kumparan
10 Feb 2019 21:14 WIB

Pesan Finalis World Barista Championship 2018 untuk Para Coffeepreneur

Muhammad Aga (kiri) dalam sesi talkshow di Art & Coffeepreneurship Day 2019. Foto: Dok. Istimewa
Menjamurnya coffee shop di Indonesia adalah bukti bahwa usaha ini sedang dilirik. Kalau diperhatikan, banyak sekali pemilik coffee shop yang usianya masih muda; bahkan di bawah 30 tahun. Didukung dengan banyaknya pilihan kopi Indonesia yang luar biasa enak, ereka beradu kreativitas agar usaha tempat kopinya berhasil bertahan di tengah banyaknya pesaing.
ADVERTISEMENT
Melihat banyaknya yang menggandrungi bisnis kuliner ini, Tropicana Slim mengadakan Art & Coffeepreneurship Day 2019, acara edukatif untuk anak muda Indonesia, khususnya di Jakarta untuk berani melangkah maju sebagai wirausahawan kopi (coffeepreneur).
Acara ini dihadiri oleh sejumlah peserta yang sebagian besar merupakan para coffeepreneur pemula maupun anak muda yang ingin membuka usaha minuman kopi. Dalam kesempatan ini, ada serangkaian kegiatan menarik seperti sharing “Art & Coffeepreneurship” bersama Muhammad Aga, Finalis World Barista Championship 2018 dan Co-Founder Smith Coffee Bar Jakarta terkait tips sukses menjalankan bisnis kopi, serta mengikuti 3D Art Latte Workshop.
Suasana Art & Coffeepreneurship Day 2019. Foto: Dok. Istimewa
kumparanFOOD menemui Muhammad Aga di sela-sela acara yang diadakan di Hiveworks Co-Work & Cafe tersebut. Ia mengungkapkan bahwa masih ada peluang cukup besar untuk mereka yang ingin menjadi coffeepreneur. Menurutnya, konsumsi kopi di Indonesia sedang berkembang. Namun, tetap yang paling tinggi untuk per kapitanya adalah Jepang dan Cina.
ADVERTISEMENT
“Agar makin sukses berbisnis minuman kopi, para Coffeepreneur muda Indonesia harus kreatif dan terus berinovasi dalam menyajikan minuman kopi. Rasa enak saja tidak menjamin, sehingga kita perlu menyajikan pengalaman unik dan berbeda, baik secara penampilan minuman, pelayanan, harga, maupun lokasi. Selain itu, pilihan kopi yang lebih sehat juga perlu dipertimbangkan, karena saat ini semakin banyak konsumen Indonesia yang sadar akan gaya hidup sehat,” ungkap Aga.
Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa semua yang ingin menjual kopi, harus tahu pangsa pasarnya. Aga membagi pangsa pasar menjadi originally seeker, affordable luxury lovers, dan mass followers.
Originally seeker adalah mereka yang geek; datang karena untuk benar-benar menikmati kopinya. Sementara affordable luxury lovers mencari tempat yang high end, kualitas kopi nomor dua, yang penting bisa dandan. Nah, kalau mass followers adalah mereka yang ikut karena melihat teman-temannya ngopi juga,” terang Aga dalam acara Art & Coffeepreneurship 2019 (9/2).
ADVERTISEMENT
Aga mengibaratkan bahwa ketiganya bak segitiga yang berhubungan. Pasalnya, bukan tak mungkin mereka yang awalnya adalah followers, berubah menjadi originally seeker karena ketertarikannya terhadap kopi.
“Kalau saya memilih untuk menyajikan untuk ketiganya. Yang mahal dan enak ada tapi yang standar juga ada,” ceritanya menutup percakapan.
Art & Coffeepreneurship Day 2019 hadir di sembilan kota, yang meliputi Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Bali dan Makassar. Acara ini merupakan inovasi dari Tropicana Slim untuk mengkreasikan minuman kopi yang lebih sehat dengan menggunakan gula rendah kalori. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati ragam pilihan kopi yang enak dan sehat secara rutin tanpa perlu khawatir asupan gula yang berlebihan.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan