kumparan
27 Agu 2018 13:01 WIB

3 Hal yang Bisa Orang Tua Lakukan Demi Keberhasilan Bayi Merangkak

Ilustrasi bayi merangkak. (Foto: Shutterstock)
Kemampuan bayi merangkak biasa dimulai ketika si kecil berusia 7-10 bulan. Meski begitu, setiap bayi bisa saja memiliki usia yang berbeda-beda ketika mulai merangkak. Yang terpenting, Anda harus terus menstimulasi bayi untuk merangkak. Merangkak merupakan salah satu fase penting yang harus dilewati bayi sebelum ia bisa berjalan.
ADVERTISEMENT
Bila bayi Anda sudah menujukkan tanda-tanda siap merangkak, coba lakukan 3 hal ini untuk menunjang keberhasilannya.
- Beri Motivasi pada Bayi untuk Merangkak
Bayi merangkak. (Foto: Shutterstock)
Ingatlah, bagian dari merangkak adalah keinginan untuk meraih sesuatu. Anda bisa meletakkan mainannya di beberapa tempat untuk memotivasi bayi merangkak. Tapi, jangan letakkan benda-benda tajam seperti pensil atau peniti yang dapat menusuk bagian tubuhnya.
- Cermati Tempat-tempat Berbahaya
Ilustrasi bayi merangkak. (Foto: Shutterstock)
Bayi belajar merangkak tanpa belajar mengontrol diri. Anak tangga atau lantai undak-undakan kecil, bisa membuatnya terguling. Karenanya, jangan tinggalkan bayi sendirian saat ia belajar merangkak. Bayi merangkak butuh diawasi terus-menerus, Moms.
Di samping itu, mungkin saja, setelah merangkak ia merasa lelah dan ingin beristirahat. Ia mungkin akan menelungkup atau berguling. Pastikan bahwa ia tidak akan kesakitan bila mendorong dirinya terlalu keras untuk berguling-guling. Karenanya, saat ia beristirahat dari merangkak, pindahkan ia ke permukaan lantai yang empuk, seperti matras misalnya.
ADVERTISEMENT
- Beri Keleluasaan Bergerak
Ilustrasi bayi merangkak gaya rolling crawling. (Foto: Shutterstock)
Di samping ruang tempat bayi merangkak harus cukup lapang, lantainya pun sebaiknya bersih dan bebas debu, Moms. Hindari memakaikan si kecil pakaian yang membuatnya sulit bergerak. Kenakan pula baju yang simpel dan nyaman untuk bergerak.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan