Pencarian populer

Kiat Semakin Dekat dengan Balita Anda

Ibu dan anak laki-lakinya (Foto: Thinkstock)

Apakah balita Anda seringkali rewel? Bertindak semaunya dan sulit diatur? Atau mungkin ia sering mengamuk tanpa sebab hingga membuat Anda jengah dan jengkel?

Alhasil, hubungan Anda dengan anak jadi kurang baik dan anak cenderung menarik diri dari Anda.

Masalah seperti ini nyata terjadi dan tidak hanya pada ibu dengan anak remaja saja lho, Ma. Apa yang harus Anda lakukan bila mengalaminya?

Satu yang perlu lebih dahulu Anda ketahui , pada usia prasekolah (3-5 tahun) anak memang sedang mengalami tahap praoperasional yang terbatas dalam menerima rangsangan. Sehingga, anak masih mempunyai ego tinggi dan sulit diberi pengertian.

Bayi menangis tidak mengeluarkan air mata. (Foto: Thinkstock)

Jangan menyerah. Selain terus pelan-pelan Anda beri perhatian dan pengertian pada anak, cobalah perbaiki hubungan dengan anak yang dengan cara-cara berikut ini:

Luangkan Waktu

Anak mengalami perubahan emosional. (Foto: Thinkstock)

Bisa jadi selama ini Anda terlalu sibuk bekerja, bisnis, atau perhatian lain yang membuat waktu Anda bersama si kecil tidak banyak. Maka, luangkan waktu Anda untuk benar-benar ada di sisinya.

Anda bisa mengajaknya bermain, liburan ke luar, atau sekadar mendengarkan cerita-ceritanya. Intinya, buatlah anak merasa diperhatikan dan disayangi.

Teladan Baik

Katakan dengan anak secara tegas (Foto: Thinstock)

Perilaku anak adalah hasil dari pengalamannya belajar termasuk oleh lingkungannya. Maka, perhatikan kembali pola asuh Anda terhadap mereka. Apakah selama ini Anda telah memberi teladan baik?

Jika belum, jangan berharap anak berubah. Jadi mulailah memberikan teladan bagi anak seperti yang Anda inginkan pada perilakunya.

Berkomunikasilah

Hubungan anak dan orang tua (Foto: Pixabay)

Terkadang orang tua menganggap marah dan berteriak adalah cara mendisiplinkan anak. Padahal, anak-anak sama sekali tak akan mendengar bila Anda menyampaikan sesuatu dengan cara seperti itu.

Pahami dulu apa yang mereka butuhkan dan inginkan, ajak bicara dengan tenang dan tanpa emosi. Hindari juga terburu-buru menyela atau memotong ucapan mereka. Buatlah anak merasa pendapat mereka juga dihargai dan jangan menganggap sepele saat mereka bicara.

Pancinglah anak untuk mau mengungkapkan perasaan, pendapat dan bahkan kritik bagi Anda. Termasuk, biasakanlah mereka agar bisa menerima pendapat orang lain dan bertanggungjawab terhadap apa yang mereka ucapkan dan lakukan.

Fokus pada Kelebihan Anak

Fokus pada kelebihan dan kekuatan anak (Foto: Thinstock)

Alih-alih memikirkan kenakalan anak Anda yang "luar biasa" fokuslah pada kelebihan-kelebihan anak yang bisa Anda kembangkan. Terus ajarkan dan tanamkan nilai-nilai kebaikan sambil menumbuhkan kepercayaan dirinya.

Maaf, Tolong dan Terimakasih

Seperti juga anak, orang tua pun tidak luput dari kesalahan. Maka, tidak perlu merasa selalu benar dan gengsi untuk minta maaf pada anak.

Mohon maaflah pada Anak jika Anda melakukan kesalahan atau melukainya. Begitupun sebaliknya.

Biasakan untuk mengucapkan tolong ketika meminta bantuan anak Anda dan sebaliknya. Meski sepele, kebiasaan ini akan membuat anak merasa dihargai.

Tak lupa, ucapkan terimakasih dan berikan apresiasi untuk setiap kebaikan yang dilakukannya.

Jadi, sudah siap menghadapi anak Anda dan merangkul untuk menyelesaikan masalah Anda dengannya?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.63