Pencarian populer

Dylan Sada Ungkap Pria yang Aniaya Dirinya

Dylan Sada (Foto: Instagram/@dylan_sada)

Kekerasan yang dialami oleh Dylan Sada alias Aldila Wulandari Kusumashanty Pranadjaja pada Selasa (6/3) menghebohkan publik. Banyak yang mengira, pelaku dari penganiayaan tersebut adalah Angel Perez, mantan suami Dylan.

Namun, kepada kumparan (kumparan.com) Dylan membeberkan pelaku yang sesungguhnya. Melalui e-mail, perempuan yang kini tinggal di New York, Amerika Serikat, itu menyebut kekerasan yang dialaminya bukan dilakukan oleh mantan suaminya, melainkan kekasih barunya.

"Mantan suami saya, Angel, dia menelepon saya saat berada di rumah sakit, dia sangat prihatin. Dia juga menyebutkan bahwa banyak orang menuduhnya dan mengiriminya surat kebencian. Oleh karena itu, saya mengunggah video kedua saya, untuk menghentikan semua asumsi dan penilaian negatif. Biarkan pihak berwenang dan karma melakukan tugasnya," ungkap Dylan saat dihubungi kumparan pada Minggu (11/3).

Dylan Sada (Foto: Instagram @dylan_sada)

Dylan bercerita, setelah bercerai dari suami pertamanya, Angel Perez, perempuan 33 tahun itu bertemu dengan kekasih barunya yang tak disebutkan identitasnya dan memutuskan untuk memulai hidup baru dengan menyewa apartemen bersama pada Kamis (1/3).

Tak seperti yang dibayangkan, beberapa hari tinggal bersama, Dylan mengalami kekerasan fisik yang terjadi tak hanya sekali.

Sebelumnya, kekerasan juga pernah dirasakan Dylan setelah beberapa bulan keduanya menjalin asmara. Namun saat itu Dylan bungkam karena kekasihnya melakukan kekerasan verbal, ia ketakutan sekaligus percaya kekasihnya akan berubah.

"Setelah beberapa bulan (pacaran) dan setelah terjadinya penganiayaan fisik yang kedua, akhirnya saya mengumpulkan keberanian untuk berbicara," ujar Dylan.

Dylan Sada. (Foto: Instagram/@dylan_sada)

Saat penganiayaan tersebut berulang, Dylan akhirnya berani melaporkan tindakan tersebut kepada polisi setempat. Kini si pelaku yang tak lain adalah kekasih barunya telah ditahan. Namun begitu, Dylan menderita luka fisik serta trauma yang mendalam.

Seperti video dan foto yang ia unggah pada Selasa (6/3), wajah Dylan nampak membengkak, matanya sembab dan terdapat luka di ujung bibir juga lidah sebelah kirinya.

"Jujur saja malam itu saya dikirim ke UGD unit trauma, saya tidak pernah merasakan banyak kesakitan dan kesepian. Saya dikirim ke sebuah ruangan berisi ada beberapa perempuan lain yang disiksa dan mengalami penderitaan yang sama seperti saya," kata Dylan.

Meski mengalami kekerasan fisik, Dylan mengaku bersyukur dan beruntung karena masih bisa hidup.

"Seorang perempuan, dia diseret oleh suaminya, perempuan tersebut bertubuh kecil. Itu membuat hatiku hancur. Saya hanya mengalami luka memar, saya bisa menyebut diri saya beruntung, saya senang saya melaporkannya karena salah satu dari kami bisa sangat terluka," lanjut Dylan.

Dylan menyebut, hubungannya dengan si pelaku sudah berakhir dan tak lagi berkomunikasi sejak Dylan melaporkannya ke polisi.

"Saya sudah tidak berkomunikasi dengannya lagi, sudah berakhir di antara kita. Selama itu menyakitkan, cukup," kata Dylan.

Sedangkan orang tua Dylan yang kini ada di Indonesia, merasa khawatir sekaligus sedih dengan apa yang terjadi pada putrinya.

"Ya, ibu saya tahu dengan hal ini dan merasa khawatir. Namun aku mengatakan padanya, bahwa sekarang aku telah 'bebas'," ujar Dylan.

Dylan Sada (Foto: Instagram @dylan_sada)

Meski begitu, Dylan tak pernah menyangka video dan foto yang ia unggah ke akun Instagramnya menjadi viral.

"Seperti yang saya sebutkan, satu-satunya alasan mengapa saya mengunggah video adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang kekerasan dalam rumah tangga, bukan untuk menghukum orang yang melakukan kekerasan ini terhadap saya," kata Dylan.

Dylan mengaku senang dan terharu banyak pihak khususnya wanita yang memberinya dukungan.

"Ini adalah perasaan yang luar biasa, saya tidak tahu bahwa cerita saya akan menjadi viral. Saya tidak pernah menerima begitu banyak perhatian atau cinta seperti ini, cukup sulit untuk dilakukan. Tapi ini membantu mengangkat semangat saya karena mengetahui bahwa orang-orang peduli. Saya hanya berharap pesan saya untuk menyebarkan kesadaran tentang kekerasan dalam rumah tangga telah terdengar," lanjut Dylan.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60