Kumparan Logo

Kapan Harus ke Dokter Bila Anak Demam?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Demam pada Malam Hari Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Demam pada Malam Hari Foto: Shutterstock

Melihat anak demam tentu membuat orang tua khawatir. Anda pun, mungkin ingin cepat-cepat membawa anak ke dokter agar segera diberi obat. Hal ini sebenarnya sangat wajar karena Anda mungkin merasa takut akan kesehatan si kecil.

Tapi sebenarnya orang tua tidak perlu terburu-buru membawa si kecil ke dokter saat sedang demam, Moms. Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), demam adalah reaksi normal pada tubuh yang bermanfaat untuk melawan kuman. Tingginya demam pada anak juga tidak selalu menandakan tingkat keparahan kondisi si kecil.

Ilustrasi Anak Demam Foto: Shutterstock

Secara umum, anak yang demam harus dibawa ke dokter jika:

  • Usia anak kurang dari 3 bulan tanpa memandang keadaan anak secara umum

  • Anak usia 3-36 bulan yang demam lebih dari 3 hari atau terdapat tanda bahaya

  • Anak usia 3-36 bulan dengan demam yang tinggi kurang lebih sekitar 39 derajat celsius

  • Anak semua usia yang suhunya di atas 40 derajat celsius

  • Anak semua usia dengan kejang demam

  • Anak semua usia yang demam berulang lebih dari 7 hari walaupun demam hanya berlangsung beberapa jam saja

  • Anak semua usia dengan penyakit kronik seperti penyakit jantung, kanker, lupus, penyakit ginjal

  • Anak yang demam disertai ruam

Ilustrasi anak sakit demam Foto: Shutterstock

Bawa juga sesegera mungkin anak dokter bila ditemui tanda-tanda bahwa seperti di bawah ini, Moms:

  • Tidak merespons atau susah dibangunkan atau tidak bisa bergerak

  • Kesulitan bernapas

  • Bibir, lidah dan kuku nampak kebiruan

  • Ubun-ubun terlihat membonjol atau cekung

  • Ada kekakuan di leher

  • Nyeri kepala yang hebat

  • Nyeri perut hebat atau muntah-muntah

  • Terdapat ruam atau bintik-bintik berwarna keunguan seperti memar

  • Tidak mau makan atau minum dan terlihat terlalu lemah untuk minum

  • Menangis terus menerus

  • Anak gelisah

  • Posisi tubuh condong ke depan dan tidak dapat mengontrol air liur

  • Buang air kecil menjadi sedikit atau jarang

    kumparan post embed