kumparan
18 Mei 2018 15:52 WIB

Alasan Kenapa Anak Susah Tidur

anak menangis (Foto: Thinkstock)
Susah tidur merupakan satu dari sekian banyak masalah yang sering dialami buah hati. Selain akan mengganggu jam tidur rutin anak, jam tidur Anda pun ikut berubah, karena mesti menemani anak yang masih semangat bermain.
ADVERTISEMENT
Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga membutuhkan jumlah jam tidur per harinya. Namun setiap anak bisa jadi berbeda, beberapa anak mungkin butuh 10 jam, sementara yang lainnya bisa membutuhkan total 11 jam.
Kira-kira bagi usia anak sekolah membutuhkan jumlah tidur 10-11 jam per harinya. Pastikan Anda memfasilitasi hal itu, sebab bila tidak, dapat membuat anak sulit fokus di sekolah, rewel, memengaruhi suasana hatinya, dan mudah sakit. Tapi sebelum mengetahui cara atasi anak susah tidur, Anda terlebih dahulu mengetahui alasan anak susah tidur.
a. Anak Masih Ingin Bermain
Anak menangis saat bermain. (Foto: Thinkstock)
Jika anak diberitahu untuk segera tidur, sedangkan ada sepupu dan saudara lainnya masih terbangun dan bermain bersama, ini bisa buat anak jadi enggan dan tidak bisa tidur. Pasalnya, ia tidak ingin melewatkan momen atau keseruan.
ADVERTISEMENT
Beri ia waktu tambahan untuk bermain tak masalah, Moms. Jika waktu tambahan itu sudah habis, barulah ajak mereka naik ke atas kasur. Jangan lupa juga beri tahu anak, kalau besok masih bisa dilanjutkan mainnya.
b. Terlalu Kelelahan
Dikutip dari laman Very Well Family, terlalu lelah sebenarnya dapat menyebabkan anak menjadi hiperaktif, sehingga bisa membuatnya lebih sulit untuk tertidur pada waktu tidur. Entah itu karena pekerjaan sekolah yang terlalu banyak, ditambah kegiatan sekolah, aneka khursus, dan aktivitas bermain di luar rumah.
Bantu si kecil untuk mengatur jadwal sekolah, khursus, bermain dan tidur anak secara konsisten agar jangan sampai terlanjur kelelahan.
c. Mengalami Kecemasan dan Stres
Ilustrasi anak stres. (Foto: Thinkstock)
Dilanda kecemasan dan stres akan suatu hal yang menyeramkan buat anak, bisa membuatnya susah tidur. Bantu si kecil mengatasi rasa takutnya itu, Moms. Bisa jadi ia khawatir mengenai pekerjaan rumah yang susah, ujian besok hari, atau bahkan teman yang sering mengganggunya di sekolah.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan