kumparan
15 Mar 2019 11:25 WIB

Dennis Adhiswara Senang Banyak Orang Malaysia Suka Film Indonesia

Dennis Adhiswara. Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan
Sampai dengan akhir penayangannya di Indonesia, film ‘Milly & Mamet’ berhasil mendapatkan lebih dari satu juta penonton. Film yang dibintangi oleh Dennis Adhiswara dan Sissy Priscillia itu merupakan spin-off dari film ‘Ada Apa Dengan Cinta’.
ADVERTISEMENT
Ternyata, film garapan Ernest Prakasa ini tidak hanya mendapatkan respons yang positif dari masyarakat Indonesia saja. Tapi juga dari masyarakat Malaysia. Ya, film ‘Milly & Mamet’ tayang di Negeri Jiran.
“Jadi intinya 2 minggu lalu kita merilis ‘Milly & Mamet’ di Kuala Lumpur untuk market Malaysia. Asyiknya lagi ternyata yang dateng ke premiere enggak semua orang Indonesia (yang) tinggal di Malaysia. Tapi justru teman-teman baru di Malaysia,” kata Dennis Adhiswara ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (14/3).
Sissy Priscillia dan Dennis Adhiswara. Foto: Munady Widjaja
Ketika berbincang dengan orang Malaysia yang ada, Dennis mengatakan bahwa film Indonesia memiliki tempat tersendiri di hati penonton di sana. Ia diberitahu ada beberapa film yang kurang hit di Indonesia, justru malah bisa mendapat penonton lebih bagus.
ADVERTISEMENT
“(Kata mereka) ‘entah kenapa ya Den, story-nya kok lebih bagus, gaya penceritaannya, entah kenapa film-film Indonesia, look-nya lebih bagus’. Dan pastinya hal-hal seperti itu jadi sesuatu yang membanggakan,” ujarnya.
Setelah Malaysia, 'Milly & Mamet' akan mengunjungi Brunei Darussalam dan beberapa negara lainnya. Dennis optimistis film nasional bisa menjangkau pasar yang lebih luas jika terus konsisten menghasilkan karya berkualitas.
“Mungkin kita memasuki golden age of indonesian cinema lagi nih. Genrenya semakin beragam, temanya semakin beragam, ceritanya juga semakin beragam dan kompleks. Kualitasnya dengan kuantitas penonton semakin mengimbangi. Mudah-mudahan tahun ini perfilman Indonesia bisa mencetak rekor baru nih,” katanya berharap.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan