Pencarian populer

5 Fakta Seputar Bayi yang Belum Juga Merangkak

Ilustrasi bayi merangkak (Foto: Shutterstock)

Perkembangan motorik si kecil tentu selalu Anda monitor, termasuk menunggu waktunya bayi merangkak. Aktivitas ini merupakan bagian dari proses perkembangan motorik kasar bayi di mana gerak tubuhnya hanya bertumpu pada tangan dan lutut saja.

Ada beberapa manfaat yang bisa didapat bayi dari merangkak. Misalnya saja, bayi cenderung lebih sensitif terhadap letak suatu benda, seberapa besar benda tersebut dan apakah benda itu bisa dipindahkan atau tidak. Selain itu, merangkak juga bisa membantu bayi mempersiapkan otot dan sarafnya menuju gerak yang lebih sempurna, yaitu berjalan.

Karena begitu banyak manfaat yang bisa didapat bayi saat merangkak, maka sebaiknya Anda memastikan si kecil melalui fase tersebut. Namun, jika bayi belum juga merangkak, apakah orang tua harus khawatir? Berikut 5 fakta yang harus Anda ketahui.

1. Bayi merangkak di usia yang berbeda-beda

5 hal yang membuat bayi malas merangkak (Foto: Shutterstock)

Bayi umumnya merangkak di usia 7-10 bulan. Namun, tidak semua bayi merangkak di usia yang sama. Ada bayi yang bisa merangkak lebih cepat, ada pula yang lebih lambat.

Tidak hanya mengenai waktu mulai merangkak, gaya bayi merangkak pun berbeda-beda, Moms. Ada bayi yang merangkak pelan-pelan, cepat, merangkak seperti tentara tengah merayap di hutan, merangkak dengan kaki agak tinggi seperti beruang berjalan, merangkak ngesot, hingga merangkak mundur.

Jadi, tak perlu khawatir jika si kecil belum bisa merangkak, karena kembali lagi, setiap anak punya tahap tumbuh kembang yang berbeda-beda. Pastikan saja Anda selalu memberinya stimulasi agar ia semangat belajar merangkak.

2. Penyebab bayi belum merangkak bermacam-macam

Bayi tidak perlu diberi baby walker (Foto: Shutterstock)

Penyebab bayi belum juga merangkak bermacam-macam. Misalnya saja penggunaan baby walker yang bisa membuat bayi malas merangkak. Bayi yang terbiasa duduk nyaman di baby walker menjadi tidak terdorong untuk bisa bergerak secara mandiri. Padahal motiviasi bayi merangkak salah satunya tentu saja agar ia dapat bergerak dan bebas menghampiri hal-hal yang menurutnya menarik di sekeliling rumah.

Itulah sebabnya, bila baby walker diberikan sebelum bayi bisa merangkak, bayi akan berpikir bahwa cara paling nyaman dan mudah untuk bergerak adalah dengan menggunakan alat, bukan dengan kemampuan kaki dan tangannya.

Selain itu, bayi dengan berat badan berlebih cenderung bisa duduk, merangkak, dan berjalan lebih lambat dibandingkan bayi yang lebih kurus. Hal ini disebabkan otot, tulang dan persendiannya membutuhkan lebih banyak waktu untuk siap mengangkat berat badan si bayi.

3. Rajin diberi stimulasi agar cepat bisa merangkak

Bayi merangkak. (Foto: Shutterstock)

Rajin memberikan stimulasi bisa membuat bayi mau merangkak. Misalnya saja dengan sering mengajaknya bermain sambil tengkurap atau tummy time.

Rajin mengajaknya tengkurap atau tummy time saat bayi sedang aktif bisa menstimulusnya untuk merangkak. Saat ia bertumpu pada perutnya, si kecil akan berusaha menggerak-gerakan tangan dan kakinya. Sehingga, jika bayi jarang tengkurap, dorongan untuk menggerakan tangan dan lututnya pun kurang, Moms.

Coba letakkan mainan favorit bayi beberapa langkah di hadapannya. Hal itu bisa memicunya untuk bergerak maju ke depan.

4. Jangan memaksa bayi untuk merangkak

Latih bayi merangkak di rumah sebelum mengikuti lomba (Foto: Shutterstock)

Jangan pernah memaksa bayi merangkak jika dia belum menginginkannya, Moms. Memaksa bayi untuk merangkak juga tak lantas menjadikannya mahir bergerak menggunakan tangan dan lututnya. Hal itu justru bisa membuat bayi semakin malas belajar merangkak.

Daripada memaksanya untuk merangkak, lebih baik berikan contoh bahwa merangkak itu menyenangkan. Merangkaklah berkeliling ruangan, bila perlu buat jalur memutari motif karpet atau 'rute' spesial dengan bantuan bantal sofa atau mainan-mainan. Ini dapat membuat bayi tertarik mengikuti.

5. Tak perlu cemas dulu jika bayi belum merangkak

Tahapan bayi merangkak hingga bisa berdiri (Foto: Shutterstock)

Tidak semua bayi merangkak sebelum mereka belajar berjalan. Beberapa bayi ada yang 'hanya' berguling, merayap, menyeret tubuh, merambat atau melakukan gerakan seperti melata.

Lantas, jika bayi tak kunjung merangkak setelah diberi stimulasi, apakah orang tua harus khawatir?

Dilansir Today's Parent, Anne Rowan-Legg,dokter anak di Children's Hospital of Eastern Ontario di Ottawa mengatakan wajar bila orang tua cemas saat bayinya tidak merangkak. Karena fase bayi merangkak memang memberi banyak manfaat dan mendukung perkembangan optimal pada bayi.

Namun, selama kemampuan motorik kasar bayi —seperti berguling dan duduk— terus dipantau oleh dokter atau bidan melalui pemeriksaan rutin, Anda tidak perlu khawatir, Moms.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.23