kumparan
26 Apr 2019 13:35 WIB

Udang Saus Durian, Menu Ramadhan di Plataran Dharmawangsa

Udang saus durian Plataran Dharmawangsa. Foto: Dok. Plataran Dharmawangsa
Biasanya udang dimasak dengan bumbu asin atau pedas. Tapi, berbeda halnya dengan menu udang yang satu ini.
ADVERTISEMENT
Makanan laut tersebut justru dipadukan dengan buah durian.
Menu ini sejatinya adalah sajian spesial Ramadhan yang dipersiapkan oleh Plataran Dharmawangsa.
Konsepnya hampir sama seperti tempoyak. Hanya saja, daging durian tak melalui proses fermentasi. Cuma diolah menjadi bentuk pasta.
Udang saus durian Plataran Dharmawangsa. Foto: Safira Maharani/kumparan
Udang lalu ditumis bersama pasta durian, cabai, bawang putih, dan bawang merah. Menghasilkan saus berwarna merah kental.
“Fungsi durian ini sebenarnya untuk mengentalkan. Kan ada beberapa bahan yang berperan sebagai pengental, ada dari butter, ada dari krim, ada dari tepung-tepungan. Nah, salah satunya juga ada durian,” jelas Vice President Plataran Venues & Dining, Permana Sigidprawiro kepada kumparan (24/4).
Aroma khas duriannya tercium cukup tajam. Namun begitu dimakan, rasa duriannya ternyata tak begitu kentara. Hanya ada rasa manis yang tipis. Sisanya, tertutupi dengan rasa bumbunya.
ADVERTISEMENT
Daging udangnya cukup besar, dengan tekstur daging yang cukup empuk. Seporsinya berisi cukup banyak. Bisa dinikmati untuk dua orang.
Nasi Kebuli King Prawn Plataran Dharmawangsa. Foto: Safira Maharani/kumparan
Selain udang saus durian, juga ada sederet menu bercita rasa Timur Tengah. Seluruh menu Ramadhan khas Timur Tengah itu dimodifikasi dan dipadukan dengan rasa Indonesia.
Misalnya saja, nasi kebuli king prawn. Daging yang digunakan bukan daging kambing atau domba. Melainkan daging ayam dan udang.
Warna tampilannya pun lebih gelap. Jejak rempahnya terasa tipis, dan baru terasa di akhir cecapan. Tidak terlalu kuat bila dibandingkan dengan nasi kebuli pada umumnya.
Permana mengungkapkan, yang diterapkan memang metode memasaknya saja. Sedangkan untuk takaran rempahnya dikurangi. Supaya bisa dinikmati oleh banyak orang.
Fried Shirataki Plataran Dharmawangsa. Foto: Safira Maharani/kumparan
Lalu ada menu fried shirataki. Mirip seperti nasi goreng, tapi bahan dasarnya adalah konyaku. Tepung berbahan dasar umbi-umbian ini karbohidrat dan kalorinya lebih rendah. Sehingga lebih sehat daripada nasi putih.
ADVERTISEMENT
Bulir-bulir konyaku disajikan bersama potongan ayam. Tampilannya berwarna kuning pucat.
Untuk teksturnya, terasa sangat ringan. Rasanya sedikit pedas. Rupanya, shirataki tersebut dimasak dengan campuran bumbu kari.
Hampir semua hidangan Ramadhan yang disajikan berbau kari dan gulai. Tapi, masing-masing punya rasa yang berbeda.
“Bumbu kari itu banyak sekali. Kalau dikombinasikan bisa menghasilkan berbagai variasi. Takarannya kalau diutak-atik bisa menciptakan rasa berbeda,” imbuh pengusaha yang juga seorang chef tersebut.
Es tebu lemon Plataran Dharmawangsa. Foto: Dok. Plataran Dharmawangsa
Selain makanan, ada pula menu es temon yang terbuat dari campuran tebu dan lemon. Rasa manisnya tak berlebihan, karena menggunakan air tebu asli. Campuran lemon membuatnya terasa segar.
Nantinya, para pengunjung juga akan mendapatkan tujuh jenis hidangan tradisional untuk berbuka puasa. Mulai dari bubur kacang ijo, bubur ketan hitam, biji salak, bubur sum-sum pandan, bubur jali-jali, bubur talas ungu, es delima atau es campur, dan puding cantik.
ADVERTISEMENT
Semua menu tersebut dapat dinikmati secara ala carte. Bisa juga memesan menu paket Ramadhan seharga Rp 215 ribu. Menu es tebu lemon juga dapat dipesan terpisah seharga Rp 59 ribu.
Plataran Dharmawangsa
Jl. Dharmawangsa Raya No.6, RT.4/RW.2, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Jam buka: Setiap hari, (11.00-22.00)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan