Kumparan Logo

6 Gangguan Kesehatan yang Rentan Dialami Bayi Prematur

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi baru lahir. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir. (Foto: Thinkstock)

Kelahiran normal atau cukup bulan terjadi di usia kehamilan 38-42 minggu. Jika bayi lahir kurang dari 37 minggu maka bayi tersebut disebut bayi prematur.

Bayi yang lahir lebih awal atau prematur, perkembangan tubuhnya belum matang. Sehingga ia berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan. Apa saja?

Apnea

Pertumbuhan bayi lahir prematur belum sempurna (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Pertumbuhan bayi lahir prematur belum sempurna (Foto: Thinkstock)

Apnea adalah kondisi di mana bayi prematur kerap berhenti bernapas beberapa saat. Hal tersebut terjadi akibat belum matanganya organ tubuh, terutama paru-paru. Ia juga berisiko mengalami gagal napas.

Untuk kasus ini, biasanya dokter akan melakukan usaha bernapas kembali dengan pernapasan buatan buatan atau merangsang jantung dan memasang alat pantau jantung sampai usia bayi setara dengan usia 34 minggu di kandungan.

Gangguan Otak

Bila gagal napas terlambat ditangani, bayi berisiko mengalami gangguan lebih serius, seperti kerusakan pada otaknya.

Kuning

Ilustrasi bayi baru lahir. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir. (Foto: Thinkstock)

Fungsi hati yang belum maksimal menyebabkan hemoglobin menumpuk, karena tak bisa diproses dan menyebabkan bayi kuning.

Infeksi

Bayi prematur bisa mengalami gangguan pada sistem imun dan terkena infeksi. Ini karena sistem imunnya belum berkembang dengan sempurna.

Gangguan Suhu Tubuh

Bayi juga bisa mengalami gangguan pada suhu tubuhnya. Suhu tubuh bayi yang lahir prematur bisa turun drastis karena tidak punya cadangan lemak yang cukup di tubuhnya. Hypotermia ini bisa mengarah ke gangguan pernapasan dan rendahnya kadar gula darah.

Resporatory Distress Syndrome

Ilustrasi bayi lahir prematur. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi lahir prematur. (Foto: Thinkstock)

Respiratory Distress Syndrome atau disingkat RDS adalah kondisi yang muncul ketika cairan mengumpul di alveoli, yaitu kantung udara kecil dan elastis pada paru-paru. Bayi yang lahir di bawah usia kehamilan 28 minggu, belum cukup memiliki surfaktan, yaitu zat penting untuk menjaga paru-paru agar tidak menguncup dan tak bisa menangkap oksigen. Kondisi ini bisa menyebabkan kegagalan bernapas. Selama pernapasannya belum normal, bayi akan mendapatkan bantuan oksigen di NICU.