• 2

Cara Mengajarkan Rasa Empati pada Anak

Cara Mengajarkan Rasa Empati pada Anak


Anak-anak bermain ikan

Anak-anak bermain ikan (Foto: Pixabay)
Setiap orang tua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh menjadi orang yang memiliki hati mulia dan memiliki rasa empati pada orang lain.
Empati merupakan keinginan untuk menolong sesama saat berada di dalam kesulitan. Empati juga merupakan landasan penting untuk membangun kepedulian anak dengan orang lain.
Agar anak tumbuh menjadi orang yang memiliki empati tinggi, Anda bisa mengajarkan hal-hal berikut ini seperti dikutip Today's Parent:
1. Jadilah contoh bagi anak

Ilustrasi ibu dan anak berdiskusi

Ilustrasi ibu dan anak berdiskusi. (Foto: Freepik)
Setiap perilaku yang Anda lakukan akan menjadi pembelajaran tersendiri bagi anak.
Anak-anak cepat mengamati orang lain untuk mempelajari cara berperilaku dan berinteraksi yang tepat. Anda bisa menjadi teladan yang baik dengan menunjukkan pengertian dan simpati saat seseorang sedih, tertekan, frustrasi, atau membutuhkan pertolongan.
Ketika anak sedang sedih dan emosi, tunjukkan pada mereka bahwa Anda bisa memahami dan terus memberikan perhatian padanya. Anda bisa menanyakan apa yang sebenarnya sedang ia alami, dan tawarkan pertolongan untuk membantunya.
2. Hubungkan antara perasaan, pikiran, dan perilaku

Bermusik bersama anak.

Bermusik bersama anak. (Foto: Thinkstock)
Selalu katakan pada anak bahwa setiap tindakan yang mereka lakukan akan selalu ada sebab dan akibat.
Sebagai contoh, saat mainan anak diambil oleh orang lain, lalu anak menjadi sedih dan marah terhadap anak yang mengambil mainannya tersebut.
Katakan pada anak bahwa tidak apa jika berbagi mainan dengan orang lain. Kelak ketika ia ingin memainkan mainan teman-temannya, mereka pasti akan memberikannya.
3. Memberi contoh dengan bercerita

Baca cerita untuk anak

Baca cerita untuk anak (Foto: Thinkstock)
Dongeng sebelum tidur bisa membuat anak lebih rileks dan menangkap semua pesan moral cerita di malam itu. Anda bisa mengumpamakan tokoh pahlawan atau tokoh kartun favoritnya sebagai tokoh yang selalu membantu orang lain ketika dalam kesusahan.
Hal ini akan membuat mereka tertarik untuk mengikuti jejak tokoh kartun favoritnya, dan bisa terbawa sampai mereka dewasa.

ParentingMOMSPendidikan KarakterEdukasi

presentation
500

Baca Lainnya