Pencarian populer

Manfaat Tidur Cukup untuk Tumbuh Kembang Anak

Kualitas Tidur Anak (Foto: Thinkstock)

Untuk membekali anak menghadapi persaingan di masa depan atau mengikuti minat anak, sebagian orang tua mendaftarkan anaknya mengikuti berbagai kegiatan. Tapi karena padatnya jadwal kegiatan anak tersebut, orang tua kadang-kadang lupa memperhatikan apakah anak memperoleh waktu beristirahat atau tidur yang cukup. Padahal terlalu banyak aktivitas hingga mengabikan kecukupan waktu tidur akan berpengaruh buruk pada kesehatan hingga tumbuh kembang anak.

Menurut Dokter ahli saraf Rumah Sakit Anak Boston, Kiran Maski M.D, anak yang kurang tidur mengalami berbagai gangguan kesehatan seperti obesitas, tekanan darah cenderung lebih tinggi, resitensi insulin, dan moodnya mudah berubah. Sedangkan sebaliknya, berdasarkan hasil penelitian anak-anak yang memiliki jam tidur terjadwal, tepat waktu, dan cukup tidur memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik, kesehatan yang baik, fisik yang lebih kuat, dan emosinya terkontrol. Berikut penjelasan lebih lengkap tentang manfaat jika anak cukup tidur:

1. Otak Anak Mengumpulkan Informasi yang Penting

Perkembangan otak anak. (Foto: Unsplash)

Tidur adalah waktu yang tepat untuk otak anak mengumpulkan informasi yang dia temukan sepanjang hari. Menurut Psikolog dan Direktur Attention Behaviour and Sleep Lab di Douglas Mental Health University Institute di Montreal, Reut Gruber Ph.D, saat anak tidur otaknya akan tetap bekerja untuk memilih mana informasi yang penting dan dibutuhkan serta mana yang tidak.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Dr. Gruber, anak berusia 7-11 yang memiliki tidur yang cukup dan nyenyak memiliki nilai matematika dan bahasa yang lebih tinggi serta memiiliki kemampuan akademis yang sangat baik. Selama tidur, sel otak yang terlibat dalam pembelajaran dapat diaktifkan kembali dan memfasilitasi pertumbuhan koneksi saraf baru, yang membantu bentuk memori jangka panjang.

2. Tubuh Anak Lebih Tinggi

Ilustrasi pengukuran tinggi badan (Foto: Thinkstock)

Dokter ortopedi anak di Rumah Sakit Anak dan Keluarga Amerika, di Madison, Wisconsin, Ken Noonan M.D, mengatakan tidur adalah waktu yang penting untuk kesehatan tulang anak. Ken pernah melakukan penelitian terhadap bayi domba. Dari hasil penerlitian tersebut, Ken melihat bayi domba tersebut pada siang hari tidak mengalami pertumbuhan pada tulangnya. Namun, pada malam hari saat mereka berbaring, tulang bayi domba tersebut tumbuh. Hal itu juga disebabkan akibat tekanan berat badan yang berkurang pada malam hari. Ken mengatakan, hal yang sama juga mungkin akan terjadi pada manusia.

3. Nafsu Makan Anak Terjaga

Biasakan anak makan buah dan sayur sedari kecil. (Foto: Thinstock)

Hasil penelitian Universitas Colorado Boulder menunjukkan bahwa anak usia prasekolah rata-rata mengalami kekurangan tidur selama 3 jam per hari. Sedangkan hasil penelitian lainnya menunjukkan, anak usia 5 sampai 11 tahun yang mengalami kurang waktu tidurnya dari 10 jam setiap hari, maka kemungkinan akan mengalami kelebihan berat badan dibandingkan anak yang tidurnya sekitar 12 jam.

Penulis Body Kindness, Rebecca Scritchfield, R.D.N, mengatakan anak yang cukup tidur otaknya dapat menghasilkan kadar ghrelin dan leptin yang cukup. Ghrelin adalah adalah hormon yang digunakan oleh tubuh untuk mengirim sinyal ke otak untuk meningkatkan nafsu makan pada saat tubuh lapar dan membutuhkan makanan. Sedangkan, Leptin adalah hormon yang sangat berperan dalam mengatur berat tubuh.

Namun, sebaliknya tidur yang tidak mencukupi akan meningkatkan hormon ghrelin dan hormon yang lebih rendah. Hal itu membuat nafsu makan anak tidak terkontrol, dan akan makan lebih banyak dari biasanya.

4. Anak Lebih Mudah Fokus

Fokus pada kelebihan dan kekuatan anak (Foto: Thinstock)

Cukup tidur juga membuat kemampuan fokus anak lebih baik. Berdasarkan hasil studi, ketika Anda memberi tes kognitif pada anak yang kekurangan tidur maka dia mengidap Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), dan dia cenderung suka meniru anak-anak yang tidak memiliki ADHD.ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak hingga menyebabkan aktivitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan. Dengan kata lain, kualitas tidur yang buruk mengakibatkan masalah konsentrasi dan hiperaktif. Oleh karena itu, penting menjaga waktu tidur anak.

5. Jantung Anak Lebih Sehat

Kesehatan Jantung (Foto: Thinkstock)

Tidur yang cukup dapat melindungi anak-anak dari tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan faktor risiko penyakit jantung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan, durasi tidur yang lebih singkat dapat meningkatkan tingkat biomarker inflamasi yang disebut protein C-reaktif, yang berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

6. Sistem Kekebalan Tubuh Anak Terjaga

Sistem imun (Foto: Thinkstock)

Saat tidur malam hari, otak anak melepaskan zat kimia yang mendukung perbaikan sistem kekebalan tubuh. Ini termasuk sitokin, molekul yang mengarahkan sel kekebalan ke daerah infeksi atau pembengkakan. Sebuah studi di Jerman menunjukkan manfaat kesehatan yang lebih spesifik pada anak setelah melakukan vaksinasi. Seorang anak yang tidur di malam hari setelah divaksin hepatitis A menghasilkan respons kekebalan seketika dua kali lebih kuat setelah empat minggu.

Sedangkan sebaiknya, jika anak kurang tidur kadar kortisolnya lebih tinggi, hormon stres yang mengurangi pengaktifan sistem kekebalan tubuh, yang bisa menghalangi penyembuhan.

7. Anak jadi Mudah Bergaul dengan Orang Lain

Anak bermain. (Foto: Thinkstock )

Hasil penelitian menunjukkan anak yang kurang tidur akan mengalami masalah saat bergaul dengan orang lain dan anak akan lebh mudah marah, serta frustasi. Bahkan, anak yang mengalami kurang tidur secara menerus akan mudah cemas dan depresi.

"Seteah dua hari berturut-turut anak kurang tidur, anak akan lebih sedikit emosi," kata Psikolog Universitas Houston Candice Alfano.

Hal itu mungkin disebabkan dua area otak yaitu amigdala dan korteks prefrontal medial ventral yang bertanggung jawab untuk regulasi emosional sangat sensitif terhadap kurang tidur. Dua bagian otak tersebut berinteraksi saat tidur, terlibat dalam dialog yang membantu anak Anda memproses dan memahami pengalaman atau kejadian buruk yang terjadi pada siang hari.

Misalnya anak digigit anjing pada siang hari. Saat tidur otak perlu mengolah pengalaman itu untuk memastikan suatu hari nanti anak dapatbisa kembali mendekati seekor anjing tanpa rasa takut. Hal itu artinya, saat tidur otak dapat 'menghilangkan' ingatan dengan memformat ulang pengalaman buruk. Hasilnya, seorang anak dapat terampil mengendalikan emosinya setiap hari.

Wah, ternyata banyak manfaatnya, Moms! Sekarang yuk, sama-sama cek kecukupan waktu tidur si kecil. Jangan lupa beri komen atau share artikel ini ke teman-teman Anda, ya.

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: