Kumparan Logo

4 Jenis Car Seat untuk Anak, Pilih yang Mana Ya?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak bosan di car seat. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak bosan di car seat. Foto: Shutter Stock

Saat mengajak bayi atau anak bepergian naik mobil, jangan lupa untuk mengutamakan keselamatannya. Salah satunya adalah dengan menyiapkan car seat untuk si kecil. Ya Moms, dengan tetap berada di car seat-nya, kita dapat meminimalisir cedera yang mungkin dialmi, bila mobil mengerem mendadak maupun terjadi kecelakaan.

Menurut Pendiri dan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consultant, Jusri Pulubuhu, membiarkan anak duduk sendiri tanpa car seat justru bisa membahayakan keselamatannya. Alasannya, jok pada mobil dirancang untuk penumpang dewasa. “Kalau anak-anak duduk di situ meskipun ada adjuster, dikhawatirkan bagian atasnya tidak akan ter-cover oleh seatbelt,” jelas Jusri saat dihubungi kumparan beberapa waktu lalu.

Sementara, bila anak tersebut digendong atau dipangku di posisi jok depan, peluang terjadinya cedera bahkan sangat tinggi jika suatu waktu terjadi kecelakaan.

“Dikhawatirkan saat terjadi kecelakaan, bagian crumpling zone itu kan berada di depan. Yang namanya mesin, kaca itu kan semua di depan. Nah, dengan meletakkan di belakang tentu akan mengurangi potensi si anak tersebut terkena serpihan kaca atau elemen-elemen metal lain dari mesin saat terjadi benturan,” beber Jusri.

Maka dari itu, penggunaan car seat untuk anak saat bepergian naik mobil, sangat disarankan. Anda bisa memilih jenis-jenis car seat sesuai usia si kecil, seperti:

Bucket seat

Infant Car Seat Foto: dok. Baby-Logic

Untuk bayi baru lahir hingga usia 4 bulan, disarankan menggunakan bucket seat. Car seat jenis ini berbentuk seperti keranjang dan harus ditempatkan pada baris kedua dan menghadap ke belakang.

Infant car seat

Ilustrasi car seat Foto: Thinkstock

Untuk anak usia 4 bulan hingga 2 tahun, bisa menggunakan infant car seat. Model ini biasanya mampu mengakomodir anak hingga berat 25 kilogram. Untuk car seat model ini, penempatannya pun masih haruus di baris kedua dan menghadap ke belakang.

Car seat

Car Seat Foto: dok. Baby-Logic

Sementara untuk usia 3 tahun ke atas hingga usia 6 tahun dapat menggunakan car seat model recaro--seperti jok mobil balap yang dilengkapi oleh sabuk keselamatan sendiri. Penempatan jok ini pun masih di baris kedua dan sudah bisa menghadap ke depan.

Booster seat

Booster Seat Foto: dok. Baby-Logic

Terakhir adalah booster seat yang merupakan ganjalan tempat duduk yang berfungsi untuk menambah tinggi jok tersebut agar mampu mengakomodir sabuk keselamatan dari bawaan mobil itu sendiri. Untuk booster seat sendiri dapat digunakan untuk anak hingga usia 12 tahun. Jok model ini juga masih tetap diletakkan di posisi baris kedua.