Pencarian populer

Meski Penakut, Mawar De Jongh Berani Main di Film ‘Tumbal the Ritual’

Mawar De Jongh (Foto: Munady Widjaja/kumparan)

Aktris Mawar De Jongh memberanikan diri bermain dalam film horor perdananya yang berjudul ‘Tumbal the Ritual’. Meski Mawar adalah seorang penakut, dia memberanikan dirinya untuk bermain dalam film horor yang satu ini.

“Buat pengalaman baru ikut bergabung dalam film ini. Perasaan campur aduk waktu syuting, di tempat horor harus senang, harus sedih. Sebenernya dari pertama dateng sudah serem tempatnya,” tutur Mawar saat dijumpai di Hard Rock Cafe, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, (12/6).

Dalam film ini, gadis berusia 16 tahun itu harus memasuki sebuah pabrik tua yang sudah beroperasi sejak tahun 1951. Hal itu pula yang membuat Mawar merinding ketika menjalani syuting di pabrik yang berada di kawasan Tegal, Jawa Tengah, itu.

Mawar De Jongh (Foto: Munady Widjaja/kumparan)

“Aku sebenernya mikir, sih. Kayak aku pasti enggak akan sendiri, jadi di set sejauh apa pun pasti ada orang lain. Aku berpikir seperti itu setiap saat. Selain itu, hantu juga bukan hantu asli, sih. Walaupun ada tapi kan enggak kelihatan, dia mungkin bisa lihat,” kata Mawar.

Selama 15 hari syuting di pabrik tersebut, Mawar mengaku mengalami berbagai pengalaman yang membuat bulu kuduknya merinding.

“Pengalaman tidak nyaman yang adegan di bawah tanah, itu tempat paling seram. Jadi waktu itu, yang kru kesurupun waktu masuk lorong itu, aku ngerasa ada yang pegang paha kiri aku. Terus aku lagi haus banget tiba-tiba botol air mineral jatuh sendiri,” ceritanya.

Meski mendapatkan cerita baru, pemain film 'London Love Story 2' ini tetap merasa antusias selama syuting. “Banyak sih (pengalaman), itu skill akting yang harus fokus. Di situ aku harus sedih nyari adiknya, sedangkan aku sudah merinding (tapi di dalem kita harus memerankan sosok yang kuat),” terangnya.

Tidak hanya film horor saja yang membuat Mawar merasa kesulitan. Tapi, saat dirinya berperan dalam film bergenre drama pun, perempuan berdarah Belanda-Batak ini sadar bahwa tiap film memiliki kesulitannya masing-masing.

“Setiap film ada tingkat kesulitannya sendiri. Kalau drama ada yang harus nangis, tapi horor ini jujur sulit karena permainan emosinya. Terus kayak, di tempat horor tetap harus tenang dan tetap (pada) karakter kita,” tandasnya.

Mawar De Jongh (Foto: Munady Widjaja/kumparan)
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: