Pencarian populer

Jangan Khawatir Bila Aroma ASI Perah Tak Sedap, Ini Alasannya!

Ilustrasi Menutup Hidung (Foto: Shutterstock)

Ketika ibu menyusui bekerja atau banyak menghabiskan waktu di luar rumah, ASI perah memang bisa menjadi solusi untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Makanya, penting bagi ibu untuk memastikan ASI yang diperahnya selalu berada di dalam kondisi yang segar dan layak untuk diminum.

Tapi, pernahkah Anda mendapati ASI perah yang Anda miliki, menimbulkan aroma tak sedap seperti bau tengik? Jika ya, Anda tidak perlu khawatir, Moms.

dr Galih Linggar Astu Sp.A., dokter spesialis anak di Brawijaya Hospital, Depok, menjelaskan bahwa aroma tengik itu berasal dari kandungan alami ASI itu sendiri.

“Enzim lipase di dalam ASI berfungsi memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol, sehingga mudah didistribusikan dan dicerna oleh tubuh bayi,” papar dr Galih saat dihubungi kumparanMOM.

Ilustrasi ASI Perah yang dikeluarkan dengan tangan (Foto: Unsplash)

Dilansir Medela Breastfeeding US, bau tidak sedap ASI perah biasanya akan sangat terasa saat dilelehkan dari pembekuan. Itu berarti enzim lipase dalam ASI itu sedang bekerja.

Semakin lama ASI perah disimpan, baik di suhu ruangan atau kulkas luar freezer, maka akan semakin banyak pula aktivitas lipase yang terjadi. Tingginya enzim ini, membuatnya berbau tak sedap atau bahkan seperti sabun.

Tetapi pengecualian bila ASI perah yang berbau itu disertai dengan rasanya yang asam pula. Jika ASI perah dibiarkan disimpan lebih dari empat jam di suhu ruang, maka akan ada kemungkinan ASI perah bisa terkontaminasi bakteri yang membuatnya menjadi basi.

ASI perah berbeda dengan ASI yang disimpan pada payudara ibu yang tak akan basi. (Foto: Shutterstock)

Untuk mengetahuinya, cobalah cium dan cicipi sedikit rasa ASI Anda sebelum menyimpannya atau tepat setelah diperah dari payudara. Lalu, ulangi cium dan cicipi lagi setelah beberapa jam ke depan, ketika Anda meninggalkannya di suhu ruangan. Bila bau dan rasanya ada perbedaan, maka kemungkinan ASI perah telah terkontaminasi jamur atau bakteri. Bila sudah begitu, artinya sudah tak layak diberikan pada si kecil, Moms.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Baca Lainnya
Lorem ipsum dolor sit amet
Lorem ipsum dolor sit amet
11 Desember 2017
Lorem ipsum dolor sit amet
Lorem ipsum dolor sit amet
11 Desember 2017
Lorem ipsum dolor sit amet
Lorem ipsum dolor sit amet
11 Desember 2017
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: