Cara Stimulasi Pendengaran Bayi Sejak dalam Kandungan

Sejak bayi masih dalam kandungan, ia sudah bisa mendengar. Ya, telinga bayi mulai tumbuh di usia kehamilan 9 minggu dan ia mulai mendengar sejak usianya baru 18 minggu di perut ibu .
Karena itu, para ahli menyarankan Anda untuk merangsang kemampuan pendengaran bayi dengan stimulus yang baik untuk membantu tumbuh kembang hingga kecerdasan bahasanya.
Selain itu, stimulus yang Anda berikan juga dapat memberikan bayi rasa tenang dan kedamaian bahkan membuat bayi merasa aman, dilindungi dan dicintai.
Nah, bagaimana cara memberikan stimulus ini? kumparanMOM (kumparan.com) merangkumnya untuk Anda berikut ini:
Mengajak Bicara

Sejak dalam kandungan, Anda bisa berkomunikasi dengan bayi dengan seolah mengajaknya bicara. Anda bertanya, menjelaskan, hingga merespon setiap gerakan kecilnya.
Sambil mengelusnya lembut dan penuh kasih, kebiasaan berbicara ini akan dipercaya bisa menstimulasi pendengaran bayi.
Membacakan Cerita

Sambil bersantai atau menjelang tidur, Anda bisa mengajak suami membacakan cerita untuk bayi Anda. Entah itu dongeng atau cerita anak-anak.
Sesekali, Anda bisa minta suami memeragakan suara tokoh dalam cerita atau menggunakan alat (misal suara ketukan pada kayu, lonceng atau siulan burung) untuk memperkuat cerita. Dengan begini, bayi bisa mendengar variasi bunyi yang semakin mengasah kecerdasannya.
Mendengarkan Musik

Banyak penelitian yang menyebut, jika musik memang dipercaya bermanfaat bagi bayi dalam kandungan. Tidak ada batasan akan jenis musik yang baik untuk bayi. Anda pun bisa memasang jenis musik apa saja yang Anda suka.
Namun para ahli menyarankan Anda memasang musik yang lembut dan menenangkan untuk bayi. Bukan musik yang berisik atau temponya terlalu cepat.
Selain musik, Anda juga dapat memasang rekaman pembacaan ayat suci sesuai agama dan kepercayaan Anda. Intinya, berilah stimulasi suara dan bunyi positif yang bervariasi untuknya.
