kumparan
18 Okt 2018 11:19 WIB

Tips Memasak Steak Daging Sapi Premium Anti Gagal

Ilustrasi sirloin steak (Foto: Thinkstock)
Saat memesan steak di restoran, jenis daging sapi apa yang biasanya kamu pesan? Kobe, wagyu, atau angus dari Australia?
ADVERTISEMENT
Bagi sebagian besar penggemar hidangan dari daging sapi panggang tersebut, steak memang paling cocok diolah menggunakan jenis daging sapi premium. Berbeda dari daging sapi biasa, sapi premium memiliki tekstur daging yang jauh lebih empuk dengan corak marbling atau lemak lebih banyak.
Saat disantap, juice nya pun terasa lebih gurih tanpa menimbulkan rasa mual di perut. Jadi jangan heran bila harga daging premium pun jauh lebih tinggi dibandingkan daging dari sapi biasa.
Sebagai daging sapi yang tergolong spesial, ternyata proses memasaknya pun tak boleh dilakukan secara sembarangan, lho. Menurut Chef Deden Gumilar, excecutive chef dari Riva Grill Bar & Terrace, keistimewaan daging premium terletak pada teksturnya yang empuk dengan juice yang lebih terasa meskipun dimasak dengan sedikit bumbu.
ADVERTISEMENT
Namun, sayangnya banyak orang yang masih mengolah jenis daging mahal ini dengan cara yang kurang tepat. Seperti memasaknya terlalu lama dan menambahkan bumbu dalam jumlah banyak sehingga cita rasa alami daging malah tenggelam dan tidak terasa saat disantap.
"Selain bahan mentahnya yang harus bagus, harus konsisten bagaimana kita menjaga kualitasnya jangan sampai hilang pada saat proses masak. Untuk daging yang bagus, janganlah dikasih marinasi yang aneh-aneh karena akan break the original taste," ujar Chef Deden kepada kumparanFOOD saat ditemui pada Selasa (16/10).
Untuk menambah rasa saat akan membuat steak dari daging sapi berkualitas tinggi, cukup lumuri permukaan daging dengan bumbu sederhana yang terdiri dari merica dan garam. Perpaduan merica dan garam akan membuat steak terasa lebih gurih namun tidak sampai merusak rasa alami yang dihasilkan dari sari-sari daging. Namun berbeda dari hidangan berbahan daging sapi khas Indonesia yang kebanyakan menggunakan merica putih, steak lebih cocok diolah dengan merica hitam yang rasa pedasnya tidak terlalu kuat.
ADVERTISEMENT
"Saya sarankan, cukup tambahkan garam dan merica. Tapi jangan merica putih, karena rasanya akan terlalu pedas. Biarkan daging memberi rasa alami pada steak," tambah Chef Deden.
Memanggang steak. (Foto: Thinkstock)
Setelah proses marinasi selesai, proses memanggang daging pun harus diperhatikan agar tak merusak rasa alaminya. Salah satunya teknik basting yang biasa dilakukan oleh para chef saat memanggang steak dengan wajan datar.
Teknik basting dapat dilakukan dengan cara menyiram permukaan daging dengan mentega cair atau minyak panas saat daging dipanggang agar matangnya lebih merata. Selain mempercepat proses pematangan, teknik basting akan menghasilkan tekstur steak yang empuk dan lebih gurih.
Pada saat disajikan, jangan langsung memotong daging karena akan membuat seluruh juice daging keluar sehingga cita rasa steak akan hambar dan bertekstur basah. Setelah steak matang, Chef Deden menyarankan untuk mengistirahatkan daging selama 3-5 menit sebelum disajikan. Proses ini berfungsi untuk menurunkan suhu pada daging dan memberi waktu agar juice kembali terserap ke dalam daging.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·