kumparan
25 Jun 2018 10:54 WIB

Hari Moekti: Ketika Saya Jadi Artis, Ibu yang Paling Enggak Suka

Hari Moekti (Foto: YouTube Kang Hari Moekti)
Nama Hari Moekti pernah begitu melambung sebagai rocker kondang pada masanya. Ya, ustaz yang menginspirasi banyak orang untuk mulai berhijrah tersebut dulu tenar dengan lagu 'Lintas Melawai' (1987).
ADVERTISEMENT
Kini, Hari telah berpulang. Ia mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 61 tahun di Rumah Sakit Dustira, Cimahi, Minggu (24/6) pukul 20.49 WIB.
Sebelum meninggal dunia, Hari sempat membagikan kisah hidupnya kala belum berhijrah melalui sejumlah video yang diunggah ke channel YouTube Kang Hari Moekti.
Pada video '4 orang yang paling berpengaruh bagi hidup sang rocker | #HariMoektiDoeloe Pt. 6', lelaki kelahiran 25 Maret 1957 itu mengawali kisahnya--sesuai judul video tersebut--dengan menyebutkan empat orang yang berperan besar dalam hidupnya.
"Orang yang berperan besar dan sangat berkesan dalam kehidupan saya itu ada empat. Pertama, ibu saya yang melahirkan. Kedua, ayah. Ketiga, teteh. Keempat, aktivis dakwah," ujar Hari.
Melalui video yang diunggah pada 19 April lalu tersebut, Hari mengakui bahwa ia begitu menyayangi sang ibu. Tak ada satu hal pun yang mampu membuat ia merasa benci terhadap perempuan yang melahirkan dan membesarkannnya itu.
ADVERTISEMENT
"Kalau ibu, wah, luar biasa. Sakitnya dicubit itu bagi saya tidak seberapa. Makanya, walaupun dicubuit atau diapain sama ibu, enggak pernah benci. Aneh, ada teman saya benci sama ibunya. Aneh. Kok, kayak gitu?" tutur mantan personel grup musik Krakatau itu.
Salah satu album Hari Moekti. (Foto: Instagram/@harimoekti)
Siapa sangka, sang ibu yang disapanya dengan panggilan 'Mami' tersebut justru tak suka kala Hari menjadi seorang selebriti. Limpahan rezeki yang dihasilkan sang putra sebagai seorang musisi top seolah tak berpengaruh terhadap ketidaksukaannya itu.
"Ketika saya jadi artis, ibu saya yang paling enggak suka. Istilahnya, kalau saya kirimi duit, buat betulin rumah, perbaiki rumah, atau mungkin untuk bikin rumah, beli kendaraan, enggak jadi-jadi karena dia enggak butuh duitnya. Enggak tahu di pikiran Beliau seperti apa," ungkap Hari.
ADVERTISEMENT
"Tetangga dan sahabatnya, 'Enak ya, Bu Edi punya anak artis. Dia diam saja. Pernah tercetus, 'Ah, enggak suka.' Itu sampai ke kuping. Wah, galau kan. 'Ah, paling kurang kali duitnya,' gitu karena menghargai dengan duit," sambungnya.
Video
Rupanya, sang ibu merasa kehilangan. Terlebih, ketika Hari tinggal bersama seorang tante yang dipanggilnya dengan sebutan 'Mama'. Tak nyaman dengan keadaan itu, Hari pun memutuskan untuk meminta maaf kepada sang ibu.
"Sampai suatu saat saya datang ke Cimahi. Saya minta maaf semaaf-maafnya. Pokoknya, pegang tangannya, saya minta maaf. Kalau dia enggak maafin, saya enggak lepasin," beber mantan personel grup musik Adegan itu.
"Enggak pengin nangis, tapi pengin jawaban, dimaafin. Saya pegang terus sampai, 'Iya, he'eh,' katanya. Ya sudah, dimaafin. Wah, lega. Saya lihat wajah dan matanya, tulus. Iya ya, kasih ibu sepanjang masa itu betul," lanjutnya.
Hari Moekti Meninggal (Foto: harimoekti/instagram)
Meskipun demikian, setelahnya Hari masih saja melanjutkan kariernya di dunia hiburan Tanah Air. Kala itu, jauh sebelum memutuskan untuk berhijrah, ia bahkan sempat merasa jemawa lantaran memiliki kemampuan dan popularitas di atas rata-rata.
ADVERTISEMENT
"Misal ada artis 10 dalam satu panggung, bukan saingan. Enggak ada yang menang lawan gue, gitu soalnya. Sombong, iya barangkali," tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·