kumparan
21 Apr 2018 11:57 WIB

5 Lagu untuk Mengenang Kepergian Avicii

DJ Avicii (Foto: Instagram @Avicii)
Sejak tahun 2016, Tim Bergling atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Avicii telah didiagnosis mengidap penyakit pankreas akut akibat kadar alkohol yang berlebih di dalam tubuhnya.
ADVERTISEMENT
Kini, tiba-tiba Avicii ditemukan tidak bernyawa di Kota Muscat, Oman, Jumat (20/4). Penyebab kematiannya pun belum diketahui pasti. Namun, banyak orang menduga bahwa penyakit akutnya itu adalah salah satu penyebab kematian DJ berusia 28 tahun tersebut.
Untuk mengenang sosok Avicii dan musiknya yang menggemparkan dunia, inilah 5 lagu terbaik Avicii sejak awal karier hingga akhir hayatnya versi kumparan (kumparan.com).
1. Wake Me Up
Dirilis pada 17 Juni 2013 sebagai single utama dari debut studio album Avicii bertajuk ‘True’, single ‘Wake Me Up’ menjadi salah satu pencetus pecahnya tren musik EDM di seluruh dunia.
Mengusung aliran folktronica, Avicii menciptakan sebuah perpaduan unik antara musik EDM, soul, dan country dalam single tersebut. Berkolaborasi dengan penyanyi soul asal Amerika Serikat, Aloe Blacc, dan mantan pencabik bas gitar Incubus, Mile Einziger, konsep dan musik dari single ‘Wake Me Up’ yang ditawarkan Avicii menjadi unik dan menyenangkan untuk dinikmati.
ADVERTISEMENT
Karena keunikan serta nuansa lagunya yang hebat, Avicii sukses menjadi DJ paling terkenal di seluruh dunia saat itu. ‘Wake Me Up’ pun merajai tangga lagu di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Australia, Inggris, Slovakia, dan Lebanon, pada 2013 sampai 2014.
Video klip 'Wake Me Up' yang dipublikasikan di YouTube pada 29 Juli 2013 ini sudah berhasil ditonton sebanyak 1,42 miliar kali dan menuai komentar sebanyak 316 ribu.
2. Waiting For Love
Beralih ke aliran progressive house serta menanggalkan folktronica, Avicii diproduseri oleh DJ asal Belanda, Martin Garrix, merilis single ‘Waiting for Love’. Single yang keluar pada 22 Mei 2015 itu juga sebagai penanda dirilisnya studio album kedua Avicii yang bertajuk ‘Stories’.
ADVERTISEMENT
Cara memperkenalkan lagu ini pertama kali pada publik tergolong unik. Saat itu, Avicii dan Garrix sama-sama memutar ‘Waiting For Love’ di Ultra Music Festival 2015. Banyak orang yang kemudian menduga Avicii dan Garrix menciptakan satu proyek alterego bersama.
Selain diproduseri oleh Garrix, Avicii juga mempercayakan single tersebut mantan vokalis Cherry Ghost, Simon Aldred, sebagai pengisi vokal dan penulis lirik.
Namun, karena Aldred tak mencantumkan namanya di lagu ‘Waiting For Love’, kala itu banyak orang yang mengira bahwa Avicii memercayakan John Legend sebagai pengisi vokal.
Pada 2015, YouTube sedang gencar mempopulerkan fitur video 360 derajat dan Avicii pun tak ingin ketinggalan zaman. Ia langsung membuat 3 video sekaligus untuk single ‘Waiting For Love’. Video musik resmi single tersebut di sutradarai oleh Sebastian Ringler. Kemudian ada pula video lirik yang diunggah pada 22 Mei 2015, serta video 360 derajat yang disutradari oleh Kurt Hugo Schneider dan rilis pada 28 Mei 2015.
ADVERTISEMENT
Hingga saat ini ‘Waiting For Love’ telah diperdengarkan oleh lebih dari 450 orang di Spotify dan oleh karenanya single tersebut pun sukses menjadi single terbaik Avicii kedua setelah ‘Wake Me Up’.
Tak hanya itu, keberhasilannya di pasar membuat single tersebut meraih platinum di berbagai negara, termasuk Australia, Kanada, dan Italia.
3. Levels
Meski bukan lagu yang sukses merajai berbagai tangga lagu di seluruh dunia, ‘Levels’ tetap patut diperhitungkan sebagai satu single beraliran big room house milik Avicii yang paling fenomenal.
Pertama kali dibawakan saat mengisi konser BBC Radio 1’s Essential Mix pada Desember 2010, ‘Levels’ resmi dirilis pada 28 Oktober 2011 di berbagai negara, termasuk Swedia, Austria, Denmark, Italia, dan Inggris. 'Levels' menjadi single pertama yang membawa nama Avicii dikenal publik.
ADVERTISEMENT
Dalam proses pembuatan, ‘Levels’ mengambil sample dari lagu gospel era 60an berjudul ‘Something’s Got to Hold on Me’ milik Etta James.
Sample tersebut sebenarnya sudah pernah Avicii pakai untuk single ‘Finally Moving’ miliknya yang rilis pada 2006. Kepopuleran ‘Levels’ kemudian mendorong rapper Amerika Serikat, Flo Rida, untuk mencipta lagu ‘Good Feeling’ yang juga menggunakan suara Etta James sebagai sample.
Loading Instagram...
Tak hanya Flo Rida, single tersebut sukses meninggikan nama Cazzette dan Skrillex di industri musik EDM dunia. Keduanya menciptakan sebuah remix yang masing-masing sukses dan laku keras di pasaran. Pada 2013, single ‘Levels’ juga digarap ulang oleh penyanyi asal Korea Selatan, Im Seulong, personel 2AM.
Single fenomenal tersebut hingga saat ini masih sering kali diputar di berbagai stasiun radio di Indonesia. Video klipnya yang lucu dan menghibur juga telah ditonton oleh lebih dari 310 juta orang di YouTube.
ADVERTISEMENT
4. Lonely Together
Single ‘Lonely Together’ merupakan salah satu lagu Avicii dari EP terakhir ciptaannya bertajuk ‘Avíci (01)’ yang rilis pada November 2017. Untuk single ini Avicii mengajak penyanyi berdarah Inggris-Albania, Rita Ora, untuk berkolaborasi.
Namun, setelah didiagnosis mengidap penyakit pankreas akut, dan di tengah penggarapan single 'Lonely Together', Avicii sudah tidak pernah lagi tampil secara live di berbagai konser. Lewat single ini, Avicii seolah ingin menceritakan pada publik betapa ia bersedih lantaran harus membatasi kegiatan bermusiknya karena penyakit.
5. Fly With Me
Jelang akhir hayatnya, Avicii masih sempat berkolaborasi dengan Marshmello untuk mencipta sebuah karya bertajuk ‘Fly With Me’ yang rilis pada 13 April lalu di YouTube.
ADVERTISEMENT
Selain Marshmello, dalam lagu ‘Fly With Me’ Avicii juga memercayakan penyanyi muda berbakat, Shawn Mendes, sebagai pengisi vokal.
Hanya dalam waktu satu minggu, video klip ‘Fly With Me’ sudah ditonton oleh lebih dari 1,3 juta orang di YouTube, padahal belum dijual di iTunes dan belum bisa diperdengarkan di Spotify.
Meski begitu, banyak orang yang sudah menjadikan single ‘Fly With Me’ yang berirama future house sebagai lagu terakhir untuk mengenang sosok DJ asal Swedia itu.
“Fly Avicii, fly to the sky,” tulis Abdul Tayebi di kolom komentar video klip ‘Fly With Me’.
“Dear Avicii, kau takkan pernah terlupakan, kau adalah dan akan selalu menjadi legenda. RIP,” tulis Sumedha Sethi.
ADVERTISEMENT
"Can‘t believe that I found this song today in the morning and now I‘m listening again and it feels so different :( I was hoping for more music to come from avicii and now... rip," tulis girl 94.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·