kumparan
15 Agu 2019 8:41 WIB

Cerita Baim Wong Tinggal di Pulau Terpencil Selama 3 Hari

Baim Wong usai menggelar acara pengajian di kediamannya di kawasan Menteng, Jakpus, Rabu (21/11/2018). Foto: Mustika Sari/kumparan
Aktor Baim Wong sudah menyelesaikan tantangan dari para penggemarnya. Dia menetap di pulau terpencil di China selama tiga hari.
ADVERTISEMENT
Cowok kelahiran 17 April 1981 ini kesulitan untuk mencari makanan dan minuman. Meski begitu, Baim mendapat pelajaran dari pengalamannya ketika tinggal di pulau terpencil.
"Susahnya hunting minuman, makanan, korek. Tapi saya ngerasain apa yang enggak pernah saya rasain sampai sekarang ya. Di mana kita harus menghargai orang lain, berbagi sisa makanan sedikit sama yang lain, jadi kita emang harus idealis sama apa yang ada di pulau," ujar Baim Wong saat ditemui di fX Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).
Loading Instagram...
"Terlalu banyak pelajarannya selama tiga hari. Sekarang saya insyaallah jadi lebih menghargai makanan, sih. Kita beruntung di Jakarta, enggak dilahirkan di pulau terpencil atau kita lagi penjajahan. Kita orang-orang beruntung lah," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Baim Wong juga menceritakan pengalamannya menetap di pulau sepi penghuni selama tiga hari. Ia dan teman-temannya dituntut untuk membangun tempat tinggal dengan peralatan yang seadanya.
Pemain film ‘Hujan Bulan Juni’ ini juga sangat takut bertemu dengan binatang buas saat berada di pulau terpencil.
"Takut binatang buas. Pas kita nemu tanah lapang kosong, pas kita mau ke sana takut. Kita tahu di sana ada harimau atau apa. Tapi di situ rantai makanannya enggak ada. Pas saya lihat ke bawah enggak ada kelinci atau apa, cuma ada anjing," kata Baim.
Paula Verhoeven dan Baim Wong di kediamannya. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan
Suami Paula Verhoeven ini mengaku wajahnya terbakar setelah beberapa hari menetap di pulau. "Kalau merah pasti lah. Matahari semuanya, jadi ya, di matahariin terus," katanya.
ADVERTISEMENT
Selama melakukan tantangan yang diberikan para netizen di kanal YouTube miliknya, Baim tidak memiliki banyak persediaan makanan. Ia dan tim hanya membawa persediaan mie instan dan makan ringan.
“(Makan) Kerang sama ikan. Tapi ada satu orang kita, editor, bawa snack. Kadang kalau enggak ini (kerang sama ikan) saya makan snack. Susah lah berat,” tutup Baim Wong.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·