Tips Atasi Biang Keringat pada Anak Balita

Ada beberapa masalah kulit yang rentan menyerang anak balita, salah satunya adalah biang keringat. Meski bukan penyakit berat, biang keringat pada anak bisa sangat mengganggu karena menimbulkan rasa gatal. Si kecil pun, jadi rewel!
Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), biang keringat dalam bahasa kedokteran disebut dengan miliaria. Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam dan kulit yang melepuh halus sebesar pangkal jarum pentul. Di antara kulit yang melepuh itu biasanya juga timbul bintil-bintil merah berukuran kecil.
Biang keringat pada balita biasanya muncul di leher, bahu, perut, dada, punggung, ketiak, serta pangkal paha. Selain rasa gatal, miliaria juga biasanya bisa menimbulkan rasa perih, Moms.
Biang keringat pada balita bisa kambuh berulang-ulang, terutama di musim panas. Pemicunya karena di musim panas, produksi keringat lebih banyak, sehingga berisiko menyumbat di pori-pori lipatan kulit. Itu sebabnya, balita yang berbadan gemuk lebih rentan terkena biang keringat karena cenderung punya lipatan kulit yang lebih banyak.
Nah Moms, jika Anda menemui gejala-gejala biang keringat pada balita, sebaiknya segera ditangani. Bila tidak ditangani dengan baik, biang keringat bisa iritasi dan terinfeksi. Jika sudah infeksi, biang keringat bisa menjadi bisul yang berisi nanah.
Lantas, bagaimana cara menangani anak balita yang terkena biang keringat? Berikut panduan yang diberikan IDAI:
Setiap kali anak berkeringat, segera ganti bajunya. Sebelumnya, siapkanlah alat-alat yang dibutuhkan, seperti waslap, baskom berisi air hangat, dan baju ganti yang bersih.
Keringkan kulit yang ada biang keringatnya dengan waslap bersih yang telah dibasahi air hangat atau Anda juga bisa memandikannya. Usahakan air yang digunakan jangan terlalu panas, karena justru bisa merangsang timbulnya keringat, Moms.
Biarkan tubuh anak tanpa baju untuk beberapa saat, lipatan-lipatan kulitnya kering dengan sendirinya. Tujuannya untuk mencegah agar kulit yang terkena biang keringat tidak bertambah parah karena bergesekan dengan handuk pada waktu dikeringkan.
Setelah kering, Anda boleh mengoleskan sedikit bedak tabur.
Kenakan baju bersih yang terbuat dari bahan katun, kaos atau bahan lain yang juga mudah menyerap keringat. Bahan yang nyaman tidak akan membuat anak mudah kepanasan, sehingga bisa meminimalisir timbulnya biang keringat.
Bila peradangan yang terjadi cukup banyak, Anda sebaiknya segera memeriksakan kondisi balita ke dokter agar diresepkan salep atau bedak khusus.
