kumparan
12 Mei 2019 18:47 WIB

Amankah Ibu Hamil Bepergian Naik Motor?

Ilustrasi Ibu Hamil Besar Foto: Shutterstock
Sepeda motor tampaknya jadi transportasi pilihan banyak orang, tak terkecuali ibu hamil. Hal ini dikarenakan, menempuh perjalanan menggunakan motor bisa menjadi lebih efisien ketimbang menggunakan mobil, terutama bagi Anda yang tinggal di kota besar untuk menembus kemacetan. Tapi, bila dilihat dari sisi keamanannya, bolehkah ibu hamil bepergian naik motor?
ADVERTISEMENT
Mengutip laman Baby Med, Dr. Amos Grunebaum, MD memang menyarankan sebaiknya ibu hamil menghindari berkendara menggunakan sepeda motor. Bepergian menggunakan motor bisa berpotensi mencederai ibu dan bayi. Seperti terjatuh, tabrakan, tergelincir dan guncangan keras yang bisa berdampak buruk bagi kehamilan.
Meski begitu, bukan berarti ibu hamil tidak boleh sama sekali bepergian menggunakan motor. Boleh-boleh saja calon ibu menggunakan motor selama dokter tidak melarang dan kondisi kehamilannya baik-baik saja. Adapun usia kehamilan yang paling aman untuk naik motor adalah saat kandungan calon ibu sudah menginjak trimester kedua.
Pada usia kehamilan tersebut, janin sudah tumbuh dan berkembang dengan baik. Air ketuban juga akan melindungi janin dari guncangan dan Anda biasanya sudah mengalami morning sickness di trimester kedua.
Ilustrasi ibu hamil. Foto: Shutterstock
Nah Moms, jika memang Anda harus bepergian menggunakan motor, agar aman sebaiknya ikuti beberapa tips berikut ini.
ADVERTISEMENT
- Gunakan helm berstandar SNI
- Gunakan jaket agar terhalau dari angin. Disarankan menggunakan jaket berwarna terang untuk memaksimalkan pandangan pengendara lain.
- Hindari berkendara menggunakan motor dengan jarak yang jauh.
- Hindari jalanan rusak, berlubang atau terlalu banyak polisi tidur.
- Jika dibonceng, jangan duduk menyamping.
- Hindari berkendara di saat hujan atau sehabis hujan saat jalanan masih licin.
- Gunakan masker untuk sedikit menghalau asap polusi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan