Kumparan Logo

Tips Memilih Produk Olahan Daging untuk Menunjang Gizi Harian

kumparanFOODverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
sosis mengandung lemak jenuh yang tinggi (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
sosis mengandung lemak jenuh yang tinggi (Foto: Thinkstock)

Di antara banyaknya jenis makanan yang dapat dikonsumsi, produk hewani merupakan salah satu makanan yang sangat direkomendasikan oleh para ahli kesehatan. Seperti yang kita ketahui, produk hewani merupakan sumber protein dan kaya akan nutrisi yang berfungsi untuk memperbaiki sel tubuh yang rusak, meningkatkan daya tahan tubuh, serta meningkatkan kinerja otak.

Dalam satu hari saja, tubuh setidaknya membutuhkan asupan protein minimal 7-15 gram. Kekurangan protein akan menyebabkan tubuh cepat lelah, susah berkonsentrasi, anemia, hingga gangguan pada sistem metabolisme.

Peluncuran logo baru So Good (Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Peluncuran logo baru So Good (Foto: Kartika Pamujiningtyas/kumparan)

"Manusia tersusun dari jutaan sel, dan protein dari produk hewani membantu membentuk dan memperbaiki sel-sel yang hilang atau rusak dan membentuk hormon serta gen manusia," ujar Profesor Hardinsyah, M.S., Ph.D saat ditemui kumparan pada acara So Good 'Solusi Protein Berkualitas untuk Keluarga Indonesia' di The Hook Restaurant and Bar, Jakarta Selatan (27/2).

Daging juga seringkali diolah kembali menjadi aneka produk olahan seperti nugget, sosis, atau bakso. Dengan cara diolah kembali, protein yang terkandung di dalam daging dapat bertahan lebih lama.

Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih produk olahan daging. Apalagi di tengah maraknya berbagai produk olahan daging yang menggunakan bahan-bahan berbahaya, masyarakat dituntut untuk lebih selektif dalam memilih produk olahan daging untuk menghindari risiko terkena gangguan kesehatan.

Sosis daging olahan. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Sosis daging olahan. (Foto: Pixabay)

Berdasarkan penjelasan profesor Hardinsyah, hal utama yang harus diperhatikan saat membeli produk olahan daging adalah kemasannya.

"Pastikan kemasan sosis, nugget, atau bakso tidak rusak, berlubang, atau menggelembung seperti bantal," jelas profesor Hardinsyah.

"Kemasan yang rusak atau berisi udara menandakan bahwa produk sudah tidak layak dimakan," tambahnya.

Kedua adalah membaca dengan seksama petunjuk serta informasi gizi yang biasanya tertera pada bagian belakang kemasan. Produk olahan daging yang berkualitas akan menyertakan nilai gizi, nomor MD (Makanan Dalam), ML (Makanan Luar), atau PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dari BPOM yang menentukan dari mana produk berasal.

Selain itu, perhatikan juga tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan. MD dan PIRT merupakan makanan lokal yang diproduksi di dalam negeri, sedangkan ML adalah makanan dari luar negeri yang telah melalui proses pemeriksaan BPOM.

"Setiap produk komersial yang dijual, harus ada nomor MD, ML, atau PIRT dari BPOM. Berarti makanan tersebut telah diperiksa oleh pemerintah melalui BPOM," kata Profesor Hardinsyah.

Ilustrasi menyimpan makanan di dalam kulkas (Foto: Freepik)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menyimpan makanan di dalam kulkas (Foto: Freepik)

Yang terakhir dan paling penting adalah proses penyimpanan produk olahan daging agar kualitas dan gizinya tetap terjaga. Nugget, sosis, bakso, dan produk olahan lainnya hanya dapat bertahan maksimal empat jam di dalam suhu ruang.

Jika lebih dari waktu tersebut, maka bakteri jahat dapat berkembang biak dan merusak kualitas makanan. Tak hanya itu, saat kemasan sudah dibuka, usahakan selalu simpan di dalam freezer bersuhu -18°C.

Dengan suhu dingin dan cara penyimpanan yang tertutup rapat, produk olahan daging dapat bertahan hingga satu tahun lamanya tanpa mengalami kerusakan dari segi kualitas maupun gizi.