Pencarian populer

5 Hal yang Perlu Dilakukan Hamish Daud sebagai Ayah Baru

Potret Hamish Daud bersama Raisa dan anaknya Foto: Instagram Story: @hamishdw.

Suami Raisa, Hamish Daud akhirnya resmi jadi ayah setelah kelahiran bayi buah cintanya dengan Raisa pada Selasa (12/2). Kabar yang beredar, bayi itu diberi nama Zalina Raine Wyllie. Melalui akun Instagram-nya, sejak Rabu, Hamish pun sudah beberapa kali mengunggah kegiatannya sebagai ayah.

Memang, menjadi ayah untuk pertama kalinya seperti Hamish merupakan sebuah pengalaman yang istimewa. Umumnya, para ayah baru merasa bahagia, bangga, terharus sekaligus deg-degan. Apalagi peran dan keterlibatan ayah bagi ibu dan bayi sangat diperlukan.

Meski begitu, tak sedikit juga ayah baru yang merasa bingung, harus melakukan apa untuk bayi maupun istrinya yang baru melahirkan. Semoga saja, Hamish tidak bingung dan bisa menjadi sosok suami terbaik untuk Raisa maupun ayah terbaik Zalina ya, Moms.

Nah, berikut kumparanMOM merangkum 5 hal yang perlu dilakukan oleh Hamish maupun pria lain yang baru menjadi ayah. Apa saja?

Ilustrasi popok bayi sekali pakai Foto: Shutterstock

1.Membagi waktu mengurus anak

Bayi membutuhkan perhatian dan perawatan nonstop. Bayi baru lahir juga belum mengenal waktu tidur atau waktu bekerja seperti orang dewasa. Maka tak heran kalau bayi bisa saja terbangun, menangis, merasa lapar hingga perlu diganti popoknya di tengah malam atau dini hari.

Mengutip Today’s Parent, sebaiknya ayah dan ibu sama-sama mengatur jadwal untuk mengurus semua kebutuhan si kecil ini. Jika Raisa harus menyusui bayinya yang lapar di tengah malam misalnya, Hamish bisa berbagi tugas mengganti popok si kecil atau menimang untuk menidurkan bayinya kembali.

Atau bila Raisa butuh tidur di pagi hari setelah bergadang semalaman, Hamish bisa mengambil alih pekerjaan di pagi hari seperti memandikan bayi atau membuat sarapan untuk keluarga misalnya.

Hamish Daud dan anaknya. Foto: Shutterstock

2.Mengatur Jadwal Kerja

Bila sudah kembali bekerja setelah cuti menemani istri yang melahirkan, sebaiknya ayah juga mulai mengatur ulang jadwal kerjanya. Meski banyak pekerjaan, usahakan untuk bisa pulang ke rumah tepat waktu.

Ayah juga bisa menyempatkan setidaknya satu kali dalam sehari untuk menghubungi ke rumah. Video call, mungkin? Tidak hanya untuk menanyakan bagaimana kondisi bayi serta ibunya, rutinitas ini bisa membuat ibu baru merasa tidak sendiri dan mendapatkan dukungan. Rasa sendiri pascabersalin bisa berkembang jadi kesepian hingga depresi, lho!

Jangan lupa, usahakan juga geser rapat-rapat atau urusan kerja di malam hari. Mulai sekarang, usahakan rapat di siang atau pagi hari saja, deh! Supaya bisa segera pulang dan mendekap si kecil seperti Hamish dan Zalina pada foto di atas ini.

Ilustrasi ibu mengalami depresi pascabersalin. Foto: Shutter Stock

3.Jauhkan Istri dari Depresi

Pascabersalin, ibu baru rentan mengalami stres bahkan depresi yang biasa dikenal dengan nama depresi pospartum. Ini adalah masalah kesehatan mental umum yang biasanya terjadi pada wanita setelah melahirkan. Selain karena perubahan hormon, perubahan identitas dan tanggung jawab baru sebagai ibu juga menjadi faktor pemicu depresi postpartum.

Dituturkan oleh Psikolog Vera Itabiliana Hadiwidjojo,kondisi tersebut bisa berlangsung lebih dari dua minggu atau bahkan berbulan-bulan dengan tiga tingkatan yang dialami ibu setelah melahirkan. Yakni Baby Blues, Postpartum Depression , dan Pospartum Psikosis.

Untuk mencegah maupun mengatasi depresi ini, peran suami sangat besar. Antara lain dengan sebisa mungkin tidak membebani pikiran istri.

Ayah baru seperti Hamish misalnya, bisa membiasakan diri untuk duduk di sebelah istri, kemudian tanyakanlah bila ia membutuhkan sesuatu. Bahkan dengan melakukan hal kecil seperti mengambilkan menyalakan AC atau mengambilkan air minum untuk Raisa misalnya, akan mampu menghadirkan rasa bahagia.

Hamish Daud dan bayinya. Foto: Instagram @jamalfaiz

4.Pahami ‘Bahasa’ Bayi

Tentu saja bayi yang baru lahir belum bisa berbicara, tapi bukan berarti bayi hanya diam saja saat menginginkan atau merasakan sesuatu. Inilah tantangannya. Ayah baru perlu peka dan belajar memahami apa yang diinginkan oleh bayi melalui gerak tubuhnya ataupun tangisannya. Para ayah perlu bisa membedakan nih mana tangisan bayi yang menunjukkan kalau ia lapar atau karena ia mulai mengantuk.

ilustrasi proses menyusui Foto: Shutterstock

5.Belajar soal Menyusui

Meskipun tidak bisa menghasilkan ASI atau menyusui, bukan berarti ayah tidak bisa terlibat dalam proses menyusui, lho! Ayah perlu ikut belajar mengenai seluk-beluk menyusui agar ia bisa memahami mengapa menyusui sangat penting bagi bayi maupun ibu serta dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan.

Bukan hanya itu, menurut Pregnancy, Birth and Baby ayah juga bisa terlibat dengan menyiapkan berbagai makanan bergizi serta buah dan sayuran bagi ibu yang dapat meningkatkan kualitas maupun produksi ASI. Nah, Hamish Daud sudah menyiapkan makanan apa saja ya kira-kira untuk, Raisa?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63