kumparan
14 Nov 2017 11:42 WIB

Fenomena Bayi Lahir Masih di Dalam Kantung Ketuban

Kelahiran bayi (Foto: Wikimedia Commons)
Dalam beberapa kelahiran, bayi dapat lahir dalam keadaan masih berada di dalam kantung cairan ketuban. Ketuban yang seharusnya pecah yang menandai proses melahirkan justru masih utuh dan masih membungkus bayi.
ADVERTISEMENT
Fenomena ini kembali ramai lewat video pendek yang viral di dunia maya. Dilansir The Independent, sebuah video berdurasi 44 detik itu menunjukkan proses persalinan metode Caesar yang mengeluarkan bayi yang masih berada di kantung ketuban.
Seluruh tubuhnya masih berada dalam kantung lentur transparan sehinga dokter perlu mengambil tindakan untuk membukanya.
Meski terlihat janggal, namun proses kelahiran ini masih wajar. Hal ini sama sekali tidak berhubungan dengan kondisi fisik sang bayi. Wajah dan bagian tubuhnya samar-samar terlihat di dalam kantung bersama dengan cairan ketuban milik ibunya. Ia hanya tertutupi tabung ketuban sama seperti ketika ia berada di dalam kandungan ibunya.
Kelahiran ini dinamakan kelahiran en caul, sebuah kata dalam bahasa latin yang artinya 'helm'. Kelahiran caul terbagi dalam dua tipe yaitu bayi yang tertutup kantung hanya sebagian dan sepenuhnya tertutupi kantung yang disebut en caul.
ADVERTISEMENT
Bayi yang lahir di dalam kantung adalah peristiwa normal yang sangat langka. Kelahiran semacam ini hanya terjadi di 1 banding 80 ribu kelahiran. Kebanyakan bayi yang lahir en caul adalah bayi prematur karena ukurannya tidak mampu memecahkan ketuban.
Kelangkaan membuat kelahiran el caul selalu melahirkan kisah yang viral. Pada bulan Agustus, dunia digemparkan oleh foto seorang perempuan yang melahirkan di mobil dalam kondisi en caul. Kisah selanjutnya dari dari Raelin Scurry yang melahirkan putranya dalam usia kandungan 7 bulan.
Kedua bayi yang lahir en caul tidak mengalami masalah berarti dalam proses tumbuh kembangnya. Bahkan, beberapa tokoh besar lahir dengan en caul seperti Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte, pakar psikologi Sigmund Freud, ksatria Prancis Charlemagne, dan penyair Inggris Lord Byron.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan