Hati-hati, Sembelit pada Anak Bisa Berujung Fatal

8 Juli 2018 10:32 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anak dirawat di rumah sakit. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Anak dirawat di rumah sakit. (Foto: Thinkstock)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Saat kondisi susah buang air besar (BAB) atau sembelit menyerang, Anda akan dibuat tidak nyaman karenanya. Lalu, bagaimana bila itu terjadi pada anak? Tidak tega ya, Moms, melihat ia begitu menderita karena kesakitan.
ADVERTISEMENT
Istilah sembelit atau konstipasi berasal dari bahasa Latin, constipare, yang berarti bergerombol bersama. Lumrahnya, sembelit berarti ketidakmampuan feses untuk keluar dengan ‘sempurna’ yang ditandai dengan berkurangnya frekuensi BAB, tekstur feses yang lebih keras dan kering, hingga rasa nyeri yang timbul.
Anak yang terkena sembelit bisa orang tua berikan penanganan sendiri di rumah. Seperti, memberi asupan kaya serat, air yang cukup, dan membantu psikologisnya agar lebih rileks serta nyaman saat BAB.
Nah, tapi hal itu tidak cukup jika sembelit yang dialami anak Anda menunjukkan hal-hal yang tak biasa. Seperti yang dikatakan Dr. Muzal Kadim, SpA(K), anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Divisi Gastrohepatologi dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM di laman resmi idai.or.id, sembelit pada anak perlu diwaspadai bila sudah timbul sejak lahir, disertai perut kembung dan mengganggu tumbuh kembang anak.
ADVERTISEMENT
Tanda itu, bisa jadi menunjukkan kelainan yang disebut Hirsprung.
Sakit Perut Pada Anak. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Sakit Perut Pada Anak. (Foto: Thinkstock)
Penyakit Hirsprung terjadi akibat bawaan lahir saat proses pembentukan saraf-saraf usus yang tidak normal saat janin dalam kandungan. Saraf pada usus besar terujung yang mendekati anus tidak terbentuk dengan baik, menjadi kaku dan sulit mengeluarkan feses. Sementara, pada bagian atas bekerja keras sehingga menimbulkan pelebaran usus.
Dampaknya, para penderita Hirsprung sulit BAB sejak lahir. Risiko bawaan lahir ini lebih besar terjadi pada anak laki-laki dibanding anak perempuan, dengan perbandingan 4:1.
Mengidentifikasi anak dengan kondisi Hirsprung tak bisa sepintas. Perlu ada pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut dari dokter. Dokter mungkin akan mengambil tindakan biopsi hisap atau foto usus besar, dengan menggunakan kontras yang bernama pemeriksaan barium enema.
ADVERTISEMENT
Setelah dinyatakan Hirsprung, anak bisa menjalani operasi dua tahap. Pertama, tahap kolostomi atau pembuatan saluran keluarnya feses. Kedua, operasi koreksi sesaat setelah berat badan dan usia bayi telah mencapai kondisi optimal.
Meski belum ada petunjuk baku ilmiah terkait penyebab Hirsprung, namun, infeksi Toxoplasma serta virus lainnya akibat kurangnya nutrisi saat hamil ditengarai bisa memicu terjadi sembelit yang berbahaya itu.