkstock)

3. Jaga kebersihan mulut

Napas keto memang enggak akan hilang sepenuhnya dengan menggosok gigi dua kali sehari. Tapi setidaknya bisa mengurangi sedikit bau mulut karena gosok gigi akan menyingkirkan bakteri di mulut yang memperburuk napas keto.

4. Makan permen atau permen karet

Sampai tubuh menyesuaikan diri dengan diet rendah karbohidrat, kamu bisa sesekali mengisap permen atau mengunyah permen karet. Beberapa permen karet dan permen lainnya mengandung sedikit karbohidrat, sehingga bisa meningkatkan asupan karbohidrat harian dan mengurangi napas keto.

Apakah kamu punya cara lain menghilangkan bau mulut?