Pencarian populer

Manfaat Main Puzzle untuk Anak

Puzzle. (Foto: Pixabay)

Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata puzzle? Acak? Permainan bongkar pasang? Atau Beberapa potong gambar yang dikaitkan menjadi sebuah bagian utuh?

Ya, tepat sekali. Kata puzzle berasal dari bahasa Inggris yang berarti teka-teki atau bongkar pasang. Sesuai dengan namanya, puzzle adalah permainan menyusun potongan gambar yang sudah diacak terlebih dahulu.

Puzzle biasanya terbuat dari papan kayu atau karton tebal berwujud asimetris. Ini bertujuan agar kepingan gambar bisa dihubung-hubungkan menjadi sebuah gambar utuh.

Terdapat beberapa macam puzzle yang sering dimainkan anak-anak di seluruh dunia, antara lain: puzzle batang, kontruksi, angka, lantai, transportasi, geometri, dan logika.

Tidak hanya menyenangkan, merangkai puzzle juga memiliki segudang manfaat. Dilansir Learning for Kids, berikut manfaat bermain puzzle bagi tumbuh kembang anak:

Kemampuan Kognitif

Permainan puzzle memiliki tema dan topik yang berbeda satu sama lain. Ada huruf, angka, warna, serta berbagai macam karakter seperti sayur-mayur, hewan, dan alat transportasi.

Beragam jenis puzzle bisa meningkatkan kemampuan spasial anak. Mereka akan memahami lebih dalam topik dan tema yang diperoleh dari puzzle-puzzle yang mereka susun.

Penyelesaian Masalah

Ilustrasi anak bermain (Foto: Thinkstock)

Puzzle adalah permainan yang membutuhkan strategi. Anak akan berpikir keras menyusun potongan-potongan kecil menjadi sebuah karakter yang memiliki makna.

Proses tersebut melibatkan tiga ketrampilan yang bermanfaat bagi perkembangan pola berpikir si buah hati saat dewasa kelak, antara lain: daya nalar, kemampuan mencari solusi dan menyelesaikan masalah.

Kemampuan Motorik

Saat bermain puzzle anak akan melakukan banyak eksplorasi gerakan. Menghubungkan satu potongan gambar dengan potongan gambar lainnya. Satu bagian diambil untuk diletakkan di bagian lain yang mereka anggap tepat.

Gerakan-gerakan tersebut yang akan merangsang perkembangan saraf motorik halus mereka.

Koordinasi Tangan dan Mata

Ilustrasi Anak Bermain (Foto: Pixabay)

Tidak hanya motorik halus, tangan dan mata anak juga akan terlatih untuk melakukan koordinasi yang berkesinambungan. Hal itu akan berguna bagi mereka, karena bisa membuatnya tumbuh menjadi anak yang cepat tanggap.

Sosialisasi

Anak tidak bersosialisasi (Foto: Thinstock)

Proses penyelesaian puzzle mendorong anak untuk melakukan kerja kooperatif bersama teman-temannya. Anak belajar bertanya, berdiskusi, berbagi, serta memimpin.

Meningkatkan Percaya Diri

Berhasil menyelesaikan puzzle memberikan kepuasan batin tersendiri. Pencapaian itu menjadikan anak lebih percaya diri dan lebih siap untuk mengatasi masalah yang jauh lebih besar lagi .

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajak anak Anda bermain puzzle, Moms.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: