Kerja Tak Dibayar, Grup Idola K-Pop Gugat Agensi

kumparanK-POPverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi gugatan hukum. (Foto: publicdomainpictures.net)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gugatan hukum. (Foto: publicdomainpictures.net)

Kontrak yang tidak adil adalah salah satu masalah yang kerap dialami oleh para penyanyi di industri K-Pop. Hal ini bisa terjadi kepada siapapun, baik mereka yang berasal dari perusahaan agensi besar maupun kecil.

Sayangnya, masalah kontrak ini kembali terjadi lagi. Pada Jumat (22/6), kembali tersiar berita mengenai gugatan hukum yang diajukan oleh sebuah grup idola terhadap perusahaannya. Meski media Korea Selatan tidak menyebutkan identitas grup tersebut maupun perusahaan yang menaunginya, beruntung, pengadilan akhirnya berpihak kepada grup beranggotakan lima orang tersebut.

Dilansir Soompi, grup idola yang tidak disebutkan identitasnya ini meneken kontrak dengan perusahaan mereka pada Desember 2015 lalu. Setelahnya, grup ini melakukan latihan selama beberapa bulan, kemudian debut di industri hiburan Korea pada musim panas 2016.

Layaknya para anak muda yang bermimpi menjadi idola K-Pop, tentunya, para anggota dari grup itu pun memimpikan kehidupan bak superstar dan menikmati menjadi bagian dari popularitas Hallyu Wave. Memang, mereka sempat mempromosikan lagu mereka hingga ke Jepang dan Taiwan. Namun, ternyata, di balik itu semua, mereka begitu menderita.

Ilustrasi promotor konser. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi promotor konser. (Foto: Pixabay)

Berdasarkan laporan dari berbagai media, diketahui bahwa grup ini tidak mendapatkan dukungan dari perusahaan mereka, bahkan untuk hal-hal terkecil sekalipun. Mereka harus merogoh kocek sendiri untuk membayar biaya riasan dan tata rambut. Mereka juga harus menggunakan uang sendiri untuk menjalani prosedur kecantikan, misalnya untuk menggunakan botox dan juga fillers.

Menurut agensi mereka, hal-hal ini menjadi tanggungan para anggota karena itu merupakan bagian dari 'manajemen diri'.

Tak berhenti di situ, para anggota juga harus menyewa ruang latihan sendiri karena agensi tersebut tidak menyediakan ruang latihan untuk sesi latihan vokal dan tarian. Selain itu, agensi itu juga tidak menyediakan uang makan maupun uang untuk membeli keperluan rumah tangga.

"Kamu tidak akan mati kalau tidak makan satu kali," sebut agensi itu.

Ilustrasi fans dan konser. (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fans dan konser. (Foto: Pixabay)

Pada suatu kesempatan, ada staf yang meminta agar agensi tersebut membayar biaya makanan para anggota idola. Namun, hal ini malah berujung pada pemecatan secara paksa terhadap staf tersebut.

Selain itu, diketahui pula bahwa agensi tersebut terus mengurangi jumlah pegawai di perusahaan mereka, sehingga para idola itu tidak mendapatkan manajer maupun fasilitas transportasi.

Belum selesai hingga di situ, masalah lain juga ditemukan pada kegiatan grup idola tersebut di Jepang dan Taiwan. Tidak seperti idola lain yang dikawal oleh manajer dan juga staf saat ada jadwal di luar negeri, para idola ini dilepas begitu saja saat ada aktivitas di luar negeri. Mereka juga harus mempromosikan kegiatan mereka sendiri.

Kemudian, tidak adanya personel keamanan yang bisa menjaga keselamatan para idola berujung pada berbagai kasus pelecehan seksual yang menimpa mereka.

Penonton Kpop World Festival (Foto: Dok. Aji Surya)
zoom-in-whitePerbesar
Penonton Kpop World Festival (Foto: Dok. Aji Surya)

Seolah tidak cukup 'menelanjangi' para idola ini dari hak-hak mereka, agensi yang bermasalah ini ternyata juga menekan para anggota grup dengan berbagai ancaman dan pelecehan verbal. Salah satunya adalah ancaman akan adanya penalti bila para anggota melanggar kontrak, juga ancaman dari kepala agensi yang menyatakan akan menghancurkan karier para anggota bila berani membangkang terhadapnya.

Meski berada di bawah tekanan dan hidup dengan kondisi yang sangat tidak ideal, grup idola tersebut tetap bekerja keras dan beraktivitas sebagaimana yang diharapkan. Namun, ini semua terjadi tanpa mereka mendapat bayaran sepeser pun.

Akhirnya, grup idola ini pun memberontak. Mereka mengajukan gugatan hukum terhadap agensi tersebut dan pada Kamis (22/6), Pengadilan Distrik Seoul memutuskan untuk memihak kepada mereka. Pengadilan meloloskan semua tuntutan yang diajukan oleh grup idola tersebut terhadap agensi mereka.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari agensi maupun idola yang terkait.