Kumparan Logo

Arti Pendidikan Menurut 10 Tokoh, dari Pendongeng sampai Psikolog!

kumparanMOMverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak Sekolah Dasar Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak Sekolah Dasar Foto: Shutterstock

Selamat Hari Pendidikan Nasional! Jika menelaah dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan sendiri artinya: proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.

Sementara menurut UU No.20 Tahun 2003, definisi pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Tapi sesungguhnya, Moms, arti pendidikan mungkin saja lebih luas daripada definisi di KBBI dan Undang-undang. Setiap individu bisa jadi memandang pendidikan dengan definisi yang berbeda-beda. kumparanMOM mewawancarai 10 tokoh masyarakat, kira-kira apa definisi pendidikan menurut mereka?

  1. Najelaa Shihab, Pendidik dan Inisiator Jaringan Semua Murid Semua Guru

Najelaa Shihab. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan

Nama Najelaa Shihab rasanya sudah tidak asing lagi di dalam dunia pendidikan. Pendidik sekaligus pendiri sekolah Cikal ini sudah 20 tahun lebih terjun di dunia pendidikan. Kontribusinya pada pendidikan di Indonesia tak perlu ditanyakan lagi. Selain mendirikan sekolah, wanita berusia 43 tahun ini juga menjadi Inisiator Jaringan Semua Murid Semua Guru dan pendiri Keluarga Kita. Najelaa percaya bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, dan semua orang bisa ambil peran pada pendidikan di Indonesia.

"Pendidikan itu bukan hanya urusan guru dan pemerintah saja. Tapi sebetulnya semua orang dari beragam profesi dan latar belakang bisa ambil peran dan tanggung jawab pada pendidikan."

  1. Watiek Ideo, Penulis Buku Anak

instagram embed

Berprofesi sebagai penulis buku anak, Watiek Ideo juga punya definisi sendiri tentang pendidikan. Menurut penulis yang telah menerbitkan sekitar 160 buku itu, pendidikan tak hanya didapat dari sekolah formal saja, tapi bisa dari manapun, termasuk dongeng, saat Anda mendongengi anak, Moms.

Arti pendidikan bagi saya sebenarnya proses untuk terus berevolusi melalui pembelajaran. Pembelajaran ini tentu tidak hanya di sekolah formal namun bisa di mana saja. Sebagai penulis buku anak, memberikan pembelajaran melalui buku dan dongeng sejak dini kepada anak2 adalah salah satu upaya pendidikan utk memperkaya karakter dan pengetahuan anak.

  1. Aar Sumardiono, Pendiri Rumah Inspirasi dan Praktisi Homeschooling

Aar Sumardiono Foto: Dok. Pribadi

Anak belajar tapi tidak bersekolah, bukan hal yang mustahil dengan homeschooling. Ya, itulah yang dipercaya Aar Sumardiono selaku praktisi homeschooling untuk ketiga anaknya. Ia dan istrinya yakin, bahwa anak-anaknya bisa mendapatkan pendidikan layak, mesti tidak bersekolah formal.

Sejak memutuskan menjalankan homeschooling untuk anak pertamanya yang kini sudah berusia 17 tahun, Aar dan Mira rutin berbagi pengalaman di blog pribadi mereka rumahinspirasi (dot) com. Ia pun menjadi inspirator Klub Oase, klub keluarga dengan anak-anak homeschooling.

Menurut Aar, pendidikan adalah tentang masa depan kita bersama. Bagaimana anak-anak menjalani pendidikannya saat ini, buahnya akan menjadi masa depan kita bersama. Sebagai praktisi homeschooling, Aar berharap, pemerintah bisa mendorong dan memfasilitasi tumbuhnya beragam model pendidikan untuk anak-anak karena setiap anak unik dan masyarakat memerlukan model pendidikan berbeda-beda sesuai nilai-nilai dan visi pendidikan keluarga.

Anak-anak adalah individu yang bertumbuh dan bukan merupakan kertas kosong, maka pendidikan tak seharusnya memperlakukan anak sekadar obyek yang menjadi penerima pasif aneka informasi dan pengetahuan yang dianggap penting oleh orang dewasa. Proses pendidikan yang perlu mendapat porsi besar seharusnya adalah proses dari dalam keluar (inside-out), bukan dari luar ke dalam (outside-in), membantu anak mengenali kekuatan personalnya dan membantu melejitkannya.

  1. Gina S. Noer, Penulis Skenario dan Produser Film Keluarga Cemara

instagram embed

Sementara menurut penulis skenario dan produser Film Keluarga Cemara, arti pendidikan adalah awal perubahan yang lebih baik. Dalam dunia pendidikan, Gina juga terlibat dalam inisiatif Sinema Edukasi (SINEDU) bersama Keluarga Kita dan Visinema Pictures.

Arti pendidikan adalah awal perubahan yang lebih baik, apapun medio nya apapun tempat kita mendapat pendidikan yang baik disitulah awal kita mendapatkan solusi dari hal-hal yang buat kita jadi negatif.

  1. Ariyo Zidni, Pendiri Ayo Dongeng Indonesia

instagram embed

Pendidikan bisa didapat dari mana saja, termasuk saat Anda mendongengi anak, Moms. Selaku pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia, Ario Zidni punya pendapat sendiri tentang arti pendidikan. Menurut laki-laki yang akrab disapa Kak Aio ini, pendidikan adalah kehidupan itu sendiri.

Hidup adalah pendidikan, di mana kita bisa menciptakan banyak cerita baik untuk kita atau orang lain. Hal baik yang kita lakukan adalah cerita baik, hal baik yang kita lakukan buat orang lain adalah cerita yang juga sama baiknya.

  1. Haiva Muzdaliva, Direktur Eksekutif Indonesia Mengajar

Haiva Muzdaliva Foto: Dok. Pribadi

Pernah merasakan menjadi pengajar muda di pelosok Indonesia, membuat Haiva semakin peduli dengan pendidikan di tanah Air. Lulusan apoteker di Institut Teknologi Bandung ini kini menjabar sebagai Direktur Eksekutif Indonesia Mengajar. Haiva percaya, setiap orang punya andil yang besar dalam menciptakan ekosistem pendidikan di negeri ini.

Pendidikan adalah tentang masa depan Indonesia. Masa depan Indonesia yg dibuat oleh banyak orang. Karena sejatinya, pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, sekolah atau lembaga tertentu. Setiap orang punya andil yg besar dalam menciptakan ekosistem pendidikan terbaiknya.

  1. Putri Puspita, Peneliti Arsakids

Putri Puspita, peneliti Arsakids Foto: Dok. Pribadi

Pendidikan kini bisa didapat dari mana saja, tak terkecuali melalui game edukasi online, salah satunya dapat diakses melalui website arsakids (dot) com. Putri Puspita, selaku peneliti Arsakids menjelaskan, "Kami, ArsaKids, berupaya membuat jembatan ini lebih menyenangkan untuk anak-anak. Melalui buku interaktif, permainan edukatif berbasis digital, dan berbagai media lainnya, kami ingin memberikan pengalaman menyenangkan agar anak-anak bersemangat dalam belajar."

Putri menambahkan, definisi pendidikan sendiri menurutnya adalah jembatan agar setiap manusia bisa menerapkan hal baik pada sesama.

Pendidikan itu jembatan, mengantarkan seseorang dari tidak paham dan tidak bisa hingga mampu memahami sampai menerapkan untuk kebaikan sesama. Jembatan ini sudah kita coba lalui sejak kecil dan akan terus begitu hingga tua nanti.

  1. Fransiska Oetami, Co-founder Clevio Coder Camp

Fransiska Oetami Foto: Dok. pribadi

Industri game sering kali menjadi kambing hitam, terjadinya beragam aksi negatif yang melibatkan anak-anak. Berangkat dari keprihatinannya melihat kondisi semacam itu, pasangan suami istri Aranggi Soemardjan dan Fransiska Oetami mendirikan Clevio Coder Camp, kursus pemrograman game untuk anak. Bagi Fransiska, pendidikan adalah membantu seseorang belajar hingga bisa membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik lagi.

Pendidikan bagi saya adalah proses yang membantu seseorang belajar menjadi dirinya yang seutuhnya, dengan memanfaatkan sumber-sumber yang ada di sekelilingnya secara positif, menghargai semua potensi yang menjadi keunikan dirinya untuk dikembangkan hingga dia mencapai tujuan hidupnya, di mana keberadaannya membuat dunia menjadi lebih baik.

  1. Karina Adisitiana, Psikolog pendidikan dan Wakil Ketua Yayasan Peduli Musik Anak Indonesia

Karina Adistiana. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Psikolog pendidikan dan Wakil Ketua Yayasan Peduli Musik Anak Indonesia, Karina Adistiana, punya jawaban sendiri saat ditanya soal arti pendidikan. Psikolog yang akrab disapa Anyi ini memutuskan untuk urun-rembug membenahi sistem pendidikan dengan bergabung dalam Jaringan Pendidikan Alternatif.

Terkait pendidikan di Indonesia, wanita yang juga ambil peran sebagai Wakil Ketua Yayasan Gerakan Musik Anak Indonesia ini punya sikan tegas, "Sudah waktunya kita berhenti menghamba pada ijazah.” Menurut Anyi, pendidikan tak hanya sekolah, tapi maknanya jauh lebih luas dari itu.

Tujuan pendidikan yang baik adalah menjadikan anak jadi aktivis yaitu orang-orang yang peka dengan masalah yang ada di lingkungannya dan mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar untuk kesuksesan dirinya, tapi bagaimana dia bisa berguna jadi manusia, itulah keberhasilan pendidikan yang sebenar-benarnya.

  1. Dian Sasmita, Pendiri Sahabat Kapas

Dian Sasmita Foto: Dok. Pribadi

Sejak Agustus 2009, Dian Sasmita bersama rekan-rekannya menggerakkan organisasi sosial bernama Kapas. Oganisasi ini mengusung kepedulian dan pembinaan anak-anak dalam kondisi khusus dan rentan (AKKR), khususnya anak-anak yang menjadi penghuni Rumah Tahanan klas I Surakarta.

Seiring berjalannya waktu, nama Kapas berubah menjadi Sahabat Kapas. Kurangnya perhatian pemerintah, khususnya dalam memenuhi kebutuhan anak-anak di dalam Lapas, menjadi alasan utama Sahabat Kapas untuk membantu anak-anak tersebut. Kepada kumparanMOM, Dian mengatakan bahwa pendidikan harusnya bisa diakses dalam bentuk apapun dengan gembira.

Pendidikan mengesankan sesuatu yg tidak statis, mengikuti kondisi dan situasi peserta pendidikan itu sendiri. Pendidikan juga membawa semangat mendukung perubahan atau perkembangan positif. Pendidikan membawa makna kesamaan kesempatan untuk semua, siapa saja bisa akses pendidikan dalam bentuk apapun dengan gembira.