kumparan
19 Sep 2019 16:40 WIB

Kisah Persalinan Darurat di Dalam Gojek

ilustrasi ibu hamil hendak masuk ke dalam mobil menjelang persalinan Foto: Shutterstock
Seperti apa rasanya melakukan persalinan di dalam mobil yang tengah berjalan? Kebanyakan dari kita tentu sulit membayangkannya ya, Moms. Apalagi kalau mobil tersebut bukan mobil pribadi.
ADVERTISEMENT
Namun inilah yang dialami oleh seorang ibu di Singapura pada 23 Agustus yang lalu. Saat itu, Nurisah--nama ibu tersebut, sedang dalam perjalanan menggunakan layanan GoCar dari Gojek bersama mertua dan adik iparnya.
Tujuan mereka kala itu memang ke sebuah rumah sakit yang bernama KK Women's and Children's Hospital (KKH). Namun, di tengah perjalanan Nurisah tiba-tiba merasakan kontraksi yang sangat hebat.
ilustrasi ibu hamil di dalam mobil menjelang persalinan Foto: Shutterstock
"Saya tidak bisa menahannya lagi. Kontraksinya semakin menyakitkan. Adik ipar saya bertanya kepada driver berapa lama lagi sampai KKH dan katanya 15 menit lagi," ungkap Nurisah yang biasa disapa Nish, dilansir Stomp dari The Straits Times.
"Saya mulai berteriak dan mengerang kesakitan dan beberapa menit kemudian, ketuban saya pecah. Saya tahu bayi saya akan segera lahir. Adik ipar saya telah melihat kepala bayi saya mulai keluar dan kami berdua tidak tahu apa yang harus dilakukan," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Nish bercerita, pengemudi Gojek bernama Leng Kwee Kwong itu lantas menyarankan agar dirinya terus mengejan dan mendorong bayinya keluar. Dan itulah yang terjadi sekitar 5-10 menit kemudian. Sang bayi lahir di dalam mobil sebelum mereka tiba di KKH.
Bayi yang lahir dalam perjalanan Gojek di Singapura. Foto: Nish Apit/Facebook
Bayi itu tercatat lahir pukul 07.30 pagi waktu setempat, berjenis kelamin perempuan dan diberi nama Nellya Adora. Menurut Nish, sang pengemudi Gocar sangat sabar karena ia menunggu sampai perawat datang dan memastikan dirinya dan bayinya telah dirawat dengan baik sebelum pergi.
"Mobilnya jadi penuh darah, dari ketuban saya, kotoran, semuanya, tapi driver Gojek itu tidak bilang apa-apa. Suami saya mau memberinya imbalan untuk membersihkan mobilnya tapi sang driver menolak menerima," ucap Nish.
Logo baru GOJEK Foto: Astrid Rahadiani Putri/kumparan
Alih-alih, Nish justru mendapat hadiah tak terduga. Ya Moms, Gojek memberikan sejumlah hadiah kepada Nurisah juga kepada Leng Kwee Kwong -pengemudi sabar yang membantunya.
ADVERTISEMENT
Perusahaan on demand berbasis aplikasi asal Indonesia itu mengungkapkan alasan mereka memberi hadiah karena ini merupakan bayi pertama yang lahir dalam perjalanan Gojek di Singapura. Hadiahnya pun bermacam-macam. Mulai dari bantuan perawatan, pernak-pernik bayi, hingga voucher Gojek.
"Ibu Nurisah akan menerima 500 dolar Singapura (senilai kurang lebih Rp 5,1 juta) sebagai bantuan perawatan, sebuah tempat duduk mobil untuk bayi, dan voucher Gojek senilai 500 dolar Singapura (Rp 5,1 juta). Ini akan membantu biaya perawatan dan transportasi dari pengecekan kesehatan reguler yang dibutuhkan ibu baru dan bayinya," ungkap pihak Gojek.
Ilustrasi uang dolar Singapura Foto: AFP/Roslan Rahman
Sementara itu, Leng Kwee Kwong akan mendapatkan beasiswa senilai 500 dolar Singapura (Rp 5,1 juta) untuk kedua anaknya, uang liburan senilai 2.500 dolar Singapura (Rp 25,5 juta) untuk keluarga, dan saldo Medisave 500 dolar Singapura (Rp 5,1 juta).
ADVERTISEMENT
"Kami harap ini bisa membantu ayah dua anak tersebut untuk edukasi anak-anaknya, biaya kesehatannya, dan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarganya, sebuah kegiatan yang kami tahu dia sukai," ujar pihak Gojek.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan