Pencarian populer
Morgan Oey di Antara Pilihan Barista dan Chef
15 Agustus 2017 11:00 WIB
0
0
Morgan Oey di drama seri 'Switch' (Foto: Munady/kumparan)
Dalam memerankan sebuah karakter, seorang aktor biasanya melakukan berbagai macam pelatihan tambahan agar mendapatkan akting yang maksimal. Apalagi jika peran mereka dalam film tersebut bersangkutan dengan sebuah profesi. Tak jarang mereka sampai harus mengikuti kursus untuk mendalami peran tersebut.
Hal serupa dilakukan oleh mantan personel boyband SMASH, yaitu Morgan Oey. Baru-baru ini, Morgan diketahui sedang terlibat dalam sebuat project web series berjudul 'Switch'.


Dalam serial itu, pria yang memiliki nama asli Handi Morgan Winata itu berperan sebagai Richard, seorang barista baru di sebuah kedai kopi.
"Waktu dalamin karakter (Richard), kita sempat workshop juga," ungkap Morgan, saat ditemui di XXI Djakarta Theatre, Sarinah, Jakarta Pusat.
Saat menjalani workshop tersebut, pemain film 'Melbourne Rewind' itu mulai belajar mengenal berbagai macam jenis kopi, belajar membuat latte art, hingga bagaimana cara melakukan brewing kopi.


Latte art sendiri merupakan metode pembuatan kopi yang dibuat dengan menuang susu yang di-steam ke dalam cangkir espresso dan menghasilkan pola atau desain pada permukaan latte. Biasanya kita akan begitu takjub saat melihat seorang barista dengan lihai 'menggambar' di atas lapisan busa. Seni ini cukup sulit dilakukan dan memerlukan keterampilan khusus agar latte art lahir dengan sempurna.
Jika bicara soal kopi, sebenarnya Morgan cukup mengenal tentang kopi karena bisnis sang ayah di Singkawang bergerak di bidang kopi.
"Kita mendistribusikan biji kopi ke pabrik kopi untuk digiling dan dijadikan bubuk kopi. Jadi untuk kopi udah terbiasa minum dari kecil. Nah, jadi barista yang belum pernah terpikirkan, tapi ternyata bisa terealisasikan di sini (webseries 'Switch'). It's a good thing kan? Karena menjadi aktor itu bisa bikin belajar hal baru, kayak ketemu teman baru, belajar hal baru di luar kebiasaan kita," bebernya.

Namun selain mendalami peran sebagai seorang barista, sebelumnya aktor berusia 27 tahun juga sempat belajar menjadi seorang koki karena tuntutan peran dalam filmnya yang berjudul 'Cooking Camp'. Berbekal dari dua pengalamannya belajar menjadi seorang chef dan barista, bintang film 'Winter In Tokyo' ini pun terpikirkan untuk mencoba menggeluti bidang tersebut.
"Mungkin ada sih (bisnis) ke arah sana," ucapnya.



Ketika ditanya lebih memilih untuk menjadi seorang chef atau barista, Morgan terlihat bingung, karena sama-sama menyukai kedua profesi tersebut.
"Maunya dua-duanya (chef dan barista) boleh enggak? Maruk gitu hahaha. Maunya, satu tempat restoran tempat makan gitu, tapi tetap ada kafenya juga, kalau bisa sih," tandasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: