kumparan
21 Mar 2019 9:29 WIB

Catat, Ini Daftar Obat yang Mesti Ada di Rumah Saat Punya Bayi

Siapkan obat-obatan khusus untuk bayi di rumah Foto: Shutterstock
Selamat datang ke rumah, bayi mungil! Selain menyediakan pakaian, popok dan pernak-pernik lainnya, obat untuk bayi juga harus tersedia di rumah, Moms.
ADVERTISEMENT
Selain obat, lengkapi juga dengan beberapa benda khusus di dalam kotak P3K Anda. Tujuannya sudah siap sedia mengatasi masalah khas si kecil mulai dari kondisi kulit lecet akibat tergaruk, risiko terluka karena ia mulai aktif bergerak, hingga demam.
Ilustrasi obat-obatan untuk anak dan bayi Foto: Shutterstock
- Asetaminofen (Parasetamol) khusus bayi. Berbentuk obat cair, gunanya untuk meredakan demam, rasa sakit yang diakibatkan tumbuh gigi, dan nyeri karena baru disuntik.
- Obat semprot hidung khusus bayi, untuk membersihkan lendir di hidungnya saat ia flu dan pilek. Anda bisa minta dokter anak meresepkannya.
- Termometer. Memiliki termometer di rumah sangat penting untuk memantau suhu tubuh bayi. Di antara aneka jenis termometer, khusus buat bayi, pilihlah jenis termometer rektal untuk pengukuran yang paling akurat.
Ilustrasi tisu beralkohol Foto: Pixabay
- Tisu atau kapas beralkohol. Dipakai untuk membersihkan termometer, pinset, dan gunting kuku sebelum dan sudah dipakai agar tetap bersih. Ini penting untuk menghindari si kecil dari virus atau bakteri mengingat bayi masih rentan infeksi. Di apotek Anda juga bisa membeli alcohol swabs.
ADVERTISEMENT
- Petroleum Jelly. Kulit bayi lebih sensitif dari kulit orang dewasa, sehingga dapat dengan mudah iritasi. Petroleum jelly berguna untuk mencegahnya, Moms. Anda juga bisa memanfaatkannya sebagai pelumas ketika Anda akan menggunakan termometer rektal (dubur) maupun untuk mencegah ruam popok.
Ilustrasi menggunting kuku bayi Foto: Shutterstock
- Gunting kuku bayi. Kuku bayi tumbuh sangat cepat, sehingga Anda mungkin bisa mengguntingnya sampai lebih dari satu kali dalam seminggu. Meski kelihatan lunak dan lembut, nyatanya cukup tajam bagi bayi untuk melukai wajahnya sendiri.
- Perban, plester dan cairan antiseptik. Ketika si kecil sudah belajar merangkak, berdiri, dan memanjat, maka besar kemungkinan ia bisa jatuh dan terluka ringan. Bila itu yang terjadi, segera desinfeksi atau mensterilkan luka agar tak terjadi infeksi, menggunakan cairan antiseptik dan menutupnya dengan perban.
Ilustrasi memberi obat bayi dengan drop Foto: Shutterstock
- Pipet, drop, cup feeder atau spuit tanpa jarum. Berguna untuk alat bantu memberi obat pada bayi bila diperlukan. Pastikan pipet atau spuit dalam keadaan bersih dan steril bila hendak digunakan.
ADVERTISEMENT
Meski sudah membaca daftar ini, sebelum membelinya jangan lupa berkonsultasi ke dokter atau bidan terlebih dulu ya, Moms. Jangan pernah sembarang membeli obat dan memberikannya pada bayi. Sebab bisa saja, bayi Anda memiliki kondisi atau riwayat kesehatan tertentu sehingga membutuhkan obat, dosis maupun peralatan yang berbeda.
Bila sudah ada 'lampu hijau' dari dokter, belilah obat dan perlengkapan di apotek yang bisa dipercaya dan selalu pastikan kondisi maupun tanggal kedaluwarsa obat yang tercantum pada kemasannya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan