Pencarian populer

5 Seleb yang Berperan sebagai Pahlawan dalam Film

5 seleb yang berperan sebagai pahlawan. (Foto: Munady Widjaja; Instagram @officialpilarez, @therealdisastr, @lukmansrd; Wikimedia Commons)

Perjuangan para pahlawan bangsa patut untuk selalu dikenang, terutama oleh generasi muda saat ini. Ada banyak cara untuk mengenang jasa mereka, salah satunya melalui film. Sejumlah film biopik tentang pahlawan pernah hadir menghiasi layar lebar Indonesia.

Berikut kumparan (kumparan.com) telah merangkum 5 seleb yang pernah memerankan tokoh pahlawan dalam film:

1. Reza Rahadian

Reza Rahadian (Foto: Munady Widjaja)

Reza Rahadian mendapat kesempatan untuk memainkan karakter salah satu pelopor pergerakan politik di Indonesia, H.O.S Tjokroaminoto. Kisah perjuangannya pun diangkat ke layar lebar dengan judul ‘Guru Bangsa: Tjokroaminoto’.

Guru Bangsa: Tjokroaminoto. (Foto: dok. IMDb)

Film karya Garin Nugroho itu dirilis pada 2015, bercerita tentang perjuangan Tjokroaminoto membangun organisasi Sarekat Islam untuk memberikan penyadaran dan menyamakan hak dan martabat masyarakat bumiputera yang terjajah pada tahun 1900. Reza juga pernah memerankan tokoh B.J. Habibie di film 'Habibie & Ainun'.

Jika saat berperan sebagai Habibie, Reza mendapat kesempatan untuk mewawancarai Presiden ke-3 itu, berbeda saat ia harus berperan sebagai sosok Tjokroaminoto. Aktor berusia 30 tahun ini hanya bisa mengandalkan fakta sejarah dan data visual.

Reza mempelajari gerak-gerik tubuh Tjokroaminoto, terutama saat melakukan orasi politik dari foto-foto yang telah disiapkan oleh tim riset 'Guru Bangsa'.

Bahkan pemeran 'My Stupid Boss' ini sampai bisa menemukan dua ciri khas Tjokroaminoto, yaitu, berdiri sambil mengacungkan telunjuk dan cara duduk di kursi.

Loading Instagram...

Tak hanya belajar dari fakta sejarah, Reza juga banyak berdiskusi dengan sang sutradara, Garin Nugroho. Garin pun memberikan banyak referensi dan membebaskan Reza untuk menerjemahkan karakter sesuai dengan versinya.

“Dari situ saya membebaskan diri, memiliki bahasa tubuh Tjokroaminoto yang saya ciptakan berdasar data sejarah yang ada,” ungkap Reza seperti dilansir Antara.

2. Dian Sastrowardoyo

Dian Sastro (Foto: Instagram @therealdisastr)

Sukses membintangi beberapa film, kemampuan akting Dian Sastrowardoyo tidak diragukan lagi. Ia sempat dipercaya untuk memerankan tokoh perjuangan emansipasi wanita Indonesia, Raden Ajeng Kartini.

Dalam film ini, Dian banyak melakukan persiapan, salah satunya mempersiapkan diri untuk menguasai adat istiadat Jawa dan juga jago menggunakan bahasa Belanda dalam waktu singkat.

"Ya Allah, 'mabuk' Bahasa Belanda. Lumayan, di film ini ada 64 'ayat' Bahasa Belanda," ungkap Dian dalam konferensi pers film 'Kartini'.

Kartini. (Foto: dok. IMDb)

Selain itu, ibu dua anak ini juga diketahui mengunjungi kediaman Kartini di Jepara. Dian secara langsung melihat kamar tempat Kartini dipingit. Dian juga berkesempatan mendatangi rumah suami Kartini di Rembang, Jawa Tengah.

Di rumah ini, Dian bisa melihat tempat Kartini saat melahirkan, hingga menghembuskan napas terakhirnya.

Dian Sastrowardoyo sebagai Kartini (Foto: Legacy Pictures)

Film berjudul ‘Kartini’ karya Hanung Bramantyo itu rilis pada 20 April 2017. Bercerita tentang sosok Kartini yang berjuang untuk menyetarakan hak bagi semua orang, terutama hak pendidikan untuk perempuan.

Kartini juga berjuang mendirikan sekolah untuk kaum miskin dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat Jepara, Jawa Tengah.

3. Adipati Dolken

Adipati Dolken (Foto: Munady Widjaja)

Cowok yang memiliki nama Adipati Koesmadji itu memerankan sosok yang tegas sebagai Jenderal Soedirman.

Aktor berusia 26 tahun ini mengaku keluar dari zona nyaman saat ia bermain dalam film biopik 'Jenderal Soedirman'. Namun bukan hal mudah bagi pria yang memiliki panggilan Dodot ini untuk langsung memerankan sosok Soedirman.

Dodot sempat harus menjalani casting sebanyak dua kali. Setelah berhasil mendapatkan peran tersebut, kesulitan lain yang dihadapinya adalah soal suara. Ia juga tidak terbiasa berbicara dengan logat bahasa Jawa seperti yang dilakukan Soedirman.

"Karena aku belum pernah mendengar suara Jenderal Soedirman dan juga nembangnya Jenderal Soedirman," kata Dodot dalam jumpa pers film 'Jenderal Soedirman'.

Jenderal Soedirman (Foto: Wikimedia Commons)

Namun, bukan Dodot namanya jika tidak bisa menaklukkan kesulitannya itu. Ia tak ingin kepercayaan besar yang diberikan untuknya terbuang sia-sia.

"Aku juga sadar kalau ini merupakan peran yang berat dan beban serta tanggung jawabnya berat. Tapi dengan bantuan dari teman-teman itu membikin motivasi aku kuat," ujarnya.

Jenderal Soedirman. (Foto: dok. IMDb)

Film karya Viva Westi itu rilis pada 2015, yang bercerita tentang seorang Jenderal yang menderita penyakit paru-paru dan harus memimpin perang gerilya saat Agresi Militer II.

4. Christine Hakim

Aktris senior, Christine Hakim (Foto: Manady/kumparan)

Aktris senior yang memiliki nama Herlina Christine Nathalia Hakim ini telah membintangi berbagai judul film layar lebar. Salah satu film yang berhasil membuatnya memenangkan Piala Citra sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik dan Aktris Terpuji Festival Film Bandung adalah film ‘Tjoet Nja’ Dhien.

Tjoet Nja’ Dhien. (Foto: dok. IMDb)

Film karya Eros Djarot itu berhasil memenangkan Piala Citra sebagai Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia pada 1988. Bercerita tentang perjuangan Cut Nyak Dien dan teman-teman seperjuangannya saat masa penjajahan dalam melawan tentara Belanda yang menduduki Aceh.

Banyak persiapan yang harus dilakukan oleh wanita berusia 61 tahun. Salah satunya harus membaca puluhan buku yang disodorkan sang sutradara demi mendalami peran sebagai Cut Nyak Dien. Saat itu, Eros ingin Christine bisa memahami arti film tersebut dan tak sekadar hanya memerankan tokohnya.

Selain bermain dalam film yang dirilis pada 1988 itu, ia juga turut serta dalam beberapa film mengenai tokoh pahlawan nasional, seperti ‘Guru Bangsa: Tjokroaminoto’ dan ‘Kartini’.

5. Lukman Sardi

Lukman Sardi (Foto: Munady)

Lukman Sardi dipercaya Hanung Bramantyo untuk membintangi film biopik yang berjudul ‘Sang Pencerah’. Di film tersebut, pria berumur 46 tahun itu memerankan sosok pahlawan yang tegas dan mau merangkul semua golongan, KH. Ahmad Dahlan. Sebelumnya, Lukman pun pernah berperan dalam film ‘Soekarno’ sebagai Mohammad Hatta.

Sang Pencerah. (Foto: dok. IMDb)

Tantangan yang dihadapi oleh Lukman saat menerima tawaran dari Hanung adalah ia harus berperan sebagai orang Jawa. Lukman pun harus 'rela' mendalami perannya sebagai Ahmad Dahlan dengan hanya berbekal data visual dan berkunjung ke rumah keluarga Ahmad Dahlan di Yogyakarta.

Bintang film 'Di Balik 98' ini pun hanya bisa membaca soal pengetahuan tentang pemikiran Ahmad Dahlan semasa hidupnya.

Film yang dirilis pada tahun 2010 itu bercerita tentang perjuangan Ahmad Dahlan saat mendirikan Muhammadiyah. Film ini juga mengangkat perjuangan anak muda dalam mengutarakan pemikirannya yang dianggap bertentangan dengan pemahaman agama dan budaya pada masa itu.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Rabu,22/05/2019
Imsak04:25
Subuh04:35
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22