kumparan
3 Mei 2019 9:07 WIB

4 Mitos Tentang Keguguran yang Banyak Beredar

Ilustrasi keguguran. Foto: Shutter Stock
Risiko mengalami keguguran merupakan salah satu hal yang umunya ditakuti ibu hamil, serta pasangan dan kerabatnya. Penyebab dari keguguran itu sendiri memang ada banyak faktor. Antara lain bisa karena faktor usia calon ibu yang terlalu muda maupun tua, kelainan genetik, paparan lingkungan yang memang bisa membahayakan janin, dan faktor lainnya.
ADVERTISEMENT
Kita juga perlu cermat, Moms, kadangkala info yang beredar di masyarakat terkait keguguran juga dapat menyesatkan dan patut disebut mitos. Menurut Dr. Ivan Sini, SpOG pada lamannya, berikut mitos-mitos seputar keguguran:
Ilustrasi wanita mengalami tanda-tanda keguguran. Foto: Shutterstock
1. Pernah mengalami keguguran, maka akan keguguran lagi di kehamilan berikutnya.
Bila Anda pernah mendengar pernyataan di atas, maka tidak sepenuhnya betul. Tentu saja Anda masih punya peluang punya anak!
Hanya saja, jika Anda mengalami dua kali keguguran, maka risiko terjadinya keguguran memang akan bertambah, jadi sebanyak 20 persen. Begitu pula setelah tiga kali keguguran, maka risiko meningkat jadi 30 persen. Begitu terus, misal setelah empat kali, angka risiko meningkat jadi 40 persen.
Ingat, Moms, meningkatnya angka risiko keguguran, tapi peluang Anda punya anak masih ada. Cobalah untuk mengkonsultasikannya pada dokter Anda untuk mendapat pemeriksaan lanjut, seusai mengalami keguguran berturut-turut.
ADVERTISEMENT
2. Pendarahan ringan dan kram pertanda keguguran.
Nyatanya, calon ibu pada kehamilan trimester pertama wajar mengalami hal ini. Kram ringan terjadi karena menjadi tanda bertambah besarnya volume rahim, akibat bertambah besar pula janin di perut.
Meski begitu tetap beri tahu dokter tentang hal-hal yang terjadi pada Anda, selama kontrol kehamilan.
Ilustrasi kram perut saat hamil. Foto: Shutterstock
3. Pernah aborsi bikin sulit hamil
Bila Anda pernah menggugurkan kandungan dengan melakukan aborsi medikal, maka tenang saja sebab Anda masih bisa hamil.
Tapi jika Anda pernah melakukannya menggunakan obat maupun operasi sebanyak lebih dari tiga kali, maka kemampuan rahim dapat menurun demi menunjang kehamilan. Ceritakan ke dokter kandungan Anda, bila Anda pernah mengalaminya.
4. Olah raga bikin keguguran
Olah raga yang dilakukan sesuai prosedur selama kehamilan, justru akan memberi banyak manfaat bagi ibu hamil dan janin. Konsultasikan ke dokter Anda, olah raga yang cocok buat Anda, Moms.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·