Pencarian populer

Membuat Sendiri Makanan untuk Bayi? Perhatikan 5 Hal Penting Ini!

Makanan bayi. (Foto: Thinkstock)

Si kecil sudah melewati 6 bulan pertamanya. Ini artinya ia sudah bisa mengonsumsi makanan padat, sebagai pendamping ASI (MPASI). MPASI dapat Anda beli atau buat sendiri. Tentu saja, membuat MPASI sendiri atau biasa disebut MPASI rumahan, lebih bersih, sehat, dan ekonomis. Tapi sebelum menyajikan sendiri menu MPASI itu, Anda perlu memerhatikan hal-hal yang telah kumparanMOM (kumparan.com) rangkum berikut ini:

1. Pilih sayuran dan buah dalam keadaan segar

Fakta menarik buah naga (Foto: Pexels)

Sebelum membeli, pilihlah buah dan sayuran dalam kualitas baik dan segar. Anda tidak perlu membelinya sekali langsung dalam jumlah banyak, Moms.

Lebih baik, sering membelinya berkali-kali tapi hanya dalam jumlah sedikit. Ini karena sayuran dan buah itu sebaiknya sudah akan habis dalam waktu 2 hari ke depan, setelah dipotong. Tujuannya untuk mencegah buah dan sayur membusuk, karena terlalu lama disimpan.

2. Membuat daftar menu MPASI

Buatlah daftar menu MPASI, misalnya untuk satu hingga dua minggu ke depan. Kemudian, Anda bisa mencetaknya, menempel di dapur dan menandainya bila MPASI itu sudah dibuat.

Dengan adanya arahan tersebut maka akan lebih memudahkan Anda maupun pengasuh setiap hari, tanpa bingung ingin menyajikan menu apa lagi hari ini? Selain itu, hal ini juga bisa membantu melihat adanya pertanda alergi yang mungkin dimiliki si kecil lewat makanan tertentu, yang baru saja ia santap.

3. Tidak perlu menambah gula maupun garam

Ilustrasi garam (Foto: Pexels)

Makanan bayi tidak perlu ditambah gula maupun garam, demi memberikan rasa enak, Moms. Risiko bila si kecil mengonsumsi gula, ini berarti Anda sedang membiasakan si kecil makan makanan manis dan ia akan menolak makanan yang rasanya tidak manis. Dampak buruk lainnya, si kecil bisa terkena kerusakan gigi hingga diabetes.

Sedangkan garam, dapat meningkatkan bayi terkena risiko tekanan darah tinggi dan gagal ginjal dibandingkan anak-anak yang berusia lebih besar. Tapi Anda masih bisa menambahkan bumbu, agar makanan terasa sedap.

Pilih bumbu alami, dapat berupa bawang putih, bawang merah, daun bawang, seledri, dan daun jeruk.

4. Pertimbangkan untuk membuat MPASI beku

Makanan beku untuk bayi (Foto: Thinkstock)

Cara ini bisa membuat Anda bisa membuat kreasi MPASI dengan waktu yang lebih santai, misal pada saat hari libur, sekaligus bisa menjadi stock MPASI sampai sore hingga beberapa hari ke depan.

Caranya, buatlah menu MPASI dalam beberapa porsi. Kemudian bekukan dalam tray es batu. Saat waktunya makan tiba, Anda hanya perlu memanaskan MPASI beku tersebut. Perhatikan juga kualitas MPASI tersebut, apakah masih dalam keadaan yang baik?

Dalam memanaskan makanan beku ada aturan mainnya. Anda bisa membacanya di sini.

5. Perhatikan suhu makanan sebelum disajikan

Ilustrasi bayi makan daging. (Foto: Thinkstock)

Sebelum menghidangkan ke bayi, pastikan kondisi makanan tidak terlalu dingin maupun terlalu panas, Moms. Lepaskanlah uap panas pada makanan selama beberapa menit, sebelum diberi ke bayi. Tapi makanan untuk bayi jangan ditiup ya, Moms. Bakteri dalam mulut Anda (atau pengasuh yang meniup makanannya) dapat saja berpindah dan jadi menulari bayi. Tidak mau, kan?

Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: web: