Pencarian populer

Latih Motorik dan Kemandirian, Yuk Ajari Anak Lipat Pakaiannya Sendiri

Ilustrasi padu padan baju anak (Foto: Thinkstock)

Melatih kemandirian anak bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Tak perlu rumit, Anda hanya perlu melibatkan si kecil saat Anda mengerjakan tugas rumah tangga sehari-hari. Seperti melipat pakaiannya sendiri, misalnya.

Melipat pakaiannya sendiri yang baru kering usai dijemur, juga melatih gerak motorik pada tangan, melatih fokus koordinasi antara mata dengan tangan dan rasa tanggung jawab akan barang miliknya sendiri.

Pada awalnya meminta anak membantu lipat cucian mungkin malah merepotkan Anda. Tapi anggap saja ini sebagai investasi bagi anak. Makin sering anak melipat pakaian, ia pasti makin terampil. Jadi, Anda tak perlu memaksa anak untuk langsung bisa saat itu juga.

Anda bisa mengajarkan anak melipat pakaian sejak usia 2 tahun. Tak hanya membuatnya lebih mandiri, latihan ini juga akan mengasah motorik halusnya. Yuk mulai!

1. Sebagai latihan awal, berikan sapu tangan yang sudah usang untuk dilipat anak. Siapkan penggaris dan pena merah.

2. Tandai sapu tangan dengan garis vertikal dan horizontal, sesuai garis lipatan Anda biasanya. Lipatlah sesuai garis yang Anda buat dan mintalah anak memperhatikan.

Ilustrasi kedekatan ibu dan anak laki-lakinya (Foto: Shutterstock)

3. Buka kembali lipatan Anda dan berikan sapu tangan kepada anak. Mintalah ia melakukan hal yang sama seperti yang Anda contohkan.

4. Agar makin terampil, Anda bisa memberikan si kecil beberapa sapu tangan. Masukkan sapu tangan yang belum terlipat ke dalam keranjang. Mintalah si kecil melipatnya satu per satu sesuai contoh dari Anda.

5. Jika menurut Anda anak sudah pandai melipat sapu tangan, waktunya beralih melipat pakaian. Pilihlah baju yang memiliki bekas lipatan untuk dijadikan panduan. Seperti kemeja misalnya.

6. Lipatlah kemeja dengan cara Anda sendiri, namun usahakan langkah-langkahnya tetap konsisten agar anak dapat meniru. Misalnya jika Anda melipat lengan mulai dari bagian kanan, maka selalu mulailah dengan cara tersebut. Baik itu kemeja, kaos, ataupun sweater.

7. Bimbinglah anak dengan sabar. Jika ia tampak lelah atau bosan, tidak perlu dipaksa, Moms. Sebaiknya lanjutkan latihan pada keesokan hari.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: