kumparan
30 Des 2018 18:07 WIB

Padi vs Element, Mana Band 90-an yang Akan Kembali Eksis di 2019?

Band Padi Reborn vs Element Reunion (Foto: Infografik: Putri Sarah Arifira.)
Grup band Padi dan Element merupakan band kelahiran 1990-an yang sempat tenar pada awal 2000-an. Lagu-lagu mereka juga cukup familiar di telinga masyarakat Indonesia. Namun, beberapa tahun yang lalu kedua grup band tersebut seolah tidak lagi terdengar gaungnya.
ADVERTISEMENT
Perombakan personel ataupun kesibukan masing-masing personel membuat mereka menomorduakan aktivitas bersama. Namun, baru-baru ini mereka mengaku akan kembali lagi menggebrak industri musik tanah air pada tahun 2019 mendatang.
Lantas, bagaimanakah rekam jejak keduanya selama berkiprah di dunia musik Indonesia? Berikut ulasannya.
Band Padi merupakan grup musik asal Surabaya, Jawa Timur. Mereka mulai dikenal di penghujung tahun 1990-an. Ketika itu, single mereka yang berjdul 'Sobat' masuk ke dalam album kompilasi 'Indie Ten'. Lewat single tersebut, Padi dinilai mampu memberikan warna baru bagi dunia musik Indonesia. Grup tersebut beranggotakan Ari (gitar), Fadly (vokal), Yoyo (drum), Rindra (bas), dan Piyu (gitar).
Pada tahun 1999, single itu kembali muncul dalam album perdana Padi yang berjudul 'Lain Dunia'. Tak hanya 'Sobat', dalam album yang secara garis besar mengusung nuansa rock yang cukup kental ini, juga mencetak beberapa hit lainnya, seperti 'Begitu Indah', 'Mahadewi', dan 'Seperti Kekasihku'.
ADVERTISEMENT
Piyu dan Ari yang punya tipe permainan gitar berbeda, membuat album Padi terdengar kaya dari segi aransemen. Hal ini juga membuat album tersebut mendapat sertifikasi platinum dan quadruple platinum pada tahun 2000 dan 2001.
Pada tahun 2001, Padi kembali merilis album kedua, yakni 'Sesuatu yang Tertunda'. Album tersebut menjadi salah satu album rock terlaris di Tanah Air. Album tersebut bahkan terjual hingga 1,6 juta kopi dan mampu meraih 10 kali platinum di tahun kedua sejak album tersebut beredar. 'Sesuatu yang Indah' merupakan salah satu single yang menjadi hit di album itu.
Padi memang terbilang cukup produktif di dapur rekaman. Berselang satu tahun setelah album 'Sesuatu yang Tertunda', mereka kembali merilis album berjudul 'Save My Soul'. Meski tak sesukses album sebelumnya, dalam album tersebut, mereka mampu menunjukan kemampuan untuk berkolaborasi.
ADVERTISEMENT
Piyu dan kawan-kawan bahkan mengajak pula musisi pujaan mereka, Iwan Fals, untuk berkolaborasi. Mereka berkolaborasi lewat lagu 'Sesuatu yang Tertunda'.
Di tahun 2005, Padi membuat album untuk mengisi soundtrack film berjudul 'Ungu Violet'. Kehadiran album berjudul 'Padi' itu mendukung film drama yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo dan Rizky Hanggono itu tersebut.
Aransemen dalam album tersebut memang terasa lebih sederhana dari album mereka sebelumnya. Namun, mereka tetap mampu mencetak hits lewat lagu 'Menanti Sebuah Jawaban'.
Dua tahun berselang, Padi kembali merilis sebuah album berjudul ‘Tak Hanya Diam’. Dalam Album tersebut, Padi tak lagi sekadar membahas tema percintaan interpersonal di setiap lagunya.
Lagu-lagu mereka di album itu mengangkat tema tentang kepedulian lingkungan. Apalagi, pada rentang tahun tersebut, Indonesia sedang mengalami bencana alam berupa cuaca buruk. ‘Sang Penghibur’ dan ‘Harmony’ menjadi single mereka yang paling dikenal dalam lagu tersebut, bahkan hingga saat ini.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 2010, Padi juga sempat membuat lagu anak yang berjudul ‘Sahabat Selamanya’. Lagu tersebut menjadi soundtrack serial animasi Malaysia berjudul ‘Upin & Ipin’.
Tak lama kemudian, Padi memutuskan untuk vakum. Selain Piyu, beberapa personel Padi--Fadly, Rindra dan Yoyo--bahkan membuat proyek baru yang bernama Musikimia. Semantara itu, Piyu fokus mengasah kreativitas lewat proyek solonya.
Tujuh tahun berselang, tepatnya pada akhir 2017, mereka memutuskan untuk kembali mendobrak dunia musik Tanah Air dengan nama Padi Reborn. Sekembalinya dari masa vakum, mereka sempat membeberkan hal-hal yang terjadi saat band tersebut hiatus. Bahkan, kisah mereka sempat diangkat ke layar kaca lewat sebuah FTV.
Hebatnya, mereka kembali dengan formasi yang sama dari awal berkarier. Tak ada anggota yang meninggalkan band tersebut.
ADVERTISEMENT
Piyu mengaku bahwa sebagai sebuah band, Padi tentunya juga mengalami dinamika. Menurutnya, Padi tak selamanya kompak dalam setiap pengambilan keputusan. Tentunya, ada konflik dan perbedaan pendapat yang terjadi.
Padi Reborn (Foto: Facebook @sobatpadi)
"Band itu buat saya kayak sebuah negara. Kita ada berbagai macam golongan dan karakternya berbeda-beda. Tapi, kalau kita berkomitmen untuk menjaga band ini akan bergerak lagi dan berjalan lagi, itu membutuhkan sebuah komitmen," ucap Piyu ketika ditemui di Senayan City, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.
Menurut sang gitaris, lewat Padi Reborn, mereka kembali menyatukan visi. Belajar dari masa vakum, mereka kini menaruh Padi Reborn di atas segalanya. Secara internal pun, kini mereka lebih terbuka terkait beragam persoalan yang terjadi dalam band tersebut. Bahkan, mereka punya tekad untuk terus bersama dalam Padi Reborn hingga usia senja.
ADVERTISEMENT
"Kita punya benchmark ya, tolak ukur, punya patron, ya The Rolling Stones. Kita ingin kayak The Rolling Stones, kita mau ke arah sana, dengan personel yang sama, tetap bareng sampai tua. Kita dikasih kesempatan kedua, kita pernah mulai dari awal, jatuh bangun, mulai dari nol lagi," terangnya.
Band Element (Foto: Giovanni/kumparan)
Sementara itu, grup band Element sudah muncul di Industri musik sejak 4 Februari 1999 di Jakarta. Pada awal terbentuk, Element terdiri atas tujuh orang personel. Di antaranya, Didi Riyadi (drum), Ibank (bass), Fajar (keyboard), Arya (gitar), Adhit (Gitar), Ronny Setiawan (vokal), dan Lucky Widjatmoko (vokal).
Band ini dikenal karena lagu-lagunya yang romantis. Lewat single perdana mereka 'Hanyalah Cinta', mereka mampu meluluhkan hati wanita di masa itu.
ADVERTISEMENT
Namun, pada tahun 2000, Ronny yang kini telah meninggal dunia itu memilih untuk mengundurkan diri dari Element. Sebagai gantinya, Ferdy Taher masuk menjadi vokalis setelah melalui proses audisi.
Enam tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2006 Lucky mengundurkan diri sebagai vokalis, dan memilih untuk bersolo karier. Tak sampai di situ, pada 2012, Element kembali ditinggalkan Adhit sang gitaris yang memilih untuk berpisah dengan Element dan fokus pada project lainnya.
Sempat vakum beberapa lama, di pertengahan 2018 Element memutuskan untuk kembali menunjukkan eksistensinya di blantika musik Tanah Air. Namun, Ibank sang basis tiba-tiba memutuskan untuk keluar beberapa jam sebelum single terbaru mereka dirilis.
Alhasil, mereka harus menunda peluncuran single terbaru. Ketika itu, Didi menyatakan bahwa Ibank tak lagi jadi bagian di Element.
ADVERTISEMENT
Saat ini, Element kembali hadir di industri musik dengan nama Element Reunion. Adhit dan Lucky bahkan kembali bereuni dengan rekannya di band itu.
Mereka juga sudah mulai keliling ke sejumlah daerah untuk tampil bersama. Saat acara Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2018, mereka menjadi salah satu pengisi acara di sana.
Jadi, siapakah dari kedua grup band tersebut yang bakal bersinar di tahun 2019 mendatang? Padi Reborn atau Element Reunion?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan